Tinta Emas Indonesia di SEA Games 2025: Akhiri Penantian 32 Tahun dan Panen Rekor Baru

Kontingen Indonesia, SEA Games, SEA Games 2025, Tinta Emas Indonesia di SEA Games 2025: Akhiri Penantian 32 Tahun dan Panen Rekor Baru

Tim Indonesia berhasil finis sebagai runner up pada SEA Games 2025 usai resmi ditutup pada Sabtu (20/12/2025) malam WIB.

Kontingen Indonesia berhasil menutup partisipasi mereka di SEA Games 2025 sebagai runner up dengan koleksi 333 medali, terdiri dari 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu.

Catatan ini menjadi pencapaian terbaik Indonesia dalam kurun 30 tahun terakhir sejak SEA Games 1995 di Chiang Mai. 

Hasil di Thailand juga tercatat sebagai capaian tertinggi Indonesia saat berlaga di luar status tuan rumah, setelah menjadi juara umum pada SEA Games 2011. 

Jumlah 91 medali emas turut melampaui perolehan Indonesia pada SEA Games 2023 di Kamboja lalu.

Selain itu, ada beberapa rekor yang berhasil dipecahkan oleh para pahlawan olahraga Indonesia selama berjuang di arena SEA Games 2025.

Akhiri Penantian 32 Tahun

Butuh waktu 32 tahun bagi Indonesia untuk bisa mengakhiri rekor buruk saat bermain tandang pada ajang SEA Games.

Setelah kali terakhir mengoleksi emas terbanyak di SEA Games 1993 Singapura dnegan 88 emas, kini Indonesia berhasil melampauinya di SEA Games 2025 dengan torehan 91 emas.

Pencapaian tahun ini menjadi yang paling banyak ketiga sepanjang sejarah penampilan Indonesia di luar negeri setelah SEA Games 1989 di Malaysia dengan 102 emas, dan SEA Games 1991 di Filipina dengan 92 emas.

Pengamat olahraga Gatot S. Dewa Broto mengapresiasi pencapaian ini dan menilai Indonesia sudah dalam trek yang tepat untuk kembali berjaya di pesta olahraga Asia Tenggara tersebut.

“Tampil di SEA Games ketika bukan kita tuan rumahnya memang masih menjadi tantangan berat selama ini. Sejak SEA Games Singapura 1993, kita tidak pernah lagi berhasil membawa pulang lebih dari 88 emas. Di SEA Games Kamboja sebelumnya, kita hanya bisa mendekati saja dengan jumlah 87 emas." 

"Jika selama ini kita hanya bisa bermimpi kapan kita akan kembali ke masa kejayaan di kancah olahraga Asia Tenggara, inilah saatnya. Kita sudah berhasil lepas dari mimpi buruk selama 32 tahun terakhir saat menjadi peserta tamu SEA Games,” ujar Gatot dikutip dari Kemenpora.

Kontingen Indonesia, SEA Games, SEA Games 2025, Tinta Emas Indonesia di SEA Games 2025: Akhiri Penantian 32 Tahun dan Panen Rekor Baru

Pasangan ganda putri Tenis Tim Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen, mempersembahkan medali emas kedua bagi Indonesia pada SEA Games 2025 setelah menaklukkan wakil tuan rumah Thailand, Peangtarn Plipuech/Mananchaya Sawangkaew, pada partai final ganda putri di National Tennis Development Center, Bangkok, Jumat (19/12/2025).

Lampaui target 80 emas

Selain memecahkan rekor 32 tahun, Kontingen Indonesia di SEA Games 2025 juga berhasil melampaui target yang ditetapkan oleh Kemenpora

Dengan koleksi 91 emas, praktis Kontingen Indonesia berhasil melampaui target yaitu 80 emas.

Beberapa cabang olahraga menjadi penyumbang medali utama, seperti atletik dengan 9 emas, 5 perak, dan 6 perunggu. 

Lalu menembak dengan 6 emas, 9 perak, dan 8 perunggu. Sementara cabor panahan menyumbang 6 emas dan 2 perak.

Cabang menembak mencatat total medali terbanyak dengan 23 keping, disusul atletik dengan 20 medali. 

Pencak silat mengoleksi 12 medali, sementara renang dan balap sepeda masing-masing menyumbang 11 medali. 

Indonesia juga tampil sebagai juara umum di sejumlah cabang olahraga SEA Games 2025.

Panahan memimpin dengan 6 emas, wushu meraih 5 emas, dayung mencatat 7 emas, pencak silat mengamankan 4 emas, bulutangkis membawa pulang 3 emas, dan triathlon menyumbang 8 emas. 

Panen Rekor Baru di SEA Games

Beberapa atlet Indonesia juga berhasil memecahkan rekor baru di SEA Games 2025. Dikutip dari Kompas.id, berikut beberapa rekor yang berhasil dipecahkan:

Jason Donovan dkk

Tim renang putra Indonesia mencetak rekor nasional pada nomor estafet 4x100 meter gaya bebas dengan mencatatkan waktu 3 menit 21,92 detik. 

Torehan tersebut berhasil melampaui rekor nasional yang sebelumnya dibukukan pada SEA Games 2017.

Atlet lompat galah putri, Diva Renatta Jayadi memperoleh medali emas perdananya di ajang SEA Games. 

Diva mencatatkan lompatan setinggi 4,35 meter sekaligus memecahkan rekor nasional, mengalahkan rekor sebelumnya yang ia catatkan dalam Kejuaraan Internasional Lompat Galah di Taiwan pada Maret 2025 lalu.

Emilia Nova 

Emilia Nova berhasil meraih medali emas di SEA Games Thailand 2025 dari cabang saptalomba. 

Ia mengumpulkan total 5.497 poin dari tujuh nomor saptalomba, memecahkan rekor sebelumnya di SEA Games 2017 yaitu 5,386 poin.

Nadia Asha

Perenang Nadia Aisha sukses melampaui rekor nasional usai mencatatkan waktu 26,08 detik, sekaligus melampaui rekor nasional sebelumnya milik Adelia Chantika Aulia 26,15 detik yang diraih pada pertengahan 2025. 

Belum puas, dirinya memberikan penampilan terbaik dan kembali mempertajam rekor nasional dengan torehan waktu 25,68 detik pada babak final.

Rizki Juniansyah 

Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah mencatatkan rekor SEA Games sekaligus rekor dunia saat turun pada perlombaan kelas 79 kilogram.

Dia berhasil mengangkat beban 205 kilogram pada angkatan clean and jerk, yang sekaligus melampaui rekor dunia. 

Catatan ini sejatinya menyamai angkatan yang ia lakukan empat bulan sebelumnya pada seleksi nasional SEA Games 2025.

Dina Aulia 

Dina Aulia sejatinya mencatatkan prestasi istimewa dengan memecahkan rekor nasional sekaligus rekor SEA Games pada nomor lari gawang 100 meter. 

Dina finis dengan waktu 12,72 detik pada babak kualifikasi. Capaian itu jauh lebih cepat dibandingkan rekor nasional sebelumnya 13,11 detik, yang ia torehkan pada Kejuaraan Atletik Asia di Korea Selatan. 

Catatan tersebut juga melampaui rekor SEA Games milik atlet Thailand, Trecia Roberts yang bertahan sejak edisi Brunei Darussalam 1999 dengan waktu 12,85 detik.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang