AS Hentikan Proses Visa Imigran 75 Negara, Apakah Ada Negara Tetangga Indonesia?
Penangguhan visa imigran AS menjadi langkah terbaru pemerintahan Donald Trump dalam memperketat imigrasi legal.
Pemerintah Amerika Serikat menghentikan pemrosesan visa imigran bagi pemohon dari 75 negara karena menilai mereka berisiko membebani sistem bantuan sosial.
Kebijakan ini mulai berlaku pada 21 Januari dan langsung memengaruhi ribuan permohonan yang masih diproses.
Lantas, mana saja negara yang mengalami penangguhan visa AS? Adakah negara Asia Tenggara atau tetangga Indonesia?
Alasan penangguhan visa imigran AS
Departemen Luar Negeri AS menegaskan penangguhan visa imigran AS bertujuan mencegah masuknya pendatang yang berpotensi bergantung pada bantuan publik.
Pemerintah menyimpulkan pemohon dari 75 negara terdampak memiliki risiko tinggi menjadi public charge.
"Pemohon dari negara-negara ini berisiko tinggi menjadi beban publik dan mengandalkan sumber daya pemerintah lokal, negara bagian, dan federal Amerika Serikat," bunyi keterangan kebijakan tersebut dikutip dari Reuters, Rabu (14/01/2026).
Dalam kabel internal yang dikirim ke perwakilan diplomatik AS, Departemen Luar Negeri menyatakan sedang meninjau ulang seluruh kebijakan, regulasi, dan pedoman pemrosesan visa imigran Amerika Serikat.
Pemerintah menyebut peninjauan ini bertujuan meningkatkan standar penyaringan dan verifikasi pemohon.
Visa imigran ditangguhkan, visa non-imigran tetap diproses
Kebijakan ini hanya menyasar pemohon yang berniat menetap permanen di Amerika Serikat.
Pemerintah memastikan visa non-imigran, termasuk visa kunjungan, wisata, dan bisnis, tetap diproses seperti biasa.
AS mempertimbangkan kelancaran mobilitas menjelang Piala Dunia 2026 dan Olimpiade 2028.
"Pemrosesan visa imigran dari 75 negara ini akan dihentikan sementara ketika Departemen Luar Negeri meninjau ulang prosedur imigrasi untuk mencegah masuknya warga asing yang akan mengambil manfaat kesejahteraan publik," kata Juru Bicara Utama Deputi di Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott.
Departemen Luar Negeri juga memerintahkan petugas konsuler menolak visa yang sudah disetujui secara administratif tetapi belum dicetak atau belum diserahkan kepada pemohon.
Daftar 75 negara terdampak, adakah negara tetangga?
Sebanyak 75 negara masuk dalam daftar penangguhan, mencakup wilayah Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, Balkan, dan Karibia.
Negara-negara tersebut antara lain Brasil, Pakistan, Bangladesh, Bosnia, Albania, Haiti, Nigeria, Ethiopia, Irak, dan Yaman.
Dalam daftar 75 negara terdampak penangguhan visa imigran AS, terdapat sejumlah negara yang secara geografis relatif dekat dengan Indonesia.
Negara-negara tersebut meliputi Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
Keempat negara itu berada di kawasan Asia Tenggara dan selama ini memiliki arus mobilitas penduduk yang cukup tinggi ke Amerika Serikat.
Pemerintah AS belum menetapkan tenggat waktu berakhirnya penangguhan visa imigran AS.
Meskipun pemohon masih dapat mengajukan permohonan, pemerintah tidak akan menyetujui atau menerbitkan visa imigran selama masa peninjauan berlangsung.
Pemerintah hanya memberi pengecualian bagi warga negara ganda yang menggunakan paspor dari negara di luar daftar penangguhan.
Bagian dari pengetatan imigrasi pemerintahan Trump
Langkah ini melanjutkan pengetatan imigrasi pemerintahan Donald Trump sejak kembali menjabat.
Pemerintah sebelumnya menaikkan biaya visa kerja H-1B, menurunkan kuota pengungsi, serta menerapkan travel ban Trump terhadap sejumlah negara.
"Pemerintahan Trump mengakhiri penyalahgunaan sistem imigrasi Amerika oleh pihak-pihak yang ingin mengambil kekayaan rakyat Amerika," bunyi keterangan Departemen Luar Negeri, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (15/01/2026).
Data resmi menunjukkan pemerintah AS telah mencabut lebih dari 100.000 visa sejak Trump menjabat.
Kebijakan ini turut mendorong imigrasi bersih negatif pada 2025, pertama kali terjadi dalam 50 tahun terakhir.
Penangguhan visa imigran AS kini menegaskan arah kebijakan imigrasi yang semakin ketat terhadap imigran legal.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang