Penyebab Cabai Kisut dan Keriput, Apakah karena Kurang Air?

tanaman cabai, cabai kisut, cabai layu, Penyebab Cabai Kisut dan Keriput, Apakah karena Kurang Air?, 1. Serangan jamur penyebab layu dan busuk, 2. Layu karena bakteri, 3. Virus penyebab gejala keriting dan daun menguning, 4. Faktor lingkungan dan praktik budidaya

Cabai yang terlihat kisut, keriput, atau kering dan layu, adalah masalah umum di kebun rumahan maupun lahan pertanian.

Banyak orang mengira buah cabai yang kisut adalah karena kurang air.

Padahal, fenomena ini sering kali bukan sekadar kurang air, tetapi bisa menjadi pertanda bahwa tanaman cabai terserang hama atau penyakit yang serius.

Berbagai patogen (organisme penyebab penyakit tanaman) seperti jamur, bakteri, dan virus dapat mengganggu aliran air dan nutrisi tanaman, menyebabkan daun mengering, batang melemah, dan akhirnya tanaman tampak layu atau kisut.

Pengetahuan tentang penyebab ini penting agar upaya pencegahan dan pengendalian bisa dilakukan tepat sasaran. 

Lantas, apa saja penyebab cabai kisut?

Penyebab cabai kisut

Ini beberapa penyebab buah cabai jadi kisut dan layu:

1. Serangan jamur penyebab layu dan busuk

Salah satu penyebab utama tanaman cabai layu adalah jamur Phytophthora, yang masuk melalui akar atau batang, terutama saat musim hujan atau tanah terlalu lembap.

Dilansir dari laman Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, infeksi jamur ini menyebabkan jaringan akar dan pangkal batang membusuk sehingga aliran air terganggu dan tanaman terlihat layu bahkan mati. 

Selain itu, jamur Fusarium oxysporum juga dikenal sebagai penyebab layu Fusarium yang menyerang sistem vaskular tanaman cabai dan menyebabkan daun menguning, layu pada siang hari, serta kematian tanaman bila serangan berkembang cepat. 

2. Layu karena bakteri

Selain jamur, bakteri Pseudomonas solanacearum (atau Ralstonia solanacearum) juga sering ditemukan pada tanaman cabai yang tiba-tiba layu, terutama jika kondisi tanah terlalu basah atau drainase kurang baik.

Bakteri ini menyerang jaringan akar dan batang sehingga akar tidak mampu menyuplai air ke daun dan batang, menimbulkan gejala layu yang sering keliru diartikan sebagai kekurangan air. 

3. Virus penyebab gejala keriting dan daun menguning

Beberapa jenis virus tanaman dapat menyebabkan tanaman cabai tampak rusak, bergelombang, atau kerdil.

Dicukil dari Katalog Induk Kementerian Pertanian, salah satu yang umum adalah virus kuning (Gemini virus) yang ditularkan oleh serangga seperti kutu kebul, yang menghasilkan daun yang menguning, mengecil, dan tanaman tidak berbuah optimal. 

Virus lain seperti Cucumber Mosaic Virus (CMV) juga menyebabkan gejala mosaik pada daun, yaitu bercak belang-belang hijau muda dan tua, dan bila parah tanaman bisa tampak layu dan lemah. 

4. Faktor lingkungan dan praktik budidaya

Selain organisme patogen di atas, faktor lingkungan seperti kelembapan tinggi, drainase buruk, dan penanaman terlalu rapat juga dapat memperburuk risiko serangan.

Penyakit ini cenderung lebih cepat menyebar saat musim hujan karena kondisi lembap yang mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri. 

Meski istilah kisut sering diasosiasikan dengan tanaman kekurangan air, kenyataannya gejala layu ini sering kali diakibatkan oleh gangguan aliran air dan nutrisi dalam tanaman akibat patogen.

Mikroorganisme seperti jamur dan bakteri menghambat fungsi akar dan batang sehingga tanaman tidak efektif menyerap dan mengedarkan air, meskipun air tersedia di tanah. 

Cara mengatasi cabai kisut

Dilansir dari laman Litbang Deptan, penanganan cabai yang tampak layu atau kisut memerlukan pendekatan yang tepat sesuai dengan jenis patogen yang menyerang.

Menurut panduan pengendalian hama dan penyakit tanaman cabai dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian dan Kementerian Pertanian, sanitasi lahan dan penggunaan benih yang sehat merupakan langkah awal penting untuk mencegah terjadinya infeksi jamur, bakteri, atau virus.

Tanaman sakit disarankan untuk segera dicabut dan dimusnahkan agar sumber infeksi tidak menyebar ke tanaman sehat lainnya.

Selanjutnya, pemupukan yang seimbang dan pengaturan irigasi yang benar juga dapat membantu menjaga kondisi tanaman agar lebih tahan terhadap serangan patogen.

Selain itu, penggunaan agen hayati seperti Trichoderma spp. dan Bacillus subtilis terbukti efektif untuk menekan pertumbuhan penyebab layu jamur dan bakteri pada tanaman cabai.

Teknik ini dianjurkan dalam pengendalian terpadu untuk mengurangi serangan patogen dan meminimalkan risiko kehilangan hasil panen tanpa bergantung sepenuhnya pada pestisida kimia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang