Titik Baru Tercemar Radioaktif Cs-137 Ditemukan di Serang, Warga Diimbau Waspada

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) kembali menemukan sejumlah titik baru yang tercemar zat radioaktif di Kabupaten Serang, Banten.
Temuan ini menyusul kasus pencemaran Cesium-137 (Cs-137) yang sebelumnya terdeteksi di sekitar Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
Lokasi baru yang ditemukan terletak tidak berjauhan dari lokasi temuan awal.
Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Ishak, mengatakan hasil monitoring hingga radius lima kilometer menunjukkan adanya paparan radiasi cukup tinggi di beberapa lokasi lain.
“Bapeten telah melakukan monitoring radioaktivitas lingkungan hingga radius lima kilometer. Berdasarkan hasil monitoring, ditemukan beberapa lokasi lain yang menunjukkan paparan radiasi yang cukup tinggi,” kata Ishak di Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Dugaan sumber pencemaran
Bapeten menduga pencemaran berasal dari aktivitas industri peleburan logam di sekitar kawasan tersebut.
Diduga ada lepasan zat radioaktif ke udara yang kemudian mencemari area di sekitarnya.
"Berdasar indikasi awal, ada dugaan bahwa kontaminasi disebabkan karena lepasan ke udara dari proses peleburan logam di industri peleburan logam yang ada di daerah tersebut," ujar Ishak.
Untuk sementara, Bapeten bersama Kepolisian RI dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memasang tali pembatas di lokasi-lokasi terpapar agar tidak diakses warga.
Pemeriksaan kesehatan warga
Selain penanganan teknis, Bapeten bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan mekanisme pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak.
RS Fatmawati juga disiapkan sebagai rujukan untuk mendeteksi kemungkinan dampak biologis dari paparan radiasi.
“Bersama Kemenkes, BRIN, dan RS Fatmawati, kami mempersiapkan mekanisme pemeriksaan kesehatan untuk warga terdampak,” ujar Ishak.
Apa bahayanya Cesium-137?
Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Bapeten, Zulkarnain, menjelaskan bahwa Cesium-137 merupakan zat radioaktif buatan yang biasa digunakan dalam industri, misalnya sebagai alat ukur kepadatan dan aliran.
Zat ini termasuk kategori radiasi pengion yang berpotensi memberikan dampak biologis serius pada kesehatan manusia.
Dalam jangka panjang, paparan Cs-137 bisa menyebabkan kerusakan jaringan tubuh dan meningkatkan risiko kanker.
Lebih mengkhawatirkan lagi, sebagian material radioaktif ditemukan di lapak warga yang tidak menyadari bahayanya.
Warga sempat menggunakan material yang terlihat seperti pasir atau batu itu sebagai fondasi bangunan.
“Tim lapangan sudah melakukan penyisiran area sampai radius 20 meter, mengambil sampel, dan melakukan pengukuran. Kami menemukan tambahan lokasi dengan paparan radiasi cukup tinggi,” kata Zulkarnain.
Ancaman bagi masyarakat
Dengan temuan baru ini, Bapeten menegaskan investigasi masih berjalan untuk memastikan penyebab utama pencemaran radioaktif di Serang.
Warga diimbau waspada dan tidak menyentuh benda mencurigakan yang berpotensi mengandung bahan radioaktif.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.