Neta Sebut Prinsipal Tidak Berencana Pergi dari Pasar Indonesia

 Start up mobil listrik asal Cina, Neta tengah mengalami berbagai tantangan khususnya di tengah proses restrukturisasi.

Imbas hal tersebut Neta melakukan penyesuaian jumlah outlet diler di Indonesia dan merombak ulang layanan purna jual yang ditawarkan ke konsumen Tanah Air.

Meskipun begitu, pihak Neta memastikan bahwa Hozon Auto sebagai prinsipal belum berencana hengkang dari pasar Indonesia.

“Sampai hari ini saya berkoordinasi dengan Cina dan manajemen Neta di Cina yang pegang pasar Indonesia, Neta tidak akan pergi,” kata Irvan Mustafa, Head of Marketing PT Neta Auto Indonesia kepada KatadataOTO, Kamis (22/01).

Neta X Mulai Dikirim ke 500 Konsumen Pertama

Harapannya konsumen tidak perlu khawatir sebab rangkaian layanan purna jual seperti servis dan suku cadang tetap akan disediakan oleh pihak Neta.

Saat ini Irvan menegaskan pihak Neta fokus untuk menyiapkan outlet pelayanan purna jual sesuai kebutuhan konsumen di dalam negeri.

Bicara soal penjualan, dia mengungkapkan belum ada unit terbaru untuk model mobil listrik Neta V-II maupun Neta X, tetapi tersisa stok tahun lalu.

Kemudian tampaknya belum ada rencana lagi untuk menghadirkan produk di masa mendatang.

“Memang fokusnya di after sales. Karena memang beberapa teman-teman pengguna Neta lebih fokus ke purna jual,” tegas Irvan.

Kiprah Neta di Indonesia

Mobil listrik Neta mengawali debutnya di Tanah Air pada Agustus 2023, tepatnya di Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2023.

Model pertama mereka yakni Neta V, berstatus Completely Built Up (CBU) atau diimpor utuh dari negara asalnya.

Namun tahun berikutnya hadir Neta V-II, sebuah pembaruan yang sudah dirakit lokal di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor (HIM).

Neta

Mereka juga kemudian meluncurkan Sport Utility Vehicle (SUV) Neta X pada September 2024, tawarkan dimensi lebih besar dari Neta V-II.

Berbekal dua model, Neta mengakhiri 2025 dengan total penjualan retail sebanyak 406 unit dan wholesales 657 unit.

Distribusi mobil Neta dari diler ke konsumen mengalami penurunan tipis dari 2024, yakni 570 unit.