Indonesia Masters 2026: Kunci Dejan/Bernadine Singkirkan Wakil Malaysia

Dejan Ferdinansyah, Bernadine Anindya Wardana, Malaysia, Jimmy Wong, Lai Pei Jing, Indonesia, Indonesia Masters, Indonesia Masters 2026: Kunci Dejan/Bernadine Singkirkan Wakil Malaysia

Pasangan ganda campuran Tanah Air, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana, menyingkirkan wakil Malaysia di babak 32 besar Indonesia Masters 2026.

Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana melawan pasangan Malaysia, Jimmy Wong/Lai Pei Jing, di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Dalam waktu 38 menit, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana meraih kemenangan dua gim langsung, 21-10 dan 21-17.

Kemenangan tersebut memastikan langkah Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana ke babak 16 besar Indonesia Masters 2026.

Pada babak kedua, pasangan Indonesia itu akan berjumpa dengan sesama wakil Tanah Air, Jafar Hidatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Sebelumnya, Jafar/Felisha lebih dulu melaju usai menundukkan pasangan Denmark, Kristoffer Kolding/Mette Werge.

Kemenangan ini terasa spesial karena menjadi debut Dejan/Bernadine sebagai pasangan baru di ajang Indonesia Masters.

Meski baru dipasangkan sekitar lima bulan, keduanya mampu menunjukkan permainan solid dan penuh keyakinan.

Ketenangan di Gim Kedua Jadi Penentu

Sejak gim pertama, Dejan/Bernadine langsung mengambil alih inisiatif.

Mereka bermain agresif dengan tempo cepat dan jarang melakukan kesalahan, membuat pasangan Malaysia kesulitan keluar dari tekanan.

Dominasi tersebut berujung pada kemenangan telak 21-10 di gim pembuka.

Memasuki gim kedua, perlawanan Jimmy Wong/Lai Pei Jing mulai meningkat.

Wakil Malaysia mencoba mengubah strategi dan sempat membuat jalannya pertandingan berlangsung ketat.

kejaran angka terjadi di paruh gim kedua. Namun, ketenangan Dejan/Bernadine dalam mengontrol reli serta menjaga fokus menjadi faktor penentu.

Perlahan, mereka menjauh dalam perolehan poin sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan 21-17.

Dejan Ferdinansyah, Bernadine Anindya Wardana, Malaysia, Jimmy Wong, Lai Pei Jing, Indonesia, Indonesia Masters, Indonesia Masters 2026: Kunci Dejan/Bernadine Singkirkan Wakil Malaysia

Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Bernandine Anindya Wardana, usai beraksi melawan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranat dalam ajang Al Ain Masters 2025 di Abu Dhabi, United Arab Emirates, Minggu (5/9/2025).

Dukungan Istora dan Persiapan adalah Modal Tambahan

Usai pertandingan, Bernadine mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan yang diraih.

Ia menilai kesiapan permainan dan dukungan penonton Istora memberi pengaruh besar.

“Puji Tuhan kami bisa bermain dengan baik sejak awal. Dari poin pertama sudah in,” ujar Bernadine dalam rilis PBSI yang diterima oleh KOMPAS.com, Rabu (21/1/2026).

"Dukungan penonton juga luar biasa, itu benar-benar menambah semangat dan kepercayaan diri kami di lapangan."

Dejan menambahkan bahwa faktor persiapan turut berperan penting dalam kemenangan ini.

Ia menyebut, menghadapi Jimmy Wong/Lai Pei Jing untuk kedua kalinya membuat mereka memiliki gambaran permainan lawan.

Sebelumnya, kedua pasangan juga pernah bertemu di ajang Malaysia Super 100 pada Oktober 2025, di mana Dejan/Bernadine menang lewat tiga gim.

“Ini pertemuan kedua kami dengan mereka, jadi kami sudah punya gambaran. Sebelum bertanding, kami analisis permainan lawan dan menyusun rencana," timpal Dejan.

"Puji Tuhan semuanya berjalan sesuai rencana. Sentuhan di awal pertandingan juga enak, jadi rasa percaya diri langsung muncul."

Ajang Mengukur Progres Pasangan Baru

Lebih lanjut, Dejan menyebut Indonesia Masters 2026 menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana perkembangan mereka sebagai pasangan baru di dunia bulu tangkis.

“Kami pasangan baru, jadi ini pengalaman baru juga buat saya dan Bernadine. Posisi bermain kami juga berbeda, jadi perlu adaptasi," ungkapnya.

"Tujuan kami sederhana, ingin melihat kami ada di level mana dan sejauh mana bisa melangkah. Progresnya cukup bagus."

"Memang sempat ada tantangan di awal, tapi sekarang performa kami mulai meningkat,” lanjut Dejan Ferdinansyah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga fokus saat bermain di kandang sendiri, mengingat atmosfer Istora bisa memengaruhi emosi pemain.

“Bermain di sini rasanya spesial. Penonton banyak, tapi kadang kami juga terlalu excited," terang pebulu tangkis kelahiran Garut pada 21 Januari 2000 itu.

"Itu harus dikontrol supaya tidak mengganggu permainan. Komunikasi di lapangan jadi sangat penting,” ujarnya.

Selain faktor teknis, Dejan dan Bernadine menilai penyelenggaraan Daihatsu Indonesia Masters selalu memberikan kesan positif bagi para atlet.

“Indonesia Masters rasanya tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya."

"Treatment dari sponsor dan penyelenggara sangat bagus. Tiket juga terjangkau, jadi penonton bisa datang lebih banyak,” pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang