Spanyol Tolak Intervensi Eksternal di Venezuela, Serukan Deeskalasi

penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Spanyol Tolak Intervensi Eksternal di Venezuela, Serukan Deeskalasi, Pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Seruan Deeskalasi Pasca Serangan AS, Sikap Kementerian Luar Negeri Spanyol, Klaim AS dan Laporan Media

Pemerintah Spanyol menegaskan tidak akan mendukung intervensi eksternal apa pun di Venezuela yang melanggar hukum internasional.

Pernyataan ini disampaikan menyusul serangan Amerika Serikat ke Caracas yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Madrid menilai langkah semacam itu berisiko meningkatkan ketegangan regional dan ketidakpastian.

Spanyol pun mendorong de-eskalasi serta penyelesaian melalui dialog sesuai prinsip hukum internasional.

Pernyataan Perdana Menteri Spanyol

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan posisi negaranya terkait situasi Venezuela.

Ia menyatakan Spanyol tidak mengakui pemerintahan Maduro, namun juga menolak intervensi yang melanggar hukum internasional.

“Spanyol belum mengakui rezim [Presiden Venezuela Nicolas] Maduro. Namun, kami juga menentang setiap intervensi yang melanggar hukum internasional dan mendorong kawasan ini menuju ketidakpastian dan militerisme,” kata Sanchez melalui platform X.

Sanchez mendesak semua pihak untuk mengedepankan kepentingan rakyat Venezuela, menghormati prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta membangun proses transisi yang adil dan berbasis dialog.

Seruan Deeskalasi Pasca Serangan AS

Pemerintah Spanyol pada Sabtu menyerukan deeskalasi menyusul serangan Amerika Serikat terhadap Caracas yang menyebabkan penangkapan Presiden Venezuela pada Sabtu dini hari (3/1/2026).

Sanchez menyampaikan bahwa pemerintah Spanyol terus memantau perkembangan situasi di Venezuela.

Ia juga memastikan kedutaan besar dan konsulat Spanyol di negara tersebut tetap beroperasi.

“Kami menyerukan deeskalasi dan sikap bertanggung jawab,” tulis Sanchez, seraya menegaskan bahwa “Hukum Internasional harus dihormati.”

Sikap Kementerian Luar Negeri Spanyol

Kementerian Luar Negeri Spanyol mengeluarkan komunike yang menyerukan de-eskalasi dan moderasi.

Pemerintah Spanyol menekankan bahwa setiap tindakan harus menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB.

Menurut data resmi, sekitar 136.000 warga negara Spanyol terdaftar sebagai penduduk Venezuela pada 2023.

Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan pihaknya terus memantau kondisi warga Spanyol di negara tersebut.

Pemerintah Spanyol juga mengonfirmasi bahwa staf Kedutaan Besar dan Konsulat Spanyol di Caracas, beserta keluarga mereka, berada dalam kondisi aman.

Klaim AS dan Laporan Media

Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela.

Trump juga mengklaim Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut.

Sejumlah media melaporkan adanya ledakan di Caracas dan menyebut operasi dilakukan oleh unit elite Delta Force, meski belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Amerika Serikat terkait rincian operasi tersebut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang