Kejurnas Kickboxing 2025 Resmi Digelar, Dorong Regenerasi Atlet Menuju PON
Dengan fokus penuh pada pembinaan berkelanjutan, Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI) hari ini resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Senior dan Kejuaraan Terbuka Junior Kickboxing 2025 di GOR Padepokan Silat TMII, Jakarta, pada 28 November - 3 Desember.
Kejuaraan didukung oleh Wismilak Foundation sebagai mitra resmi. Kolaborasi ini menegaskan peran sektor swasta dalam pengembangan olahraga dan bertujuan memperkuat pembinaan atlet menuju ajang multievent nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ajang ini diharapkan memberikan kesempatan bertanding yang lebih luas bagi lebih dari 250 atlet dari 19 provinsi.
Kejurnas 2025 memegang peran penting dalam roadmap Kickboxing Indonesia. Agenda ini bertujuan ganda: memperluas kesempatan bertanding bagi atlet dari berbagai provinsi, sekaligus menjadi momen krusial untuk memetakan kemampuan jelang seleksi dan pembinaan jangka panjang.
Tidak hanya bagi atlet senior, Kejuaraan Terbuka Junior juga digelar untuk memperkuat regenerasi sejak usia dini, memastikan alur pembinaan yang berkesinambungan.
Pada Kejurnas 2025, kompetisi mempertandingkan kategori Senior (Kejurnas) dan Junior (Terbuka) dengan sistem turnamen pada dua disiplin utama: Ring Sports dan Tatami Styles.
PP KBI turut menghadirkan sejumlah pembaruan format, setiap provinsi kini diperbolehkan mengirimkan dua atlet dalam satu kelas yang sama.
Artinya, dalam satu kelas kategori, satu provinsi dapat menurunkan dua atlet sekaligus meskipun berpotensi bertemu pada drawing babak awal. Kejurnas 2025 juga kembali mempertandingkan empat kategori Forms, termasuk Creative Form Open Hand sebagai salah satu kategori unggulan.
Wismilak Foundation yang terus mendorong kontribusi sosial melalui berbagai program keberlanjutan, memandang olahraga sebagai bagian penting dalam membangun generasi yang sehat, berdaya saing, dan berprestasi.
Perwakilan Wismilak Foundation, Anastesya Ftaraya, saat ditemui di saat ditemui di area berlangsungnya Kejuaraan Nasional Kickboxing 2025, menyatakan bahwa Wismilak Foundation ingin memastikan dukungan terhadap olahraga dapat memberikan dampak nyata bagi para atlet, masyarakat, dan ekosistem olahraga Indonesia.
“Dukungan penuh Wismilak Foundation terhadap Kejurnas Kickboxing 2025 ini adalah manifestasi konkret dari komitmen kami untuk berinvestasi pada talenta atlet muda Indonesia. Kami meyakini, ajang Kejuaraan Nasional ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi merupakan panggung krusial yang akan mengasah mental dan teknik," kata Anastesya Ftaraya
Kami berharap setiap atlet menjadikannya sebagai batu loncatan fundamental dalam menapaki jalur prestasi, mulai dari kualifikasi PON hingga mencapai podium di kancah internasional,” ujanya, menambahkan.
Dukungan ini disambut baik oleh Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI) yang terus mencatatkan progres signifikan di kancah regional. Sejak menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)
pada 2019, Kickboxing Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif, termasuk peningkatan perolehan medali di SEA Games 2019, 2021, dan 2023. Ketua Umum PP KBI, Ngatino turut mengapresiasi dukungan sektor swasta yang ikut mendorong pertumbuhan tersebut.
“Kejurnas Kickboxing 2025 ini adalah puncak dari sistem pembinaan kami selama setahun, sekaligus menjadi seleksi vital untuk mempersiapkan atlet menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi. Kami tegaskan, ini bukan sekadar kompetisi, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Kickboxing Indonesia," ujar Ketua Umum PP KBI.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan dari Wismilak Foundation, yang telah menjadi mitra strategis dalam menjamin keberlanjutan dan kemajuan program pembinaan atlet Kickboxing di seluruh Tanah Air," sambungnya.
Kejurnas tahun ini menjadi momentum penting bagi Kickboxing Indonesia untuk memperkuat fondasi pembinaan atlet, mulai dari usia dini hingga tingkat senior.
Dengan sinergi dan dukungan berkelanjutan dari Wismilak Foundation, PP KBI optimis dapat memperluas talent pool nasional, mempercepat proses regenerasi, dan secara konsisten menyiapkan talenta-talenta terbaik yang siap bersaing merebut medali, baik di ajang PON mendatang maupun di panggung internasional