Indonesia Masters 2026 Tanpa Jonatan Christie, Deretan Unggulan Dunia Ini Juga Pilih Mundur
Turnamen Indonesia Masters 2026 yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, mulai hari ini Selasa (20/1/2026), diwarnai absennya sejumlah pemain unggulan dunia.
Kondisi ini membuat peta persaingan berubah, khususnya pada sektor tunggal putra yang kehilangan beberapa nama utama.
Salah satu sorotan terbesar datang dari absennya Jonatan Christie. Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu memutuskan mundur setelah menjalani jadwal kompetisi yang sangat padat dalam dua pekan terakhir.
Jonatan menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi kondisi fisik dan pengalaman sebelumnya.
Ia belajar dari situasi tahun lalu ketika harus bertanding di tiga turnamen secara beruntun. Ia sebelumnya tampil di Malaysia Open dan India Open 2025, dua turnamen yang menuntut kondisi fisik dan mental tinggi.
“Pengalaman tahun lalu saat bertanding tiga turnamen beruntun cukup berpengaruh pada kondisi setelahnya jadi saya harus menghindari hal-hal seperti itu. Istirahat menjadi pilihan utama sekarang daripada memaksa melebihi kapasitas yang berisiko cedera,” kata Jojo dalam keterangan resmi PP PBSI, Senin.
Keputusan Jonatan untuk tidak tampil di Indonesia Masters 2026 sekaligus membuat sektor tunggal putra kehilangan salah satu andalan tuan rumah. Padahal, kehadiran Jonatan kerap menjadi magnet tersendiri bagi penonton di Istora.
Siapa saja pemain dunia yang ikut mundur?
Absennya Jonatan bukan satu-satunya kejutan. Berdasarkan laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), sejumlah pemain papan atas dunia juga menarik diri dari turnamen ini.
Di sektor tunggal putra, unggulan pertama Kunlavut Vitidsarn dari Thailand dan unggulan keenam Kodai Naraoka dari Jepang dipastikan mundur dari undian utama.
Kondisi ini otomatis mengubah komposisi unggulan dan membuka peluang lebih besar bagi pemain lain.
Selain itu, beberapa nama lain yang tidak melanjutkan partisipasi antara lain:
- Jeon Hyeok Jin dari Korea Selatan
- Leong Jun Hao dari Malaysia
- Tharun Mannepalli dari India
Dari sektor tunggal putri, pemain muda India Unnati Hooda juga memilih mundur sebelum turnamen dimulai.
Bagaimana dampaknya pada sektor ganda?
Perubahan juga terjadi di nomor ganda. Pada sektor ganda putra, dua pasangan asal Malaysia, Junaidi Arif/Yap Roy King serta Aaron Tai/Kang Khai Xing, memutuskan untuk mundur dari turnamen.
Sementara itu, dari sektor ganda campuran, unggulan pertama asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, tidak tampil di Indonesia Masters 2026.
Pasangan Thailand Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat juga tercatat mundur dari daftar peserta.
Siapa yang mendapat promosi ke undian utama?
Menanggapi banyaknya pemain yang mundur, panitia turnamen kemudian mempromosikan sejumlah nama dari daftar cadangan ke undian utama. Langkah ini dilakukan agar komposisi pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal.
Di sektor tunggal putra, beberapa pemain yang mendapat promosi antara lain:
- Magnus Johannesen
- Mohammad Zaki Ubaidillah
- Kiran George
- Su Li Yang
- Jason Gunawan
- Panitchaphon Teeraratsakul.
Apa strategi Indonesia di tengah perubahan ini?
Meski sejumlah pemain unggulan absen, Indonesia tetap memanfaatkan turnamen ini sebagai ajang evaluasi dan pembenahan.
Salah satu langkah yang diambil adalah menurunkan dua kombinasi baru di sektor ganda putri, yakni Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu serta Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperbaiki performa ganda putri. Pada musim lalu, sektor ini mencatat jumlah gelar World Tour terendah dalam dua tahun terakhir, sehingga diperlukan terobosan dan eksperimen pasangan.
Dengan banyaknya perubahan komposisi pemain, Indonesia Masters 2026 diperkirakan akan berlangsung lebih terbuka dan kompetitif. Turnamen ini akan mulai bergulir pada Selasa, dengan laga kualifikasi pertama dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 WIB.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang