Tren Mobil Listrik di Indonesia, Terus Berkembang sejak 2020

 Mobil listrik mencatatkan pertumbuhan yang cukup positif di Indonesia. Pada 2025, angkanya bahkan melejit sampai 103.931 unit.

Jika ditelusuri lebih lanjut, mobil listrik mulai terlihat pertumbuhannya pada 2020 meskipun saat itu modelnya cukup terbatas.

Disebutkan pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales (distribusi dari diler ke konsumen) mobil listrik tercatat sebanyak 125 unit dengan pangsa pasar nol persen.

Sebagai gambaran, saat itu beberapa model mobil listrik yang dijual ke konsumen adalah Hyundai Ioniq Electric, Hyundai Kona Electric serta Lexus UX 300e.

Wuling New BinguoEV, Mobil Listrik Ikonik Pertama yang Inspiratif!

Perlahan di 2021, angkanya mulai meningkat jadi 687 unit dengan perolehan pangsa pasar 0,1 persen.

Kemudian wholesales mobil listrik baru mengalami lonjakan yang cukup masif di 2022, yakni 10.327 unit dan mengamankan market share satu persen.

Perlu diketahui, pada 2022 PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) resmi merilis versi terbaru untuk seri Ioniq yaitu Ioniq 5.

Model itu ditawarkan dengan harga Rp 700 jutaan ke atas. Unitnya sudah dirakit lokal di fasilitas perakitan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI).

Lalu turut hadir mobil listrik pertama Wuling di dalam negeri yakni Air ev. Sama seperti Ioniq 5, model itu dirakit di dalam negeri.

Tren positif itu terus berlanjut ke 2023 menjadi 17.051 unit. Pasalnya sejumlah merek Cina memutuskan untuk berinvestasi dan berlomba menghadirkan kendaraan listrik dengan banderol terjangkau.

Neta pertama kali masuk Indonesia memboyong Neta V seharga Rp 300 jutaan. Lalu Wuling meluncurkan produk baru yakni BinguoEV.

Lonjakan Signifikan Pasca Kehadiran Mobil Cina

Sepanjang 2024 semakin banyak manufaktur mobil listrik Cina yang hadir. Salah satu yang paling terkenal adalah BYD.

BYD datang memanfaatkan subsidi mobil listrik impor dari pemerintah. Sehingga meskipun unitnya masih diimpor utuh, harga ditawarkan bisa kompetitif.

Wholesales Mobil Listrik Oktober 2025, Tembus 13 Ribu Unit

Wholesales mobil listrik di RI pada 2024 adalah 43.188 unit. Terakhir di 2025, angka itu naik dua kali lipat menjadi 103.931 unit dan mengamankan market share 12,9 persen.

Kehadiran mobil Cina, terkhusus BYD tampak menggairahkan pasar mobil listrik di dalam negeri sepanjang 2025.

Walaupun, tahun ini BYD bakal mengalami tantangan dan berpotensi terpaksa mengerek harga mobil listriknya karena insentif impor nampaknya dihapus.

Wholesales Mobil Listrik di RI 2020-2025

  • 2020: 125 unit (market share 0 persen)
  • 2021: 687 unit (market share 0,1 persen)
  • 2022: 10.327 unit (market share 1,0 persen)
  • 2023: 17.051 unit (market share 1,7 persen)
  • 2024: 43.188 unit (market share 5,0 persen)
  • 2025: 103.931 unit (market share 12,9 persen)