IHT Berkembang Pesat, Pengusaha Rokok Madura Usung Sinergi untuk Maju Bersama

Pengusaha pabrik rokok Cahaya Pro, H. Fathor Rosi
Pengusaha pabrik rokok Cahaya Pro, H. Fathor Rosi

Pertumbuhan industri hasil tembakau (IHT) di Indonesia makin pesat, termasuk salah satunya di wilayah Madura. Dampak berganda (multiplier effect) juga makin dirasakan, mulai dari serapan bahan baku tembakau dari para petani setempat, serapan tenaga kerja (padat karya), peningkatan pendapatan daerah, hingga penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau. 

Merespons perkembangan tersebut, pengusaha pabrik rokok Cahaya Pro, H. Fathor Rosi, mengajak para pengusaha IHT di Madura bangkit dan maju bersama, dan meminta pemerintah pusat mendukung langkah tersebut.

Menurut Fathor, IHT adalah salah satu tulang punggung penerimaan negara, dan bagi daerah seperti Madura hal ini sangat krusial khususnya bagi kelangsungan roda perekonomian daerah dan pekerja sektor tembakau.

"Silakan pemerintah pusat tegak lurus itu, jangan membunuh industri tembakau, tapi tolong industri tembakau ini dibina. Tidak hanya Cahaya Pro yang ingin maju. Kita juga ingin maju bersama. Seperti kata bapak bupati Pamekasan ‘Bangkit Bersama, Sejahtera Berkualitas'," kata Fathor dalam keterangannya, Rabu, 7 Januari 2026.

Bacapres Ganjar Pranowo mengunjungi pabrik rokok di Malang

Dia juga menyampaikan pesan pada wakil gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, agar pemerintah pusat melakukan pembinaan ke para pengusaha IHT di Madura.

"Supaya petani tembakau Madura ini dibina. Karena Madura ini tinggal pembinaan saja. InshaAllah, Madura tidak akan malu-maluin," ujarnya.

Diketahui, PR Cahaya Pro Pamekasan menerima penghargaan Madura Awards untuk kategori kontributor cukai tertinggi IHT lokal 2025, yang diterima langsung owner PR Cahaya Pro, H. Fathor Rosi. 

Dalam catatan kontribusi cukai IHT tahun 2025, PR Cahaya Pro tidak hanya tertinggi di Kabupaten Pamekasan namun juga sekaligus nomor satu se-Madura.

Fathor pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan dari panitia Madura Awards XII yang sudah sukses melaksanakan anugerah pada event tersebut.

"Tak lupa, kami ingin menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh karyawan kami, karena tanpa mereka, kami tidak akan bisa sampai ke sini. Sebetulnya, kontribusi terbesar dari tahun 2015 itu, Alhamdulillah, Cahaya Pro selalu nomor satu di Madura," kata Fathor.

Tembakau kering yang dilinting untuk menjadi rokok di pabrik.

Tembakau kering yang dilinting untuk menjadi rokok di pabrik.

Dia juga berharap para pemangku kebijakan terus hadir untuk membina industri rokok lokal, agar tetap kondusif dan berdaya saing. Menurutnya, peran pemerintah sangat penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Madura.

“Pemerintah harus hadir membina, bukan membinasakan. Industri rokok di Madura punya potensi besar, baik untuk serapan tenaga kerja maupun kesejahteraan petani tembakau. Jangan sampai Madura dicap sebagai sarang rokok ilegal,” ujarnya.

Diketahui, PR Cahaya Pro tahun ini kembali menjadi perusahaan dengan jumlah buruh penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terbanyak di Pamekasan tahun 2025.

Data Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan menyebutkan, dari 54 perusahaan yang terinventarisasi, sebanyak 418 buruh PR Cahaya Pro menerima BLT DBHCHT dari total 4.458 penerima yang diproyeksikan.