Akhir Manis dari Thailand, Rombongan Terakhir Atlet Indonesia Tiba Usai Cetak Sejarah 91 Emas
Perjuangan panjang kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand akhirnya benar-benar tuntas. Rombongan terakhir atlet Merah Putih tiba di Tanah Air pada Minggu malam 21 Desember 2025 dengan membawa kebanggaan berupa deretan medali dari berbagai cabang olahraga.
Rombongan penutup ini terdiri dari atlet dan ofisial cabang olahraga modern pentathlon, ice skating, serta akuatik open water swimming. Mereka mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dan disambut langsung oleh Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Gunawan Suswantoro.
Atas nama Pemerintah dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gunawan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di ajang olahraga terbesar Asia Tenggara tersebut.
Gunawan menegaskan bahwa setiap medali yang dibawa pulang merupakan hasil dari latihan keras, pengorbanan, dan perjuangan panjang para atlet selama masa persiapan hingga pertandingan.
Tim tenis putra Indonesia sabet medali emas SEA Games 2025
Ia juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi para atlet yang telah memberikan hasil terbaik bagi Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti konsistensi pembinaan olahraga nasional.
Cabang olahraga modern pentathlon menjadi salah satu penyumbang medali penting dalam rombongan terakhir ini. Atlet Dea Salsabila Putri berhasil mempersembahkan satu medali emas. Selain itu, tiga medali perak diraih oleh Farras Satrio, Caroline Andita Bangun, dan Fadhil Aulia Mufti. Dua medali perunggu turut melengkapi raihan dari Vera Febrianti dan Muhammad Ifsan.
Sementara itu, cabang ice skating juga menunjukkan perkembangan signifikan. Tiga medali perak diraih oleh Marva Kayana Putra Firdaus, Kierana Alexandra Laut, dan Dhinda Salsabila. Marva dan Kierana masing-masing menambah satu medali perunggu, serta satu perunggu lainnya disumbangkan oleh Jeremia Wihardja.
Gunawan berharap capaian tersebut tidak berhenti di SEA Games saja. Menurutnya, prestasi ini harus menjadi fondasi kuat untuk menghadapi agenda yang lebih besar, yakni Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, serta Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.
Ia optimistis kerja keras dan disiplin para atlet akan membuahkan hasil yang lebih besar pada level Asia dan dunia jika terus dijaga dan ditingkatkan.
Secara keseluruhan, Gunawan menilai penampilan kontingen Indonesia di SEA Games 2025 sangat membanggakan. Indonesia sukses membawa pulang 91 medali emas, meningkat signifikan dibanding SEA Games 2023 di Kamboja yang mencatatkan 82 emas.
Capaian tersebut terasa semakin istimewa mengingat pada SEA Games Thailand 2025 terdapat 41 nomor pertandingan yang tidak dipertandingkan. Kondisi itu membuat persaingan semakin ketat, namun Indonesia tetap mampu menunjukkan dominasi dan konsistensi.
Prestasi 91 emas ini sekaligus menorehkan sejarah baru bagi Indonesia. Jumlah tersebut menjadi raihan emas terbanyak ketiga sepanjang sejarah Indonesia ketika tampil sebagai kontingen tamu sejak pertama kali mengikuti SEA Games pada 1977.
Catatan ini juga mengakhiri penantian panjang selama 32 tahun, di mana Indonesia sebelumnya kesulitan menembus raihan emas tinggi saat berlaga di luar negeri. Terakhir kali Indonesia mencatatkan lebih dari 88 emas sebagai tim tamu terjadi pada SEA Games Singapura 1993.
Dengan total 333 medali yang terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu, Indonesia menutup SEA Games 2025 sebagai salah satu kekuatan utama olahraga Asia Tenggara. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga menjadi modal penting untuk menatap ajang internasional berikutnya dengan penuh kepercayaan diri.
Klasemen Akhir SEA Games 2025
- Thailand
233 emas, 154 perak, 112 perunggu
Total 499 medali
- Indonesia
91 emas, 111 perak, 131 perunggu
Total 333 medali
- Vietnam
87 emas, 81 perak, 110 perunggu
Total 278 medali
- Malaysia
57 emas, 57 perak, 117 perunggu
Total 231 medali
- Singapura
52 emas, 61 perak, 89 perunggu
Total 202 medali
- Filipina
50 emas, 73 perak, 154 perunggu
Total 277 medali
- Myanmar
3 emas, 21 perak, 49 perunggu
Total 73 medali
- Laos
2 emas, 9 perak, 28 perunggu
Total 39 medali
- Brunei Darussalam
1 emas, 3 perak, 5 perunggu
Total 9 medali
- Timor Leste
0 emas, 1 perak, 7 perunggu
Total 8 medali
- Kamboja (Mengundurkan diri)