Gagal Bersinar Bersama Pink Spiders, Rebecca Latham Resmi Lanjutkan Karier di Liga Turki

Mantan pemain asing Pink Spiders, Rebecca Latham.
Mantan pemain asing Pink Spiders, Rebecca Latham.

 Rebecca Latham, pemain asing yang membela Incheon Heungkuk Life Pink Spiders pada musim lalu, resmi mendapatkan pelabuhan baru untuk melanjutkan kariernya. Pebola voli asal Amerika Serikat tersebut akan bermain di Liga Turki setelah direkrut oleh Göztepe SK.

Melalui akun media sosial resminya pada 9 Juni waktu Korea Selatan, Göztepe SK mengumumkan kedatangan Rebecca sebagai bagian dari persiapan tim menghadapi musim mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klub yang berkompetisi di Sultanlar Ligi itu menyebut Rebecca sebagai pemain yang telah menunjukkan kualitasnya di berbagai kompetisi internasional, termasuk di Amerika Serikat, Yunani, dan Korea Selatan.

Tomoko Yoshihara (pelatih Pink Spiders) dan Rebecca Latham.

"Kami telah merekrut Rebecca Latham, lahir tahun 1997, yang telah menunjukkan performa luar biasa di liga Yunani dan AS serta untuk IBK Industrial Bank dan Heungkuk Life Insurance di Korea," tulis Göztepe SK.

"Dia akan memainkan peran kunci untuk kejayaan kami di musim mendatang," lanjut pernyataan klub tersebut.

Göztepe sendiri merupakan tim yang baru promosi ke kasta tertinggi voli putri Turki. Setelah naik ke Sultanlar Ligi, mereka menutup musim 2025/2026 di posisi ke-11 liga dan mencapai peringkat kelima di ajang Piala Turki.

Sebelum hengkang, Rebecca tampil cukup produktif bersama Pink Spiders pada musim 2025/2026. Ia bermain dalam seluruh 36 pertandingan musim reguler dan mengoleksi 746 poin.

Selain itu, Rebecca mencatat persentase keberhasilan serangan keseluruhan sebesar 41,19 persen, menempatkannya di jajaran pemain terbaik liga dalam kategori tersebut. Ia juga masuk tiga besar untuk efektivitas serangan terbuka dan serangan cepat terbuka.

Pada babak semifinal playoff, Rebecca sempat mencetak 23 poin dengan tingkat keberhasilan serangan mencapai 50 persen. Namun performa tersebut belum cukup untuk membawa Pink Spiders melangkah lebih jauh.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama Rebecca bermain di Korea Selatan. Ia pernah memperkuat IBK Industrial Bank pada musim 2021/2022 dengan nama terdaftar Lasem.

Saat itu, Rebecca Latham menarik perhatian karena memiliki darah Korea dari garis keturunan neneknya. Namun, situasi internal tim yang tidak stabil serta performanya yang belum maksimal membuatnya gagal memenuhi ekspektasi dan akhirnya digantikan di tengah musim.

Setelah sempat berkarier di liga Amerika Serikat dan Puerto Rico, Rebecca kembali ke V-League sebagai andalan Pink Spiders. Sayangnya, musim lalu ia masih menghadapi kendala kebugaran dan inkonsistensi performa.

Kondisi tersebut membuat Pink Spiders memutuskan tidak memperpanjang kontraknya untuk musim 2026/2027. Sebagai gantinya, klub merekrut opposite hitter asal Kuba, Yancy Kindelán.

Kepergian Rebecca menjadi bagian dari perubahan besar yang tengah terjadi di Pink Spiders. Setelah berhasil menjuarai V-League 2024/2025, tim asal Incheon itu mengalami sejumlah perubahan penting, termasuk pensiunnya legenda voli Korea Selatan, Kim Yeon-koung.

Selain itu, pelatih Marcello Abbondanza juga meninggalkan jabatannya setelah sukses membawa Pink Spiders meraih gelar juara. Posisi pelatih kepala kini diisi oleh Tomoko Yoshihara.

Yoshihara menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan daya saing tim tanpa Kim Yeon-koung. Salah satu evaluasi utama musim lalu adalah minimnya kontribusi pemain asing di momen-momen krusial.

Persentase keberhasilan serangan Rebecca yang berada di angka 41,1 persen masih tertinggal dibanding beberapa pemain asing elite V-League seperti Moma Bassoko dan Victoria Danchak.

Karena itu, Pink Spiders berharap Yancy Kindelán mampu menghadirkan solusi baru di lini serang dan menjadi sosok finisher yang lebih konsisten untuk mengembalikan tim ke jalur perebutan gelar.

Penurunan Perfoma Pink Spiders

Kim Yeon-koung Pink Spiders

Kim Yeon-koung Pink Spiders

Di penghujung musim 2025/2026, Pink Spiders harus puas mengakhiri kompetisi di posisi keempat klasemen. Hasil tersebut dianggap sebagai penurunan prestasi bagi klub yang dalam beberapa musim terakhir selalu menjadi salah satu kekuatan utama di V-League.

Bukan tanpa alasan. Pink Spiders dikenal sebagai tim papan atas yang kerap menjadi kandidat juara. Mereka bahkan dua kali menembus partai final dalam beberapa musim terakhir dan berhasil meraih satu gelar juara.

Salah satu momen paling berkesan terjadi pada final V-League 2024/2025 yang mempertemukan Pink Spiders dengan Red Sparks. Saat itu, Megawati Hangestri sukses membawa Red Sparks melaju hingga partai puncak meski pada awal musim tim tersebut tidak banyak diperhitungkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penampilan impresif Megawati sepanjang seri final membuat Pink Spiders berada dalam tekanan besar. Bahkan, legenda voli Korea Selatan, Kim Yeon-koung, nyaris gagal menutup kariernya dengan gelar juara setelah Red Sparks memberikan perlawanan sengit.

Namun, situasi berubah ketika Megawati mengalami cedera pada fase krusial pertandingan. Kondisi tersebut turut memengaruhi kekuatan Red Sparks, hingga akhirnya Pink Spiders berhasil memenangkan gim kelima dan memastikan gelar juara V-League 2024/2025 sekaligus mengantar Kim Yeon-koung menutup karier profesionalnya dengan akhir yang manis.