Hadirkan Pro Liga Indonesia Masters, PP Pelti Ingin Jaga Regenerasi Atlet

tenis, SEA Games 2025, Aldila Sutjiadi, Janice Tjen, PP Pelti, Hadirkan Pro Liga Indonesia Masters, PP Pelti Ingin Jaga Regenerasi Atlet

Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti) resmi meluncurkan kompetisi bertajuk Pro Liga Indonesia Masters 2025 untuk menjaga kesinambungan prestasi di SEA Games 2025 Thailand.

Cabang olahraga tenis berhasil menyumbangkan 9 medali di ajang SEA Games 2025 Thailand.

Tim Tenis Indonesia sukses membawa pulang 9 medali dari SEA Games 2025 dengan rincian 3 medali emas dan 6 medali perunggu.

Torehan 3 emas hadir dari nomor beregu putra, beregu putri, dan ganda putri yang diperkuat oleh pasangan Aldila Sutjiadi/Janice Tjen.

Demi menjaga prestasi dan mencetak regenerasi atlet tenis Indonesia, PP Pelti meresmikan kompetisi bertajuk Pro Liga Indonesia Masters. 

Kompetisi ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian kompetisi tenis nasional yang digelar Pelti.

Ketua Umum PP Pelti, Nurdin Halid, mengatakan Pelti telah merancang kompetisi mulai dari usia 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun, 18 tahun, dan Pro Liga.

"Pro Liga ini adalah puncak daripada seluruh prosesi kompetisi yang akan digelar oleh Pelti," ujar Nurdin Halid selepas pembukaan Pro Liga Indonesia Masters 2025 di Lapangan Tenis Indoor PGN, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

"Tujuannya adalah untuk menciptakan pemain-pemain yang berkualitas, pemain-pemain yang bisa berkualitas tingkat dunia. Sehingga ada motivasi bagi anak muda kita dari usia dini untuk bermain tenis,” jelas dia.

Nurdin menekankan bahwa Pro Liga Indonesia Masters ini akan menjadi liga tenis yang bersifat profesional.

Karena itu, kehadiran kompetisi ini menjadi sebuah awal yang penting dalam mencetak regenerasi atlet nasional.

Dengan hadirnya Pro Liga, tenis bukan lagi sekadar olahraga hobi, melainkan sebagai profesi yang menjanjikan di masa depan.

"Tenis bukan hanya olahraga, bukan hanya hobi, tapi sudah menjadi sebuah pekerjaan yang bisa menjadi sumber penghasilan bagi masa depan anak-anak kita,” ujar Nurdin.

Beri Bonus ke Atlet SEA Games 2025

Momen ini juga dimanfaatkan oleh PP Pelti untuk memberikan bonus kepada para atlet yang berhasil meraih prestasi di SEA Games 2025.

Kendati gagal menyapu bersih medali emas seperti pada 2023 lalu di Kamboja, tapi prestasi tersebut tetap mendapatkan apresiasi dari PP Pelti yang memberikan bonus uang dengan total Rp700 juta.

Dikatakan Ketum PP Pelti, Nurdin Halid, pemberian bonus ini merupakan penghargaan dari federasi terhadap perjuangan para atlet dalam mengharumkan nama bangsa di pentas internasional meskipun para atlet sudah dijamin akan mendapatkan bonus dari pemerintah.

"Selain bonus dari Bapak Presiden sebesar Rp1 miliar untuk satu medali emas, Pelti juga memberikan bonus Rp250 juta untuk beregu putra dan Rp250 juta untuk atlet beregu putri peraih emas," ujar Nurdin.

"Sementara untuk ganda putri kami berikan Rp200 juta. Itu kemampuan Pelti, yang penting kami memberikan apresiasi atas prestasi mereka,” tambahnya.

Tak hanya memberi bonus prestasi, Pelti juga memberi penghargaan spesial berupa cincin emas khusus kepada Aldila Sutjiadi.

Nurdin mengungkapkan pemberian cincin ini merupakan bentuk penghargaan kepada pemain yang telah dianggap sebagai legenda.

nama seperti Yayuk Basuki, Suharyadi, Yustedjo Tarik, dan atlet senior lainnya juga menerima penghargaan tersebut.

Penyerahan kepada Aldila dilakukan belakangan karena yang bersangkutan sebelumnya berhalangan hadir.

"Itu (cincin) kita berikan apresiasi terhadap pemain yang sudah dianggap sebagai legenda. Sebagai legend. Itu sudah kita berikan,” kata Nurdin.

"Waktu itu kebetulan Aldila tidak sempat hadir, jadi baru kita serahkan sekarang. Itu telah kami berikan penghargaan. Agar apa? Supaya pemain-pemain melihat, oh ternyata senior kami dihargai oleh Pelti',” tutur dia.

Tak hanya sekadar memberi bonus, Pelti juga telah menyiapkan program pembinaan atlet jangka panjang sebagai persiapan menuju berbagai kejuaraan selanjutnya.

Program ini akan dimulai pada Januari mendatang dengan PP Pelti melakukan pemusatan latihan bagi atlet yang diproyeksikan tampil di Asian Games 2026.

Pemusatan latihan (TC) akan berjalan selama delapan bulan.

Menanggapi pemberian bonus dan program TC dari federasi, petenis senior Christopher Rungkat, menuturkan bahwa hal ini sangat membantu para atlet dalam menatap setiap kejuaraan yang akan dihadapi.

Apalagi, pada Januari tahun depan sudah akan dimulai dengan Australian Open 2026.

"Kami senang dengan dukungan dari Pelti pastinya dengan komitmen dari Pak Ketum dan jajarannya yang memang mendukung. Mudah-mudahan kita bisa berjalan bersama untuk persiapan Asian Games dan juga Olimpiade," kata Christo.

"Kalau bonus sebagai profesional kita semua perlu self-funding. Memang dari Pelti bilang akan memfasilitasi, tapi kita juga harus menyisihkan bonus untuk proses touring kita juga," jelasnya.

Untuk itu, mengingat program TC dan kompetisi ini butuh pendanaan yang cukup besar, PP Pelti membuka peluang bagi para stakeholder tenis Indonesia untuk mendukung berjalannya program ini agar para atlet bisa terus berprestasi.

"Pembinaan olahraga itu membutuhkan biaya yang sangat besar. Tentu, kami mengharapkan kehadiran sponsorship untuk bisa mendorong, mendukung, sehingga para atlet bisa berprestasi mengharumkan nama bangsa ke tingkat dunia,” ungkap Nurdin.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang