Menyoal Status GOAT, Ilia Topuria Ogah Bandingkan Diri dengan Khabib Nurmagomedov: Tidak Ada Gunanya
Ilia Topuria meminta publik untuk menghormati keputusan pensiun Khabib Nurmagomedov dan tidak terus-menerus membahas kemungkinan pertarungan yang tidak akan pernah terjadi.
Saat ini, petarung berjuluk "El Matador" tersebut menduduki singgasana kelas ringan UFC yang sebelumnya pernah dikuasai Khabib dengan sangat dominan. Topuria merebut status juara setelah mengalahkan Charles Oliveira tahun lalu.
Akhir pekan ini, Topuria akan menjalani pertarungan penting di UFC Freedom 250 yang digelar di halaman Gedung Putih. Dalam laga utama, ia akan menghadapi Justin Gaethje dalam duel penyatuan gelar kelas ringan.
UFC White House, Ilia Topuria vs Justin Gaethje.
Banyak pihak membandingkan Topuria dengan Khabib Nurmagomedov, terutama karena Nurmagomedov pernah mengalahkan Gaethje secara dominan pada 2020.
Namun, petarung asal Spanyol itu tidak tertarik membahas perbandingan maupun duel hipotetis dengan mantan juara yang pensiun dengan rekor sempurna 29-0 tersebut.
Ilia Topuria saat ini dianggap sebagai salah satu kandidat kuat untuk masuk dalam perdebatan petarung terbaik sepanjang masa atau GOAT (Greatest of All Time). Selain telah menjadi juara di dua divisi, ia juga berambisi naik ke kelas welter demi mengejar gelar juara ketiga dalam kariernya.
Meski demikian, Topuria menolak memanfaatkan kesempatan untuk membandingkan dirinya dengan Khabib.
“Biarkan saja pria itu, dia sudah pensiun,” kata Topuria saat sesi media UFC di Gedung Putih dilansir dari Bloody Elbow.
“Bagaimana kelanjutannya? Aku tidak tahu. Dan kurasa kita tidak akan pernah tahu. Kurasa dia tidak akan pernah kembali.”
Topuria juga memberikan penghormatan tinggi kepada legenda asal Dagestan tersebut.
“Saya sangat menghormati Khabib, dia memiliki perjalanan yang luar biasa di UFC dan seluruh karier profesionalnya,” tambahnya.
“Saat ini, tidak ada gunanya membicarakan dia.”
Menariknya, meski menunjukkan rasa hormat kepada Khabib Nurmagomedov, Topuria tetap melontarkan kritik kepada murid sekaligus sahabat dekat sang legenda, yakni juara kelas welter UFC saat ini, Islam Makhachev.
Sebelumnya, Topuria sempat menyebut Islam Makhachev sebagai petarung yang "pengecut" setelah meninggalkan divisi kelas ringan. Kini, Topuria berencana mengikuti jejak petarung asal Dagestan tersebut dengan naik ke kelas welter untuk memburu pertarungan besar di divisi 170 pound.