Superflu Masuk Indonesia, Apakah Masyarakat Perlu Vaksin Ulang? Ini Kata Kemenkes

superflu, Kemenkes, vaksin flu, Superflu Masuk Indonesia, Apakah Masyarakat Perlu Vaksin Ulang? Ini Kata Kemenkes

 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat adanya 62 kasus influenza A subclade K atau superflu di beberapa wilayah Indonesia.

Hingga akhir Desember 2025, kasus superflu tersebar di delapan provinsi dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Mayoritas kasus dialami perempuan, yaitu 64 persen, dengan kelompok usia 1–10 tahun yang paling banyak terdampak, sekitar 35 persen dari total pasien.

Dari 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, genome sequencing dilakukan pada 348 sampel untuk memastikan jenis subclade yang beredar di Indonesia.

"Dengan temuan 152, yaitu 44 persen tipe A(H1), 172 atau 49 persen tipe A(H3), dengan 62 atau 36 persen di antaranya subklade K. Dan sisanya 24, yaitu 7 persen adalah tipe B/Victoria," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Widyawati dikutip dari Antara, Kamis (1/1/2026).

Lalu, apakah masyarakat perlu vaksin ulang untuk mencegah superflu?

Apakah Masyarakat Perlu Vaksin Ulang untuk Cegah Superflu?

Kemenkes menegaskan bahwa vaksin flu yang tersedia saat ini masih efektif menurunkan risiko sakit berat, rawat inap, dan kematian akibat superflu.

Widyawati mengatakan, menurut penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan data epidemiologi terbaru, subklade K tidak menunjukkan tingkat keparahan lebih tinggi dibandingkan klade atau subklade lainnya.

Gejala umum yang dirasakan seseorang akibat superflu, yakni demam, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri tenggorokan. Gejala-gejala ini seperti flu musiman.

Widyawati menambahkan, pemerintah tetap melakukan pemantauan dan pelaporan kasus secara rutin, sambil menyiapkan langkah-langkah pencegahan sesuai perkembangan situasi.

Dia menjelaskan, kasus influenza tipe A (H3) di AS sudah meningkat sejak minggu ke-40 tahun 2025 atau sekitar bulan Oktober.

"Peningkatan kasus influenza ini seiring dengan musim dingin yang mana juga serupa dengan tahun atau musim sebelumnya. Jumlah kasusnya yang dilaporkan di Amerika Serikat sebanyak 1.127 kasus," ujarnya.

Sementara itu, di Asia, subklade K tercatat di beberapa negara seperti China, Korea, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak minggu ke-30 2025, dengan dominasi varian influenza A H3.

"Namun demikian, tren kasus influenza di negara tetangga tersebut cenderung menurun dalam dua bulan terakhir," tambah Widyawati.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang