Drama Tiga Gim, Adnan/Indah Selamat dari Comeback Gila Korea dan Kunci Tiket Perempat Final Indonesia Masters 2026

Adnan dan Indah di Indonesia Masters 2026
Adnan dan Indah di Indonesia Masters 2026

 Langkah Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil di Indonesia Masters 2026 belum mau berhenti. Ganda campuran tuan rumah itu kembali menunjukkan mental baja setelah melewati laga menegangkan tiga gim untuk memastikan tempat di perempat final.

Pasangan ranking 24 dunia tersebut menjadi wakil Indonesia pertama yang menembus delapan besar turnamen BWF World Tour Super 500 itu. Mereka menyingkirkan duet Korea Selatan, Lee Jong Min dan Lee Yu Lim, lewat pertarungan alot 21 13, 20 22, 21 19.

Sejak awal pertandingan, Adnan dan Indah tampil percaya diri. Mereka langsung menekan dan membuka jarak jauh hingga interval gim pertama 11 4. Dominasi itu terus terjaga sampai akhirnya gim pembuka dikunci dengan relatif nyaman.

Namun, skenario berbeda terjadi di gim kedua. Sempat unggul dan memegang kendali, fokus mereka goyah di poin-poin krusial. Lee dan Lee perlahan mengejar, memaksa adu setting, lalu membalikkan keadaan.

Momentum itu sempat membuat laga terasa berbalik arah.

Memasuki gim penentuan, Adnan dan Indah seperti tak ingin mengulang kesalahan. Mereka tancap gas dan unggul telak hingga 20 11. Banyak yang mengira pertandingan akan berakhir cepat.

Ternyata, justru di situlah drama terjadi.

Lee dan Lee merebut poin demi poin tanpa ampun. Tekanan meningkat, jarak makin tipis, hingga kedudukan berubah menjadi 20 19. Situasi yang tadinya nyaman berubah mencekam.

Adnan mengakui mereka sempat kehilangan ketenangan.

"Waktu unggul jauh, kami terlalu buru-buru, jadi banyak melakukan kesalahan sendiri," kata Adnan melalui siaran pers Humas PP PBSI.

Indah pun merasakan hal yang sama. Menurutnya, keunggulan besar justru membuat mereka lengah.

"Kami mencoba untuk lebih yakin, tidak buru-buru, karena kan jauh banget lawan mengejar sampai poin 19. Beberapa poin mereka dapatnya dari kesalahan-kesalahan kami. Kami lebih tenang lagi, kalau sudah enak mainnya, jangan melakukan kesalahan sendiri," ujar Indah.

Ia bahkan mengaku gemas ketika kemenangan sudah di depan mata.

"Rasanya gemes gitu. Maksudnya, kan, tinggal satu poin lagi, lho."

Beruntung, keduanya mampu menenangkan diri di momen krusial. Satu poin terakhir akhirnya diamankan, sekaligus memastikan tiket perempat final.

Semifinalis Hong Kong Open 2025 itu tak menampik tekanan mental menjadi tantangan terbesar.

"Ketika lawan menyusul, kami sempat panik juga sebenarnya. Kami saling mengingatkan dan menenangkan," kata Adnan.

Tantangan lebih berat sudah menanti. Di babak delapan besar, mereka akan berhadapan dengan unggulan kedua asal China, Jiang Zhen Bang dan Wei Ya Xin.

Indah menegaskan mereka harus tampil lebih disiplin. "Di perempat final besok, kami harus main lebih safe dan lebih yakin dengan permainan kami. Rotasi permainan juga harus berjalan."

Dengan performa yang terus menanjak, Adnan dan Indah berharap konsistensi di turnamen-turnamen besar bisa mengangkat peringkat mereka hingga menembus 10 besar dunia.