Indonesia Masters 2026: Jafar/Felisha Tatap Duel Merah Putih, Paham Kelemahan Lawan

Indonesia Masters, Indonesia Masters 2026, Indonesia Masters 2026: Jafar/Felisha Tatap Duel Merah Putih, Paham Kelemahan Lawan

Sukses pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, mengamankan satu tiket ke babak 16 besar membuat Indonesia memastikan satu wakilnya di babak perempat final Indonesia Masters 2026.

Pasalnya, Jafar/Felisha akan bersua sesama wakil tuan rumah, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana.

Jafar/Felisha harus bersusah payah mengalahkan wakil Denmark, Kristoffer Kolding/Mette Werge sebelum mengunci kelolosan ke babak kedua.

Mereka menang lewat duel straight game 21-14 dan 21-19 dalam pertandingan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Jafar/Felisha bersyukur bisa melanjutkan kiprahnya di Indonesia Masters 2026.

Pasalnya, mereka mengakui permainan mereka hari ini belum maksimal. Di satu sisi, lawannya tampil baik dan tak mudah untuk ditumbangkan.

"(Pertandingan) tidak mudah ya. Kami juga mainnya masih kurang maksimal," ujar Jafar ketika ditemui awak media selepas pertandingan.

"Masih banyak yang harus diperbaiki. Jujur juga mereka lumayan baik main hari ini. Jadi, ya tidak mudah saja," jelasnya.

Indonesia Masters, Indonesia Masters 2026, Indonesia Masters 2026: Jafar/Felisha Tatap Duel Merah Putih, Paham Kelemahan Lawan

Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, menelan kekalahan saat berhadapan dengan wakil tuan rumah, Jiang Zhen Bing/Wei Ya Xin, di babak semifinal China Open 2025, dengan kedudukan 21-16, 15-21, dan 16-21.

Peran Publik Istora

Lebih lanjut, Jafar/Felisha menambahkan bahwa dukungan publik Istora menjadi semangat bagi mereka untuk terus berjuang hingga akhir dan memetik kemenangan.

Namun, mereka juga harus bisa menahan diri agar dukungan tersebut tak menjadi bumerang bagi penampilan di dalam lapangan.

"Senang pastinya (dukungan di Istora). Rasanya kalau main di luar negeri tidak seperti ini," kata Felisha.

"Cuma, sebenarnya ada negatifnya juga buat kita sendiri. Kalau kita terlalu excited atau kita malah terlalu memikirkan banyak hal, itu malah tidak bagus buat kita. Jadi sebenarnya lebih dikontrol saja," tegasnya.

Hadapi Sesama Wakil Indonesia

Mengenai pertemuan dengan Dejan/Bernadine, Jafar/Felisha mengatakan bakal lebih fokus menjaga kondisi kebugaran tubuh.

Sebab, mereka sudah saling mengetahui karena sama-sama berlatih di pelatnas Cipayung PBSI.

"Kami mau jaga kondisi. Karena kalau pola ya sama-sama sudah tahu karena kami latihan bersama. Jadi, tahu kelemahan kelebihan juga," ujar Jafar.

"Untuk pertandingan besok, good luck dan have fun saja," ungkapnya.

Kendati demikian, kemenangan tetap menjadi target dari Jafar/Felisha yang berhasrat jadi juara di Indonesia Masters 2026 ini.

Untuk itu, mereka harus bisa menjaga fokusnya agar bisa terus melanjutkan langkahnya di turnamen Super 500 ini dan mengalahkan Dejan/Bernadine.

"Kami harus fokus pada game plan. Biarkan saja bagaimana lawan bermain. Terpenting, kami harus fokus pada strategi yang ingin kami jalankan," tegas Felisha.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang