Menlu Zionis Serukan Warga Yahudi di Luar Negeri Pulang ke Israel Usai Penembakan Sydney
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar menyerukan warga Yahudi yang tinggal di negara-negara Barat untuk pindah ke Israel, di tengah apa yang ia sebut sebagai peningkatan tajam antisemitisme global.
Seruan tersebut disampaikan Saar pada Minggu, 21 Desember 2025, saat menghadiri upacara penyalaan lilin publik pada hari terakhir perayaan Hanukkah. Ia mengatakan bahwa meskipun orang Yahudi berhak hidup aman di mana pun, sejarah menunjukkan bahwa rasa aman tersebut tidak selalu dapat dijamin.
"Saat ini, orang Yahudi diburu di seluruh dunia," kata Saar dilansir CNA, Senin, 22 Desember 2025. Ia secara khusus mengajak komunitas Yahudi di Inggris, Prancis, Australia, Kanada, dan Belgia untuk "datang ke Tanah Israel" dan "pulang".
Pernyataan itu disampaikan sepekan setelah serangan mematikan pada acara Hanukkah di kawasan Pantai Bondi, Sydney, pada 14 Desember, yang menewaskan 15 orang. Otoritas Australia menyatakan serangan tersebut terinspirasi oleh ideologi kelompok Negara Islam (ISIS).
Para pemimpin Israel dalam beberapa bulan terakhir berulang kali memperingatkan meningkatnya antisemitisme di negara-negara Barat sejak pecahnya perang di Gaza, yang dipicu oleh serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Israel menilai sejumlah pemerintah asing belum memberikan perlindungan yang memadai bagi komunitas Yahudi.
Awal pekan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mendesak negara-negara Barat untuk meningkatkan keamanan bagi warga Yahudi, seraya menegaskan bahwa keselamatan mereka merupakan tanggung jawab pemerintah setempat.
Sebelumnya, pada Oktober lalu, Saar mengkritik otoritas Inggris atas dugaan kegagalan membendung "gelombang antisemitisme beracun" menyusul serangan mematikan di luar sebuah sinagoge di Manchester saat perayaan Yom Kippur.
Berdasarkan Hukum Kembali Israel tahun 1950, orang Yahudi di seluruh dunia berhak berimigrasi ke Israel melalui proses yang dikenal sebagai aliyah dan memperoleh kewarganegaraan Israel. Ketentuan tersebut juga berlaku bagi individu yang memiliki setidaknya satu kakek atau nenek Yahudi.
Seruan Saar menegaskan kembali pandangan lama para pemimpin Israel bahwa negara tersebut berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi orang Yahudi yang menghadapi ancaman dan penganiayaan di luar negeri, terutama di tengah meningkatnya ketegangan global terkait perang di Gaza.