Legenda Mode Dunia Valentino Garavani Wafat di Usia 93 Tahun

Desainer legendaris Italia Valentino Garavani meninggal dunia
Desainer legendaris Italia Valentino Garavani meninggal dunia

 Dunia mode tengah berduka. Desainer fesyen legendaris asal Italia, Valentino Garavani, yang dikenal luas dengan nama Valentino, meninggal dunia pada usia 93 tahun. 

Kepergiannya menandai berakhirnya sebuah era besar dalam sejarah mode abad ke-20, di mana kemewahan, keanggunan, dan glamour menjadi ciri khas yang melekat kuat pada namanya. Scroll untuk info lebih lanjut...

Valentino merupakan salah satu raksasa industri fesyen dunia. Karyanya dikenakan oleh deretan tokoh ternama lintas generasi, mulai dari Elizabeth Taylor, Nancy Reagan, Sharon Stone, Julia Roberts, hingga Gwyneth Paltrow. 

Bersama Giorgio Armani dan Karl Lagerfeld, ia kerap disebut sebagai puncak tertinggi profesi desainer mode dunia. Kabar kepergian Valentino disampaikan melalui pernyataan resmi Yayasan Valentino Garavani dan Giancarlo Giammetti yang diunggah di Instagram. 

"Ia meninggal dengan tenang di rumahnya di Roma, dikelilingi oleh cinta keluarganya," demikian pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip dari BBC, Selasa, 20 Januari 2026.

Yayasan tersebut juga mengumumkan bahwa Valentino akan disemayamkan di Piazza Mignanelli, Roma, pada 21 hingga 22 Januari. Sementara itu, upacara pemakamannya akan digelar sehari setelahnya di Basilika Santa Maria degli Angeli e dei Martiri, salah satu gereja bersejarah di ibu kota Italia.

Valentino lahir di Lombardy pada Mei 1932. Ia dikenal luas lewat koleksi-koleksinya yang menonjolkan kemewahan, kekayaan, dan kemegahan. 

Ketertarikannya pada dunia mode membawanya ke Paris pada usia 17 tahun untuk belajar di Chambre Syndicale de la Couture Parisienne. Di sana, ia mengasah kemampuannya dan sempat bekerja bersama sejumlah desainer besar seperti Jacques Fath, Balenciaga, Jean Dessès, dan Guy Laroche.

Salah satu kontribusi terbesarnya bagi dunia fesyen adalah pengenalan warna khas “Valentino red”. Warna ini terinspirasi dari perjalanannya ke Spanyol dan pertama kali mencuri perhatian dunia melalui gaun pesta ikonik yang kemudian melambungkan nama Valentino ke panggung global. 

Begitu kuatnya makna warna ini, hingga pada koleksi terakhirnya tahun 2008, seluruh model mengenakan gaun merah saat sesi penutup peragaan busana. Selain busana haute couture, Valentino juga dipercaya merancang gaun pengantin Putri Madeleine dari Swedia saat menikah dengan Christopher O’Neill pada Juni 2013. 

Penghargaan demi penghargaan mengiringi karier panjangnya, termasuk penghargaan pencapaian seumur hidup di ajang British Fashion Awards pada Desember 2023 yang digelar di Royal Albert Hall, London.

Alexandra Shulman, mantan pemimpin redaksi British Vogue, menggambarkan Valentino sebagai perwujudan sejati kemewahan. Dalam wawancaranya dengan BBC Radio 4, ia mengatakan bahwa setiap aspek diri Valentino "mewakili glamour dan kemewahan." 

"Ini adalah kabar yang sangat menyedihkan karena ia adalah salah satu desainer besar terakhir di era modern, dan kontribusi utamanya adalah ia menjadi sosok desainer mode seperti yang diinginkan banyak orang," ungkapnya. 

"Ia tidak terlalu peduli apakah dirinya yang paling modis atau paling avant-garde, ia hanya ingin menciptakan pakaian yang indah, dan memang itulah yang ia lakukan," kata Shulman. 

Menurutnya, Valentino mampu mempertahankan loyalitas klien selebritas dalam jangka panjang. Dalam 15 tahun terakhir, nama Valentino tetap bersinar di karpet merah, dengan dukungan dari bintang Hollywood seperti Gwyneth Paltrow, Nicole Kidman, dan Jennifer Lopez. 

Kepergian Valentino meninggalkan warisan abadi bagi dunia mode, sebuah simbol keindahan klasik yang akan terus dikenang lintas generasi.