Derby Paris Mengejutkan! Reaksi Luis Enrique Usai PSG Disingkirkan Paris FC di Coupe de France

Duel PSG vs Paris FC
Duel PSG vs Paris FC

 Paris Saint-Germain harus menelan pil pahit pada ajang Coupe de France 2025/2026. Bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Parc des Princes, PSG secara mengejutkan tersingkir di babak 32 besar setelah kalah tipis 0-1 dari rival sekota, Paris FC, pada Selasa dini hari WIB, 13 Januari 2026.

Pelatih PSG, Luis Enrique, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya usai laga. Juru taktik asal Spanyol tersebut menilai anak asuhnya tampil dominan dan menciptakan banyak peluang, namun gagal memaksimalkan kesempatan menjadi gol.

“Saya kecewa dengan hasilnya dan ketidakmampuan kami mencetak gol. Padahal, dalam pertandingan level tinggi ini, kami tim yang lebih baik dengan banyak peluang,” ujar Luis Enrique, dikutip dari laman resmi Paris Saint-Germain.

Berdasarkan data statistik Fotmob, PSG memang menguasai jalannya pertandingan dengan 70 persen penguasaan bola. Ousmane Dembele dan rekan-rekan juga melepaskan 25 percobaan tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran. Namun dominasi tersebut tak cukup untuk membendung efektivitas Paris FC.

Pelatih PSG, Luis Enrique

Luis Enrique menegaskan bahwa secara permainan timnya tidak pantas kalah. Ia bahkan berharap PSG bisa menampilkan performa serupa saat menghadapi LOSC Lille pada lanjutan Liga Prancis 2025/2026 di Paris, Sabtu (17/1) dini hari WIB.

“Dalam sepak bola, terkadang hasil akhirnya tidak adil. Bagi saya, kami tidak kalah pada pertandingan ini,” kata Enrique.

Kekalahan ini turut disesalkan bek tengah PSG, Illia Zabarnyi. Pemain asal Ukraina itu menyebut tersingkir dari Piala Prancis sebagai kabar buruk, mengingat PSG selalu ditargetkan bersaing dalam perebutan gelar di setiap kompetisi.

Meski demikian, Zabarnyi meminta seluruh tim segera bangkit dan menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi untuk menatap laga-laga berikutnya.

“Kami harus memulihkan kondisi dan siap memberikan segalanya. Hal yang bagus adalah kami masih memiliki banyak pertandingan ke depan. Itu berarti kami fokus memperbaiki penampilan dan membangun kembali dari sana,” ujar Zabarnyi.

Dalam pertandingan tersebut, PSG harus kebobolan pada menit ke-74 melalui gol Nanitamo Ikone, yang menjadi satu-satunya gol di laga derbi Paris tersebut. Skor 0-1 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Hasil ini terbilang mengejutkan mengingat Paris Saint-Germain berstatus sebagai juara bertahan Coupe de France. Tersingkirnya PSG juga memupus ambisi Dembele dan kolega untuk meraih treble winners dua musim berturut-turut.