Sederet Fakta Penculikan WNI oleh Bajak Laut di Gabon, Ini Respons Pemerintah Indonesia
Kasus penculikan WNI di Gabon kembali menyoroti ancaman keamanan di jalur maritim internasional, khususnya di kawasan Teluk Guinea.
Empat WNI menjadi korban penculikan bajak laut bersenjata saat bekerja sebagai awak kapal penangkap ikan di perairan Gabon pada awal Januari 2026.
Peristiwa ini tidak hanya memicu perhatian pemerintah, tetapi juga mendorong DPR menyoroti perlindungan WNI di luar negeri.
Lantas, apa saja yang perlu diketahui dari penculikan ini? Berikut sederet faktanya.
Lokasi dan waktu kejadian
Penculikan WNI di Gabon terjadi pada Sabtu (10/1/2026) di perairan Ekwata, Gabon, yang masuk kawasan Teluk Guinea.
Serangan berlangsung saat kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828), tengah beroperasi menangkap ikan.
Dilansir dari pada Selasa (13/1/2026), Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, menjelaskan lokasi serangan berada sekitar tujuh mil laut tenggara Ekwata. Serangan terjadi pada dini hari dalam kondisi laut gelap.
Jumlah korban dan awak kapal
Dalam insiden tersebut, sembilan dari total 12 awak kapal diculik oleh bajak laut.
Para korban terdiri dari lima warga negara China dan empat WNI. Tiga awak lainnya berhasil lolos dari penculikan dan bertahan di atas kapal.
Meyong menyebut serangan dilakukan secara cepat dan brutal oleh tiga orang bersenjata yang langsung menargetkan kru tertentu sebelum membawa para korban pergi.
Kondisi terkini WNI korban penculikan
Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan perkembangan terbaru terkait penculikan WNI di Gabon.
Pelaksana tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, memastikan dua WNI saat ini berada dalam kondisi aman.
Sementara itu, dua WNI lainnya telah dikawal oleh Angkatan Laut Gabon menuju Libreville, ibu kota Gabon, bersama awak kapal yang selamat.
"Tiga awak lainnya, dua di antaranya WNI, saat ini dalam kondisi aman dan tetap berada di kapal yang sama. Tiga awak kapal, termasuk dua WNI yang berada di kapal IB FISH 7, telah dikawal oleh Angkatan Laut Gabon menuju Libreville, ibu kota Gabon," kata Heni dalam konfirmasi, dikutip dari , Selasa (13/1/2026).
Peran Angkatan Laut Gabon
Pasukan Angkatan Laut Gabon langsung bergerak mengamankan kapal IB FISH 7 dan mengawal awak yang selamat ke pelabuhan.
Hingga kini, otoritas Gabon masih memburu para pelaku penculikan.
Pemerintah Gabon menyatakan situasi keamanan maritim berada dalam kendali dan seluruh langkah pengamanan telah diambil di tingkat pemerintahan tertinggi.
Respons DPR dan dorongan perlindungan WNI
Kasus penculikan WNI di Gabon mendapat perhatian Komisi I DPR.
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini, menyebut peristiwa ini sebagai alarm meningkatnya ancaman di jalur maritim internasional.
"Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penculikan empat WNI di perairan Gabon, yang dilaporkan sebagai bagian dari aksi bajak laut bersenjata terhadap kapal penangkap ikan di wilayah laut tersebut. Insiden ini sangat memprihatinkan dan menjadi alarm tentang meningkatnya ancaman terhadap keselamatan WNI di jalur maritim internasional," ujar Amelia kepada Kompas.com, Selasa (13/1/2026).
Ia menegaskan Komisi I DPR akan mendorong pemerintah memperkuat koordinasi lintas instansi, membangun mekanisme early warning, serta membentuk task force tanggap krisis guna mencegah kejadian serupa.
Upaya Kemenlu dan KBRI Yaoundé
Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan otoritas Gabon dan KBRI Yaoundé untuk mempercepat penyelamatan para WNI yang masih berada dalam penyanderaan.
Kemenlu juga memastikan hak ketenagakerjaan para ABK WNI dan keluarga tetap dipenuhi oleh perusahaan kapal.
Kasus penculikan WNI di Gabon kembali menegaskan tingginya risiko keamanan di kawasan Teluk Guinea, sekaligus menjadi ujian bagi sistem perlindungan WNI di jalur maritim internasional.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang