Padahal Jadi Urutan ke-42, Terungkap Alasan Atalia Praratya Akhirnya Mau Dinikahi Ridwan Kamil
Keputusan Atalia Praratya untuk menikah dengan Ridwan Kamil pada akhir 1996 silam ternyata tak lahir begitu saja dari kisah cinta romantis berdua. Di balik perjalanan panjang rumah tangga yang kini berujung gugatan cerai, tersimpan cerita tentang peran sang ibu yang kala itu menjadi penentu arah pilihan hidup Atalia.
Setelah 29 tahun membina rumah tangga, Atalia Praratya resmi menggugat cerai Ridwan Kamil. Sidang perdana gugatan cerai tersebut telah digelar pada Rabu 17 Desember 2025 di Pengadilan Agama Bandung. Kabar ini mengejutkan publik, mengingat keduanya selama ini kerap dipersepsikan sebagai pasangan harmonis yang jauh dari gosip miring. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Jauh sebelum kabar perceraian mencuat, kisah cinta Ridwan Kamil dan Atalia sering diceritakan sebagai pertemuan tak terduga yang berujung takdir. Ridwan Kamil mengungkapkan pertemuan pertamanya dengan Atalia terjadi secara kebetulan di sebuah pameran di Bandung pada 1994.
"Saya harus jujur ya, cinta pada pandangan pertama. Jadi dulu ceritanya, saya datang ke sebuah acara, selesai acara saya mau pulang naik taksi, baru mau ngangkat tangan berhentiin taksi, kebelet. Akhirnya saya balik lagi ke toilet, balik dari toilet saya ketemu perempuan, setelah itu minta nomor telepon, singkat cerita jadian. Jadi kalau saya nggak kebelet saya nggak ketemu," cerita Kang Emil, mengutip tayangan Youtube SULE PRODUCTIONS, Sabtu 20 Desember 2025.
Namun, Atalia meluruskan bahwa dirinya tidak serta-merta memberikan nomor telepon kepada pria yang baru dikenalnya.
"Eh tapi, sayakan nggak mungkin langsung ngasih nomor ke siapapun kan. Jadi strateginya tu dia mau ngasih kerjaan," terang Atalia.
Masa pendekatan Ridwan Kamil pun tidak mudah. Ia harus bersaing dengan banyak pria lain yang juga mendekati Atalia. Bahkan, Atalia mencatat setiap pria yang menyatakan perasaan kepadanya dalam buku harian, kebiasaan yang diturunkannya dari sang ibu.
"Tiap yang menyatakan ditulis namanya. Nama Ridwan Kamil urutan ke-42," kenang Ridwan Kamil.
Atalia menjelaskan bahwa kebiasaan mencatat tersebut berawal dari didikan ibunda.
"Jadi ibu tuh punya kebiasaan apa-apa ditulis. Belanjaan dicatat, catatan harian kejadian apa itu tiap hari dicatat. Pada suatu masa, ketika zaman SMP, sudah mulai suka-sukaan. (Saya) suka curhat ke Mama," ungkap Atalia.
"'Li.. Li.. sok atuh ditulis geura, jadi kenangan eta teh (coba ditulis langsung, nanti jadi kenangan itu). Jadi sama saya kan ditulis, ditulis siapa yang menyatakan, meskipun bukan yang pacaran ya, cuma yang menyatakan I love you, aku cinta kamu. Itu apalah segala rupa," sambungnya.
Keseriusan Ridwan Kamil terlihat saat ia datang membawa bunga ke rumah Atalia di hari ulang tahunnya.
"Dia datang, eh Kang Emil kasih bunga ya.. oh makasih ya, makasih. Ternyata begitu dia masuk ke dalam, ternyata sudah ada deretan bunga lain. Tapi tuh Kang Emil tidak pernah mundur selangkah, tidak pernah putus asa. 'Teh, boleh pinjam vas enggak? Sini vasnya, teh ini simpan ya di kamar,'" kenang Atalia.
Momentum penentu datang saat Ridwan Kamil tanpa sengaja membaca buku harian Atalia.
"(Kang Emil bilang) dah saya aja yang ambil. Ambil pulpen di atas meja, terbuka diary-nya. Terbaca,” kata Atalia Praratya.
"Ali katakan no, 42 katakan yes," timpal Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil menyadari bahwa kunci utama justru ada pada restu ibu Atalia.
"Karena saya tahu, kalau seorang gadis bingung pasti tanya ibunya, jadi pas saya nyatakan sudah dapat restu mama," tutur Ridwan Kamil.
Atalia pun mengingat ucapan sang ibu yang akhirnya menguatkan pilihannya.
"Jadi benar yang dikatakan Kang Emil, seorang gadis itu pasti tanyakan ke ibunya. Jadi waktu itu saya di pangkuan mama, Li Li mama kalau punya mantu, yang pertama pengennya orang Sunda. Oh gitu, eh biar gampang saja lah komunikasi," cerita Atalia.
"Yang kedua pengennya saja yang lebih tua, terus yang ketiga, Mama teh suka beberes, cocoknya dengan arsitek. Tidak sebut nama tapi sudah mengarah, kan saha deui (siapa lagi)?" lanjutnya.
Kini, kisah “urutan ke-42” itu tinggal kenangan. Buku harian yang menjadi saksi perjalanan cinta mereka bahkan telah dibakar oleh sang ibunda. Sementara itu, rumah tangga yang dibangun sejak 7 Desember 1996 tersebut kini berada di persimpangan jalan.
Kabar gugatan cerai ini juga telah dibenarkan oleh Panitera Pengadilan Agama Bandung, Dede Supriadi.
“Benar, perkara gugatan cerai tersebut sudah masuk dan akan mulai disidangkan dalam waktu dekat,” ujar Dede.
Dari pernikahan tersebut, Atalia Praratya dan Ridwan Kamil dikaruniai dua anak, yakni Almarhum Emmeril Kahn Mumtadz dan Camillia Laetitia Azzahra.