First Fight II Bergulir Januari 2026, Duel Tak Biasa 1 Lawan 3 Tersaji
Dunia combat sportainment Indonesia kembali memanas. Ajang bertajuk First Fight II: Rise of the Warriors siap digelar dan menjanjikan pertarungan penuh tensi yang memadukan adrenalin, hiburan, serta drama personal.
Event besutan Shinigami Production itu akan berlangsung pada Minggu, 25 Januari 2026, dengan HW Superhouse Satrio, Jakarta, sebagai lokasi penyelenggaraan.
Setelah sukses pada edisi perdananya, First Fight II hadir dengan konsep yang semakin matang. Ajang ini tetap mengusung format sportainment, menggabungkan duel bela diri dengan konflik personal yang sebelumnya memanas di media sosial.
Beragam latar belakang petarung bakal meramaikan ring. Mulai dari selebritas, influencer, hingga atlet profesional akan turun langsung untuk membuktikan kemampuan dan mental bertarung mereka di hadapan publik.
Pemilihan HW Superhouse Satrio sebagai venue disebut demi menghadirkan pengalaman menonton yang lebih eksklusif. Atmosfer pertandingan dijanjikan berlangsung intens, dekat dengan penonton, dan sarat emosi.
Seluruh rangkaian pertandingan First Fight II akan disiarkan secara eksklusif melalui platform streaming Vidio. Sementara itu, tiket pertandingan dapat dibeli melalui Holywings App yang tersedia di Google Play Store dan App Store.
Ajang ini juga mendapat sokongan dari sejumlah pihak, di antaranya Nexa Tech, SSG, Atma Jaya Healthcare Group, dan VVIP Toys, yang turut mendukung keberlangsungan event tersebut.
Promotor First Fight, Hendric Shinigami, menegaskan bahwa event ini bukan sekadar ajang adu fisik, melainkan wadah untuk menyelesaikan konflik yang selama ini terjadi di dunia maya secara sportif.
“Kalau First Fight sesuai namanya. Jadi kalau di media sosial ada perseteruan, kita sediakan tempat untuk menyelesaikannya di atas ring,” ujar Hendric saat konferensi pers di HW Superhouse Satrio, Jakarta, Senin (22/12/2025).
Ia menilai, duel di atas ring jauh lebih terhormat dibanding konflik yang berujung kekerasan di luar arena. “Daripada berantem di jalanan, lebih baik di atas ring. Ini bukan sekadar pertandingan, tapi panggung pembuktian,” katanya.
Salah satu duel yang paling menyita perhatian publik adalah pertarungan Ode Arya Ibrahim vs Andirian Kunu. Perseteruan keduanya bermula dari saling sindir di media sosial yang berujung tantangan terbuka.
Andirian mengaku tersinggung dengan sikap Ode dalam sebuah video viral. “Saya sering nonton TikTok, tapi saat melihat video dia yang memaki-maki karyawan McD perempuan, saya tidak senang. Saya harus beri dia sopan santun,” ucapnya.
Namun, Ode membantah tudingan tersebut. Ia bahkan balik menyerang Andirian dengan pernyataan keras yang membuat suasana face-off semakin panas. “Itu bukan maki-maki. Dia terlalu bodoh. Saya hanya mengeluh karena QR saya tidak direspons,” ujar Ode.
Tak hanya itu, First Fight II juga menghadirkan duel unik dengan format satu lawan tiga. Laga ini mempertemukan Yulianto alias Bazzo Mesin Tua melawan Yandri Kairatu, Andy Tamaela, dan Ama Hos.
Pertarungan tersebut berawal dari kegaduhan di media sosial, ketika Bazzo dituduh menjadi backing seseorang yang memiliki utang kepada ketiga debt collector tersebut.
Ketua ISKA, Mustadi, memastikan bahwa meski terlihat ekstrem, laga satu lawan tiga tetap mengedepankan aspek keselamatan. “Semua masih dalam regulasi. Kami menggunakan knockdown rules untuk menjaga keamanan,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika seorang petarung mengalami tiga kali knockdown dalam satu ronde, maka pertandingan akan langsung dihentikan. Petarung dari kubu tiga orang yang mengalami knockdown juga akan ditarik keluar.
Puncak acara akan menyajikan duel Pangeran Febrizio vs Ruben Manakane. Laga ini bermula dari call-out Pangeran yang awalnya ditujukan kepada Surya, namun menyeret nama Nelson, sosok yang dihormati Ruben.
Ucapan Pangeran dalam sebuah video pendek memicu emosi Ruben. “Kalau mau call-out Surya, jangan bawa Om Nelson. Dia orang tua. Kalau mau, sini datang. Saya tunggu,” tegas Ruben.
Kini, keduanya dipastikan bertemu di atas ring dengan rules boxing murni, tanpa tambahan apa pun. Duel akan berlangsung selama empat ronde, masing-masing berdurasi dua menit.
Dengan daftar partai yang sarat konflik, rivalitas personal, dan format laga tak biasa, First Fight II: Rise of the Warriors diyakini bukan hanya menyuguhkan adu teknik bela diri, tetapi juga drama yang selama ini membara di media sosial.
Ajang ini sekaligus menegaskan bahwa sportainment kian menjadi tren baru dalam industri hiburan dan olahraga Tanah Air.