Produk Susu Formula Neste yang Ditarik di Pasar Global Ternyata Masuk Indonesia, Ini Hasil Uji BPOM

Badan Pengawas Obat dan Makanan, BPOM, Produk Susu Formula Neste yang Ditarik di Pasar Global Ternyata Masuk Indonesia, Ini Hasil Uji BPOM

Produk susu formula bayi Nestlé yang ditarik dari peredaran di puluhan negara akibat peringatan keamanan pangan global ternyata juga masuk ke Indonesia. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengungkapkan bahwa dua bets produk terdampak tercatat pernah diimpor ke Tanah Air dan telah melalui pengujian laboratorium.

Temuan tersebut disampaikan BPOM setelah menerima notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN).

Notifikasi tersebut berkaitan dengan penarikan susu formula bayi merek SMA, BEBA, dan NAN diduga terkontaminasi racun yang dapat menyebabkan mual dan muntah parah.

Produk yang dipasarkan di berbagai wilayah, seperti Eropa, Turki, dan Argentina, diduga mengandung cereulide, racun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus.

BPOM Nyatakan Produk Tidak Terdeteksi Toksin Cereulide

BPOM menjelaskan, penarikan produk susu formula Nestlé disebabkan oleh potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu yang digunakan dalam produksi formula bayi. 

Produk yang terdampak tersebut hanya produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi untuk usia 0–6 bulan) yang mengantongi nomor izin edar ML 562209063696 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1.

Berdasarkan penelusuran terhadap data importasi BPOM, dua bets produk susu formula terdampak tersebut diimpor ke Indonesia. 

Namun, hasil pengujian terhadap sampel produk dari dua bets terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ <0,20 µg/kg).

Meski hasil uji laboratorium tidak menemukan keberadaan toksin cereulide, BPOM menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian demi melindungi kesehatan masyarakat, terutama karena produk tersebut dikonsumsi oleh bayi.

BPOM sudah memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi dan melakukan penghentian sementara importasi produk terkait. 

PT Nestlé Indonesia juga melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) terhadap seluruh produk formula bayi dengan bets terdampak di bawah pengawasan BPOM.

BPOM Tegaskan Belum Ada Kejadian Sakit

BPOM memastikan, hingga laporan ini disampaikan, belum terdapat laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia yang berkaitan dengan konsumsi formula bayi yang ditarik dari banyak negara.

Toksin cereulide dalam produk tersebut adalah toksin yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus. 

Toksin ini bersifat tahan panas (heat stable) sehingga tidak dapat dimusnahkan atau dinonaktifkan melalui penyeduhan dengan air mendidih maupun proses pemasakan biasa. 

Dampak paparan toksin ini umumnya muncul cepat sekitar 30 menit hingga enam jam setelah konsumsi. 

Gejala yang ditimbulkan berupa muntah parah atau persisten, diare, serta kelesuan yang tidak biasa.

Nestle Indonesia Pastikan Produk Susu Formula Aman

Sebelumnya, Nestlé Indonesia sudah menegaskan bahwa seluruh produk yang beredar di pasar Indonesia aman untuk dikonsumsi.

Nestlé Indonesia juga memastikan bahwa seluruh fasilitas produksinya di dalam negeri tidak terdampak oleh isu tersebut.

Seluruh produk yang diproduksi secara lokal telah melalui proses pengawasan ketat dan memenuhi standar keamanan pangan.

Sementara itu, produk impor yang dipasarkan di Indonesia juga telah lolos pengujian menyeluruh sehingga memenuhi persyaratan mutu dan keamanan yang berlaku.

"Nestlé Indonesia senantiasa berkomitmen untuk menerapkan standar mutu tertinggi serta menyediakan informasi yang jelas dan transparan kepada para orang tua dan masyarakat luas," kata pihak perusahaan di laman resminya, Jumat (9/1/2026).

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang