Layvin Kurzawa ke Persib, Riwayat Cedera Eks PSG Ikut Disorot
Kabar mendekatnya Layvin Kurzawa ke Persib Bandung tidak hanya memicu antusiasme, tetapi juga memunculkan satu perhatian utama di kalangan publik sepak bola nasional: riwayat cedera sang pemain.
Di tengah statusnya sebagai eks bintang Paris Saint-Germain, catatan kebugaran Kurzawa menjadi topik yang ramai dibahas di media sosial.
Nama bek asal Prancis itu belakangan santer dikaitkan dengan Persib Bandung pada jendela transfer paruh musim Super League 2025/2026. Sejumlah media Prancis, termasuk Foot Mercato dan L’Equipe, mengabarkan bahwa proses kepindahan Kurzawa ke Bandung sudah berada di tahap lanjut.
Foot Mercato menjadi media pertama yang mengungkap isu pendekatan Persib terhadap Kurzawa. Sementara itu, L’Equipe melaporkan bahwa pemain berusia 33 tahun tersebut dijadwalkan bergabung dengan Persib pada akhir pekan ini. Informasi tersebut memperkuat sinyal bahwa transfer ini tinggal menunggu peresmian.
Bek PSG, Layvin Kurzawa (nomor 20) saat merayakan golnya ke gawang Angers
Seiring mencuatnya kabar tersebut, diskusi di platform X dan Instagram bergeser ke satu hal yang tak terpisahkan dari profil Kurzawa: riwayat cedera panjang yang pernah dialaminya selama berkarier di Eropa. Data dari Transfermarkt menunjukkan bahwa mantan pemain PSG itu beberapa kali harus menepi akibat masalah kebugaran.
Cedera terpanjang Kurzawa tercatat terjadi pada periode Februari hingga Juni 2023. Saat itu, ia absen selama 124 hari akibat robekan pada jaringan ikat bagian luar ketika masih berstatus sebagai pemain Paris Saint-Germain. Cedera ini menjadi salah satu periode terberat dalam kariernya.
Pada musim terakhirnya bersama Boavista FC, Kurzawa juga sempat mengalami masalah kebugaran. Cedera otot membuatnya harus menepi selama 52 hari, dari 10 April hingga 31 Mei 2025. Selain itu, ia juga sempat mengalami cedera otot lain pada Februari hingga Maret 2025 dengan durasi absen 21 hari.
Jika ditarik lebih jauh, riwayat cedera Kurzawa mencakup berbagai jenis gangguan, mulai dari cedera otot, hamstring, betis, engkel, lutut, hingga masalah punggung dan herniated disk yang pernah membuatnya absen selama 90 hari pada 2018. Catatan tersebut menunjukkan bahwa isu kebugaran bukan hal baru dalam perjalanan kariernya.
Di sisi lain, Persib Bandung sendiri sedang berada dalam momentum positif. Kemenangan 1–0 atas Persija Jakarta pada pekan ke-17 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu, 11 Januari 2026, memastikan Maung Bandung menjadi juara paruh musim Super League 2025/2026. Kondisi ini membuat setiap langkah transfer klub mendapat sorotan lebih besar.
Bagi Persib, isu pemain dengan riwayat cedera bukanlah hal yang sepenuhnya asing. Pada musim 2023/2024, klub ini pernah merekrut Tyronne del Pino yang saat itu datang dengan gangguan tendon Achilles dan harus menepi selama sekitar empat bulan.
Situasi tersebut sempat membuat Tyronne dipinjamkan ke Ratchaburi FC di Thailand karena posisinya sudah diisi pemain lain. Namun, kisahnya bersama Persib tidak berhenti di sana. Pada musim 2024/2025, Tyronne kembali dan tampil menonjol hingga berperan penting membawa Persib meraih gelar juara beruntun.
Bahkan, performa impresifnya membuat Tyronne del Pino menyabet gelar Player of the Season dari liga resmi maupun organisasi sepak bola lainnya, sebelum akhirnya melanjutkan karier bersama Malut United.