Inflasi Desember 2025 Capai 0,64 Persen, Cabai Rawit hingga Telur Ayam Penyumbang Terbesar

Inflasi terkendali, stabilitas ekonomi tetap terjaga
Inflasi terkendali, stabilitas ekonomi tetap terjaga

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Desember 2025 mencapai 0,64 persen secara bulanan (month to month). Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi November 2025 di sebesar 0,17 persen. 

"Pada Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 0,64 persen secara bulanan atau monnth to month (mtm) atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) sebesar dari 109,2 pada November 2025 meenjadi 109,92 pada Desember 2025," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers pada Senin, 5 Januari 2026. 

Pudji menegaskan bahwa seluruh komponen inflasi kompak mengalami kenaikan dipimpin komponen bergejolak dengan lonjakan sebesar 2,74 persen. Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,20 persen sedangkan komponenharga yang diatur pemerintah tercatat sebesar 0,37 persen. 

Inflasi secara tahunan (year on year) dan tahuan kalender (year to date) tercatat sebesar 2,92 persen. Pudji menjelaskan kesamaan ini karena data yang dibandigngkan adalah dua titik yang sama, yakni IHK Desember 2025 dan IHK Desember 2024. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan laju inflasi 1,66 persen dan memberikan andil inflasi 0,48 persen. Komoditas yang mendorong inflasi pada kelompok ini adalah cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, ikan segar serta telur ayam ras.

Emas perhiasan turut menyumbang inflasi sebesar 0,77 persen sehingga inflasi membengkak di akhir tahun 2025. Pudji menambahkan komoditas lain yang memberikan kontribusi terhadap inflasi adalah bensin sebesar 0,03 persen dan tarif angkutan udara sebesar 0,02 persen. 

Kelompok transportasi juga mencatat inflasi cukup signifikan sebesar 0,55 persen dengan andil 0,07 persen. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 1,00 persen dan memberikan andil inflasi 0,07 persen.

Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi relatif rendah sebesar 0,06 persen. Kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,09 persen, sedangkan pendidikan hanya mencatat inflasi tipis sebesar 0,01 persen.

Di sisi lain, cabai merah menjadi satu-satunya komoditas yang menyumbang deflasi pada bulan Desember 2025, yakni sebesar 0,03 persen.