Kronologi Tragedi Kapal Wisata di Perairan Komodo, Pelatih Valencia Women B dan Tiga Anaknya Tewas

Fernando Martin Carreras, Kronologi Tragedi Kapal Wisata di Perairan Komodo, Pelatih Valencia Women B dan Tiga Anaknya Tewas, Kronologi Tragedi Kapal Wisata yang Tewaskan Pelatih Valencia Women B, Kesaksian Ayah Mertua Ungkap Detik-detik Tragedi, Daftar Nama Korban Tragedi Kapal Wisata di Pulau Padar, Pernyataan Resmi Klub dan Otoritas Setempat

Klub LaLiga Spanyol, Valencia CF, diliputi duka mendalam setelah pelatih Valencia Women B, Fernando Martin Carreras, meninggal dunia bersama tiga anaknya.

Mereka menjadi korban dalam kecelakaan kapal wisata yang tenggelam di perairan Indonesia, dekat Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat malam (26/12/2025) waktu setempat dan melibatkan rombongan wisata yang tengah berlayar di kawasan Taman Nasional Komodo.

Insiden tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga korban sekaligus komunitas sepak bola Valencia.

Kronologi Tragedi Kapal Wisata yang Tewaskan Pelatih Valencia Women B

Kecelakaan kapal wisata itu terjadi di sekitar Pulau Padar, wilayah perairan Taman Nasional Komodo.

Menurut laporan media setempat, kapal yang ditumpangi rombongan wisatawan mengangkut total 11 orang.

Kapal dilaporkan mengalami kerusakan mesin sebelum akhirnya terbalik akibat gelombang tinggi sekitar 1,5 meter.

Akibat insiden tersebut, tujuh penumpang berhasil diselamatkan, sementara empat orang dinyatakan meninggal dunia.

Korban meninggal terdiri dari Fernando Martin Carreras yang berusia 44 tahun dan tiga anaknya yang masih di bawah umur.

Sementara itu, istri Fernando serta seorang anak perempuannya berusia tujuh tahun berhasil selamat dari kecelakaan tersebut.

Kesaksian Ayah Mertua Ungkap Detik-detik Tragedi

Ayah mertua Fernando Martin Carreras, Enrique Ortuno, mengungkapkan kesaksiannya mengenai detik-detik insiden tersebut.

Ia mengaku terus berkomunikasi dengan putrinya yang selamat dari kecelakaan kapal wisata itu.

"Anak perempuan dan cucu perempuan saya terlempar dari perahu karena mereka berada di bagian yang lebih tinggi," jelas Enrique dikutip dari Mundo Deportivo.

"Mereka jatuh ke laut dan telah diselamatkan, tetapi tiga cucu saya dan menantu laki-laki saya mungkin terjebak di dalam perahu, yang hancur dan tenggelam dengan cepat."

Daftar Nama Korban Tragedi Kapal Wisata di Pulau Padar

Empat korban meninggal dunia dalam tragedi ini adalah Fernando Martin Carreras beserta tiga anaknya.

anak yang meninggal yakni Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier.

Seluruh korban dinyatakan meninggal dunia setelah upaya penyelamatan dilakukan oleh tim gabungan.

Pernyataan Resmi Klub dan Otoritas Setempat

Pihak Valencia CF menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya pelatih Valencia Women B tersebut bersama anak-anaknya.

Dalam pernyataan resmi klub, Valencia menyebut insiden ini sebagai tragedi besar bagi keluarga besar klub.

"Valencia CF sangat berduka atas meninggalnya Fernando Martín, pelatih Valencia CF Women B, dan tiga anaknya dalam kecelakaan kapal tragis di Indonesia, sebagaimana dikonfirmasi oleh pihak berwenang setempat."

"Di masa sulit ini bagi semua orang, Klub ingin menyampaikan dukungan dan belasungkawa kepada keluarga, teman, dan kolega Valencia CF, Valencia CF Women, dan Academia VCF," demikian pernyataan mereka.

Fernando Martin Carreras diketahui merupakan mantan pesepak bola yang pernah membela sejumlah klub, termasuk di wilayah Valencia, Cultural Leonesa, hingga Cartagena.

Pada musim ini, ia dipercaya menangani Valencia Women B yang berlaga di Divisi Ketiga RFEF, salah satu kompetisi di bawah naungan sistem liga sepak bola Spanyol.

Pasca-kecelakaan tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menutup sementara pelayaran kapal wisata menuju Pulau Padar dan Pulau Komodo.

Kebijakan ini diambil menyusul kondisi cuaca ekstrem yang dinilai membahayakan keselamatan pelayaran.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mengatakan penutupan dilakukan setelah koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

"Pada saat-saat tertentu itu akan ada gelombang swell yang tinggi dengan periode singkat, sehingga setelah berkoordinasi dengan semua unsur dan BMKG maka tadi malam kita keluarkan notice to mariner (NtM) yang menutup sementara pelayaran ke komodo dan ke Padar," katanya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga bertujuan mempermudah proses pencarian dan evakuasi korban oleh tim SAR gabungan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “. (Yudha Riefwan Najib)

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang