Kalender Gerhana Matahari dan Bulan 2026, Kenapa Hanya Satu yang Terlihat dari Indonesia?

gerhana bulan, Gerhana Matahari, BRIN, Kalender Gerhana Matahari dan Bulan 2026, Kenapa Hanya Satu yang Terlihat dari Indonesia?

NASA memprediksi akan terjadi empat fenomena gerhana sepanjang tahun 2026, terdiri dari dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan.

Namun, tidak semua peristiwa tersebut dapat diamati dari Indonesia.

Dari seluruh rangkaian gerhana tahun depan, hanya satu gerhana yang bisa disaksikan langsung dari wilayah Tanah Air.

Lantas, mengapa hanya satu gerhana yang dapat terlihat dari Indonesia? Kapan gerhana bulan dan matahari akan berlangsung?

Daftar gerhana Bulan dan Matahari tahun 2026

Mengacu pada data dari laman resmi NASA, empat gerhana yang akan terjadi sepanjang 2026 adalah:

  • Gerhana Matahari Cincin - Selasa, 17 Februari 2026
  • Gerhana Bulan Total - Jumat, 3 Maret 2026
  • Gerhana Matahari Total - Rabu, 12 Agustus 2026
  • Gerhana Bulan Sebagian - Kamis hingga Jumat, 27-28 Agustus 2026.

Gerhana Matahari Sebagian pada Minggu (21/9/2025) tercatat sebagai fenomena gerhana terakhir sebelum memasuki tahun 2026.

Gerhana yang bisa diamati dari Indonesia

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menjelaskan, hanya satu gerhana yang dapat diamati dari Indonesia.

"Hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang bisa diamati di Indonesia," ujar Thomas ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (23/9/2025).

Menurut Thomas, gerhana tersebut bisa disaksikan karena terjadi pada malam hari waktu Indonesia.

Alasan gerhana lain tidak terlihat di Indonesia

Thomas memaparkan alasan tiga gerhana lainnya tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Untuk dua gerhana Matahari, jalur bayangan Bulan berada jauh dari Nusantara, yakni:

  • Gerhana Matahari 17 Februari 2026 terjadi di sekitar Antartika dan Afrika Selatan
  • Gerhana Matahari 12 Agustus 2026 terjadi di sekitar Arktik, Amerika Utara, dan Eropa.

Sementara itu, Gerhana Bulan Sebagian juga tidak dapat diamati dari Indonesia karena berlangsung pada siang hari.

"Gerhana bulan sebagian 28 Agustus 2026 di Indonesia siang hari," kata Thomas.

Meskipun sebagian besar gerhana tidak bisa disaksikan langsung, masyarakat tetap dapat mengikuti fenomena tersebut melalui layanan live streaming dari lembaga astronomi dan komunitas pengamat langit.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang