Terpopuler:Target Putri KW di Indonesia Masters 2026, LavAni Menang Setelah Duel Panjang di Proliga 2026

Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, 5. Laga Paling Tegang Proliga Hari Ini, LavAni Menang Setelah Duel Panjang Tanpa Ampun di Proliga 2026, 4. Tampil Perdana, Hilman Antar Indonesia Raih Emas di Para Powerlifting ASEAN Para Games 2025, 3. Bangkit dari Tertinggal, Sabar/Reza Tunjukkan Mental Baja, Tiket Perempat Final Indonesia Masters 2026 Diamankan, 2. Drama Tiga Gim, Adnan/Indah Selamat dari Comeback Gila Korea dan Kunci Tiket Perempat Final Indonesia Masters 2026, 1. Putri KW Ungkap Target di Indonesia Masters 2026: Ada Harapan Juara
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani

 Panggung olahraga sepanjang Kamis, 22 Januari 2026, menyajikan rentetan prestasi gemilang dan drama bulutangkis hingga arena voli. Dari gelaran Proliga 2026, sang juara bertahan LavAni Livin Transmedia harus bersusah payah menundukkan perlawanan sengit tim debutan Medan Falcons.

Prestasi membanggakan juga datang dari ajang ASEAN Para Games 2025 di Thailand, di mana lifter debutan Hilman sukses menyumbang medali emas pertama bagi Indonesia.

Sementara itu, dari Istora Senayan, perjuangan wakil tuan rumah di Indonesia Masters 2026 kian memanas lewat kemenangan dramatis Sabar/Reza dan Adnan/Indah, serta ambisi besar Putri KW untuk mengamankan gelar juara di hadapan publik sendiri.

Berikut 5 artikel terpopuler VIVA.co.id di kanal Sport sepanjang Kamis, 22 Januari 2026:

5. Laga Paling Tegang Proliga Hari Ini, LavAni Menang Setelah Duel Panjang Tanpa Ampun di Proliga 2026

 LavAni Livin Transmedia kembali menunjukkan mental juara di panggung Proliga 2026. Tampil di seri ketiga putaran pertama yang digelar di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis 22 Januari 2026, tim milik Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono itu dipaksa bertarung habis habisan sebelum akhirnya menaklukkan pendatang baru Medan Falcons Tirta Bhagasasi dengan skor 3 1.

Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Falcons memberi perlawanan sengit hampir di setiap set, bahkan sempat memaksa LavAni bermain hingga enam kali deuce di set ketiga. Namun, ketenangan dan pengalaman menjadi pembeda.

Sejak set pertama, LavAni langsung menurunkan komposisi terbaik. Hendra Kurniawan, Boy Arnes, Dio Zulfikri, serta dua legiun asing Taylor Sander dan Nato Dickinson dipercaya menjadi tulang punggung.

Falcons yang dimotori Fahri Septian dan Leosbel Mendes tidak gentar. Kedua tim terlibat kejar mengejar angka dari 7 7 hingga 14 14. Memasuki fase krusial, blok rapat dan serangan efektif LavAni membuat mereka menjauh 20 16. Tekanan itu cukup untuk mengunci set pembuka dengan 25 19.

Masuk set kedua, giliran Falcons mengambil kendali. LavAni sempat tertinggal 5 7 sebelum menyamakan kedudukan. Namun, performa impresif Fahri dan Leosbel membuat Falcons melesat di momen penting dan unggul 22 18. Rotasi pemain yang dilakukan pelatih David Lee belum membuahkan hasil. Set kedua pun lepas dengan skor 22 25 dan laga kembali imbang.

4. Tampil Perdana, Hilman Antar Indonesia Raih Emas di Para Powerlifting ASEAN Para Games 2025

Atlet para angkat beban Indonesia, Hilman, berhasil mempersembahkan medali emas pertama bagi tim para angkat beban (para powerlifting) Indonesia pada ajang ASEAN Para Games 2025 Thailand. Prestasi tersebut diraih dalam pertandingan final nomor 54 kg putra klasifikasi BB yang digelar di Convention Hall, The Centre Point Hotel Korat, Nakhon Ratchasima, Kamis siang 22 Januari 2026.

Dilansir dari Antara, atlet berusia 36 tahun itu tampil gemilang meski berstatus sebagai debutan di ajang multievent kawasan Asia Tenggara tersebut. Hilman langsung menunjukkan kepercayaan diri tinggi dengan mencatatkan angkatan terbaik 167 kilogram pada percobaan pertama.

Pada percobaan kedua, lifter kelahiran 24 Juni 1989 itu mencoba meningkatkan angkatannya menjadi 174 kilogram. Namun, angkatan tersebut dinyatakan tidak sah atau no lift oleh juri. Tak gentar, Hilman kembali menambah beban menjadi 179 kilogram pada percobaan ketiga, meski kembali gagal mengangkat secara sempurna.

Meski dua percobaan terakhirnya dinilai no lift, angkatan pertama Hilman sudah cukup untuk mengamankan posisi teratas. Pesaing terkuatnya asal Vietnam, Binh An Nguyen, juga mengalami kegagalan pada percobaan kedua (173 kg) dan ketiga (178 kg), sehingga hanya mampu mencatatkan best lift 165 kilogram dari percobaan pertama.

Medali perunggu pada nomor ini diraih oleh wakil Vietnam lainnya, Ngoc Phung Huynh, yang membukukan angkatan 135 kilogram, 143 kilogram sebagai angkatan terbaik, dan gagal pada percobaan ketiga dengan beban 152 kilogram.

3. Bangkit dari Tertinggal, Sabar/Reza Tunjukkan Mental Baja, Tiket Perempat Final Indonesia Masters 2026 Diamankan

Atmosfer panas Istora Gelora Bung Karno kembali menjadi saksi daya juang ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Sempat tertekan dan kehilangan gim pertama, pasangan non pelatnas itu bangkit dengan penuh determinasi sebelum akhirnya menyingkirkan wakil Malaysia, Nur Moh Azriyn Ayub dan Tan Wee Klong.

Dalam laga babak 16 besar Indonesia Masters 2026, Kamis 22 Januari, Sabar Reza dipaksa bermain tiga gim dengan skor 19 21, 21 16, 21 17.

Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Reli panjang dan tempo cepat membuat kedua pasangan saling menekan. Sabar Reza sebenarnya sempat memegang kendali di gim pembuka, namun kehilangan fokus di momen krusial membuat keunggulan mereka sirna.

Reza mengakui kesalahan tersebut menjadi pelajaran penting bagi mereka.

"Alhamdulillah bersyukur bisa memenangkan pertandingan tadi. Di gim pertama kami sempat terlalu menunggu dan di poin poin akhir fokus kami menurun, itu yang membuat kami kalah. Namun, di gim kedua dan ketiga kami bisa memperbaiki situasi, lebih berani mengambil inisiatif, dan akhirnya membalikkan keadaan," ujar Reza melalui siaran pers Humas PBSI.

2. Drama Tiga Gim, Adnan/Indah Selamat dari Comeback Gila Korea dan Kunci Tiket Perempat Final Indonesia Masters 2026

Langkah Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil di Indonesia Masters 2026 belum mau berhenti. Ganda campuran tuan rumah itu kembali menunjukkan mental baja setelah melewati laga menegangkan tiga gim untuk memastikan tempat di perempat final.

Pasangan ranking 24 dunia tersebut menjadi wakil Indonesia pertama yang menembus delapan besar turnamen BWF World Tour Super 500 itu. Mereka menyingkirkan duet Korea Selatan, Lee Jong Min dan Lee Yu Lim, lewat pertarungan alot 21 13, 20 22, 21 19.

Sejak awal pertandingan, Adnan dan Indah tampil percaya diri. Mereka langsung menekan dan membuka jarak jauh hingga interval gim pertama 11 4. Dominasi itu terus terjaga sampai akhirnya gim pembuka dikunci dengan relatif nyaman.

Namun, skenario berbeda terjadi di gim kedua. Sempat unggul dan memegang kendali, fokus mereka goyah di poin-poin krusial. Lee dan Lee perlahan mengejar, memaksa adu setting, lalu membalikkan keadaan.

Momentum itu sempat membuat laga terasa berbalik arah.

1. Putri KW Ungkap Target di Indonesia Masters 2026: Ada Harapan Juara

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, berharap dapat mempersembahkan gelar juara pada ajang Indonesia Masters 2026 kali ini. Harapan tersebut muncul seiring langkah mulus Putri KW ke babak kedua turnamen yang digelar di Istora Senayan, Jakarta.

Putri KW menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di sektor tunggal putri. Pada babak pertama, pebulu tangkis peringkat tujuh dunia itu berhasil mengalahkan wakil Taiwan, Sung Shuo Yun, dengan kemenangan dua gim langsung 21-15, 21-15, Rabu 21 Januari 2026.

Meski membuka turnamen dengan hasil positif, Putri menegaskan dirinya tidak ingin terlena. Ia menyadari persaingan di sektor tunggal putri tetap ketat meskipun sejumlah pemain unggulan, termasuk An Se-young, absen pada turnamen ini.

“Kalau momentum ya pasti ada harapan untuk bisa juara di sini. Tapi kan itu semua dengan lawan-lawan yang sekarang yang ada, pastinya juga aku enggak boleh meremehkan,” kata Putri KW dalam konferensi pers di Istora Senayan, Rabu dilansir dari Antara.

Putri menekankan bahwa setiap pertandingan harus dijalani dengan fokus penuh tanpa memandang peringkat lawan. “Setiap pertandingan itu enggak boleh meremehkan juga yang di bawah aku maupun yang setara dengan aku,” ujarnya.