Top 11+ Atlet MMA Indonesia Tampil di Kualifikasi Asian Games 2026

Asian Games 2026, PB Pertacami, Mixed Martial Arts, 11 Atlet MMA Indonesia Tampil di Kualifikasi Asian Games 2026

Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB Pertacami) resmi mengirimkan 11 atletnya untuk mengikuti 3rd AMMA Championship atau Kejuaraan Asia MMA 2026.

Seluruh tim telah bertolak ke China pada Selasa (6/1/2026). Kejuaraan ini merupakan kualifikasi Asian Games 2026 yang digelar di Luzhou, China, pada 9-11 Januari 2026.

Mengingat pentingnya kejuaraan ini, Pertacami pun menargetkan hasil maksimal demi meloloskan atlet sebanyak-banyaknya ke multievent olahraga tingkat Asia itu yang akan digelar di Jepang pada 19 September - 4 Oktober 2026.

Sebanyak 11 atlet yang diberangkatkan terbagi menjadi dua kategori, yakni Traditional MMA dan Modern MMA.

masing lima atlet di kategori traditional, yakni Alfiandi (Traditional MMA 60kg), Eugene Darrien Djubair (Traditional MMA 65kg), Delvi Nurfadilah (Traditional MMA 49kg), Dwi Ani Retno Wulan (Traditional MMA 54kg), dan Yusni Nurhayati Hutasoit (Traditional MMA 60kg). 

Kemudian, enam atlet lainnya yang akan bertarung di kategori modern, meliputi Riswan Efendi Hutabalian (Modern MMA 56kg), Jon Setiawan Saragih (Modern MMA 60kg), Albert (Modern MMA 65kg), Novia Pesik (Modern MMA 49kg), Vallensia Fahira Hotmauli (Modern MMA 54kg), dan Maydelse Sitepu (Modern MMA 60kg).

Ketua Umum PB Pertacami yang juga Presiden GAMMA (Global Association of Mixed Martial Arts), Tommy Paulus Hermawan, menyatakan proses pemilihan atlet dilakukan dengan seleksi ketat berdasarkan performa teknis, kesiapan fisik, dan pengalaman bertanding di level internasional.

"Setelah melewati uji coba pada SEA Games 2025 Thailand, Asian Games mendatang merupakan panggung multievent yang penting dalam kaitannya dengan perjalanan cabang olahraga MMA menuju pengakuan IOC (International Olympic Committee)," kata Tommy dalam keterangan pers PB Pertacami, Rabu (7/1/2026).

"Kami membawa atlet-atlet yang sudah memiliki rekam jejak kuat di kejuaraan dunia. Kami optimistis bisa membawa pulang prestasi terbaik dan mengharumkan Indonesia," tambah dia.

Pengakuan Internasional

Hadirnya cabang olahraga MMA di Asian Games memiliki banyak arti penting dalam perkembangan MMA secara keseluruhan.

Dengan ini, artinya MMA telah mendapatkan pengakuan sebagai disiplin olahraga kompetitif yang terstruktur dan berstandar Olimpiade.

Di samping debut, Asian Games menjadi panggung penting untuk menunjukkan kesiapan MMA Asia bersaing di level multievent tertinggi.

Sebagai upaya mendukung konsistensi prestasi para atlet di level internasional, Pertacami juga sudah menggelar Pelatnas secara intensif berkesinambungan di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta sejak awal 2025. 

Program ini menerapkan pendekatan sport science yang terukur dan terpadu, mencakup pengembangan teknik, peningkatan kondisi fisik dan daya tahan, strategi bertanding, serta pembinaan mental atlet untuk memastikan atlet berada dalam kondisi puncak ketika pertandingan.

"Kami berharap besar dan percaya penuh bahwa para atlet siap berjuang serta lolos kualifikasi. Kepercayaan diri PB Pertacami juga diperkuat oleh capaian gemilang pada SEA Games 2025 Thailand, di mana Indonesia mengirimkan enam atlet MMA dan seluruhnya berhasil meraih medali," kata Tommy.

"Prestasi tersebut mencatatkan 100 persen tingkat keberhasilan, dengan perolehan 1 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu."

"Performa pada SEA Games 2025 menjadi bukti kesiapan atlet MMA Indonesia. Enam atlet bertanding, enam medali kami raih. Ini bukan hanya prestasi, tetapi juga validasi dari sistem pembinaan yang kami jalankan."

"Kami percaya kerja keras atlet akan terbayar di arena pertandingan. Dukungan publik Indonesia akan menjadi bagian dari perjalanan penting MMA nasional ke level berikutnya," ucap dia.

Selain mengirim atlet, salah satu pelatih pelatnas, yakni Agung Maulana, juga terpilih sebagai wasit di ajang 3rd AMMA Championship 2026.

MoU SEAMMA

Selain mencatatkan debut, SEA Games 2025 juga menjadi ajang bagi para pengurus federasi MMA Asia Tenggara untuk berkumpul dan mendeklarasikan pembentukan SEAMMA (Federasi Regional MMA Asia Tenggara).

Nota kesepahaman (MoU) berlangsung di MCC Hall, The Mall Ngamwongwan, Bangkok, Thailand, pada 11 Desember 2025 yang ditandatangani oleh pimpinan federasi MMA Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Thailand yang menjadi Pimpinan Eksekutif awal SEAMMA.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang