Debut di Istora Berakhir Dramatis, Nabila/Nahya Tersingkir Tipis dari Indonesia Masters 2026

Nabila Cahya Permata Ayu dan Nahya Muhyifa di Indonesia Masters 2026
Nabila Cahya Permata Ayu dan Nahya Muhyifa di Indonesia Masters 2026

 Langkah ganda putri muda Indonesia, Nabila Cahya Permata Ayu dan Nahya Muhyifa, harus terhenti lebih awal di Indonesia Masters 2026. Tampil di hadapan publik sendiri, pasangan debutan ini tersingkir di babak kualifikasi setelah melalui pertarungan ketat melawan wakil Malaysia, Chong Jie Yu dan Vanessa Ng.

Bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa 20 Januari 2026, Nabila dan Nahya dipaksa menyerah lewat laga rubber game yang menguras tenaga dan emosi. Pasangan Merah Putih itu kalah dengan skor 21-16, 13-21, 19-21 dalam duel berdurasi lebih dari satu jam.

Meski gagal melaju, Nabila tetap mensyukuri kesempatan tampil dan pengalaman berharga yang didapat. Ia menilai performa mereka sudah maksimal, meski hasil akhir belum berpihak.

"Alhamdulillah kami bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera dan kita bisa memaksimalkan penampilan kita, tetapi hasilnya memang belum untuk kita," kata Nabila dalam keterangannya, Selasa 20 Januari 2025.

Sempat saling kejar poin dan berbagi kemenangan di dua gim awal, Nabila dan Nahya tampil cukup menjanjikan pada gim penentuan. Bahkan, pasangan binaan pelatnas itu sempat unggul cukup jauh setelah interval. Namun, momentum perlahan berbalik.

Kesalahan sendiri mulai muncul dan dimanfaatkan dengan baik oleh Chong dan Vanessa. Wakil Malaysia itu perlahan menyamakan kedudukan, lalu berbalik memimpin hingga akhirnya mengunci kemenangan.

"Kita mengendurkan permainan kita, jadi banyak mati sendiri. dan fokusnya juga kurang," tutur Nabila.

Hal senada disampaikan Nahya yang menyoroti banyaknya kesalahan nonteknis di poin-poin krusial.

"Kita sering mati-mati sendiri di gim ketiga itu, bola yang semestinya nggak mati, justru karena kesalahan sendiri kita jadi kehilangan poin," ujar Nahya.

Nabila mengakui agresivitas Chong dan Vanessa menjadi tantangan tersendiri dalam laga tersebut. Menurutnya, pasangan Malaysia tampil lebih berani dengan tekanan beruntun, sementara dirinya dan Nahya belum cukup siap mengantisipasi serangan balik lawan, termasuk dalam mengembalikan bola-bola buangan dan sambungan permainan.

Terlepas dari hasil akhir, pertandingan itu dinilai menjadi pengalaman penting bagi Nabila dan Nahya, terutama karena untuk pertama kalinya mereka merasakan atmosfer Istora Gelora Bung Karno yang legendaris. Meski langkah mereka harus terhenti lebih awal, Nabila menegaskan evaluasi akan menjadi fokus utama agar penampilan mereka bisa lebih maksimal pada kesempatan berikutnya.