Jadi Film Terlaris Indonesia, Agak Laen: Menyala Pantiku! Sempat Hampir Gagal Syuting

Agak Laen, Muhadkly Acho, Jadi Film Terlaris Indonesia, Agak Laen: Menyala Pantiku! Sempat Hampir Gagal Syuting, Rekor penonton dan reaksi Muhadkly Acho, Titik terendah: skenario terhapus saat penulisan, Menulis ulang naskah di tengah tekanan pribadi, Target rendah, capaian melampaui ekspektasi

Film Agak Laen: Menyala Pantiku! kini menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Di balik kesuksesannya, film yang menggaet lebih dari 10 juta penonton ini melewati proses produksi yang tidak berjalan mulus sejak awal. Bahkan, film ini sempat berada di fase krisis yang nyaris menggagalkan syuting.

Lantas, bagaimana film ini akhirnya bisa melewati masa krisis sebelum menjadi seperti sekarang ini?

Rekor penonton dan reaksi Muhadkly Acho

Berdasarkan laman resmi rumah produksi @imajinari.id di Instagra, film Agak Laen: Menyala Pantiku! meraih 10,370,135 penonton dalam 38 hari penayangan per Minggu (4/1/2026). 

Angka itu menempatkan Agak Laen: Menyala Pantiku! sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa, melampaui rekor sebelumnya.

Sutradara sekaligus penulis naskah, Muhadkly Acho, menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh kru dan dukungan penonton sejak hari pertama.

"Sangat terharu sekali dengan pencapaian ini bersama Imajinari dan seluruh kru dan pemeran film Agak Laen: Menyala Pantiku! Terima kasih juga untuk seluruh penonton yang telah mendukung film ini hingga akhirnya mencapai titik sebagai Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa," tulis Acho dalam siaran pers dikutip dari , Sabtu (3/1/2026).

Titik terendah: skenario terhapus saat penulisan

Kesuksesan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi produksi di tahap awal.

Acho mengungkap bahwa file skenario utama film ini sempat terhapus saat proses menulis, padahal sudah rampung sekitar 70 persen.

"Apa kejadian paling mengerikan yang kamu alami tahun ini? Kalau saya.. bulan Maret lalu, saya dengan bodohnya tanpa sengaja menghapus file yang berisi skenario AGAK LAEN: Menyala Pantiku! yang sudah 70% saya tulis, padahal deadline tinggal beberapa hari lagi," tulis Acho, sebagaimana dikutip dari , Kamis (1/1/2026). 

Kejadian itu membuatnya terpukul dan khawatir produksi film akan gagal sebelum syuting dimulai.

Setelah kehilangan naskah, Acho memutuskan menulis ulang skenario dari awal. Ia melakukannya sambil tetap menjalani proses syuting film lain dan menghadapi kondisi keluarga yang tidak mudah.

Di tengah penulisan ulang, anaknya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Situasi tersebut membuat Acho menulis di sela waktu menjaga anak, bahkan hingga larut malam.

"Rasanya mau nyerah. Tapi Tuhan berkata lain. Ternyata, di 3 malam saya nulis di rumah sakit, justru ide-ide mengalir deras, termasuk adegan masjid yang sangat religius itu," tulisnya.

Target rendah, capaian melampaui ekspektasi

Produser Ernest Prakasa menyebut sejak awal Imajinari tidak menargetkan film ini menjadi rekor nasional.

Fokus utama hanya pada peningkatan kualitas humor dibanding film sebelumnya.

"Sejak awal, tujuan Imajinari adalah membuat Agak Laen: Menyala Pantiku! lebih lucu dari film pertamanya. Namun, ternyata sambutannya luar biasa hingga pecah rekor berkali-kali selama film ini tayang," kata Ernest.

Pemain Indra Jegel juga mengungkap target awal penonton hanya sekitar 1,1 juta, jauh di bawah capaian akhir.

Dengan jam tayang yang masih tinggi, film Agak Laen: Menyala Pantiku! jadi film Indonesia terlaris dan masih berpeluang mencatatkan rekor baru di jaringan bioskop nasional.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang