Gaikindo Akui Pasar Mobil Baru Indonesia Keok dari Malaysia

Pasar mobil baru di Indonesia pada 2025 memang sedang tidak baik-baik saja. Terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu.

Bahkan penjualan kendaraan roda empat di Tanah Air, bisa disalip oleh perolehan milik Malaysia.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), buka suara terkait situasi yang ada sekarang.

“Kita mungkin tahun ini kalah dengan Malaysia kan, tetapi memang keadaannya demikian,” ujar Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Gaikindo Berniat Revisi Target Penjualan Mobil Baru Setelah GJAW

Jongkie tidak memungkiri, kalau kondisi pasar mobil baru serta perekonomian di Indonesia merosot pada 2025.

Hal itu terdampak dari situasi global yang tidak menentu. Apalagi perang tengah berkecamuk di sejumlah negara.

Lalu perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat turut membawa dampak. Sehingga para pabrikan harus berusaha keras bertahan.

“Jadi banyak sekali kejadian di dunia yang ada dampaknya kepada Indonesia,” lanjut Jongkie.

Sebagai informasi, Gaikindo melaporkan pada November 2025 distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 74.252 unit.

Sementara pengiriman dari diler ke konsumen (retail sales), mencapai level 79.310 unit pada bulan lalu.

Kemudian bila digabungkan sejak Januari sampai November 2025, membukukan 710.084 unit secara wholesales. Sedangkan retail sales mencatatkan 739.977 unit.

Di sisi lain, menyitat laman carz.com pada bulan lalu ada 77.876 unit kendaraan roda empat anyar terdaftar di Malaysia.

Secara kumulatif ada sekitar 720 ribu unit mobil baru sejak Januari sampai November 2025 di Negeri Jiran.

Berangkat dari fakta di atas, bukan tidak mungkin Malaysia bisa menyalip perolehan Indonesia di penghujung 2025.

Tentu hal tersebut cukup disayangkan, mengingat Indonesia selama ini menyabet gelar raja ASEAN. Akan tetapi sekarang kondisinya sudah berubah.

Sehingga pemerintah harus memberikan perhatian lebih pada industri otomotif Tanah Air, jika hal ini tidak ingin berlarut-larut.

Diharapkan Dapat Segera Pulih

Meski begitu, Gaikindo masih berharap besar pasar mobil baru Indonesia dapat membaik di 2026.

Volvo Luncurkan Tiga Mobil Hybrid Baru, Harga Rp 1,2 Miliaran

“Kalau ekonomi membaik, semuanya ya. Kemarin Pak Purbaya bilang harapannya (pertumbuhan ekonomi nasional) enam persen, tentu naik dong (otomotif),” kata Jongkie.

Ia optimistis pemulihan pasar tetap terbuka. Terutama jika kondisi ekonomi nasional menunjukkan perbaikan.

Jongkie pun berharap penjualan mobil baru di 2026 bertumbuh. Mampu menembus 800 ribu unit atau menyentuh 1 juta unit.