Mendagri Tito Karnavian Larang Area Longsor di Bandung Barat Jadi Permukiman Lagi

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan agar area terdampak tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tidak lagi dijadikan kawasan permukiman.
Hal tersebut ditegaskan Tito saat meninjau langsung lokasi bencana yang menimbun sedikitnya 30 rumah warga pada Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, struktur tanah yang gembur di kawasan perbukitan tersebut sangat berisiko memicu bencana serupa di masa depan.
"Ini tempat ini menurut saya jangan ditempati lagi, direboisasi, ditanam tanaman yang akarnya keras, agar struktur tanahnya bisa menguat kembali. Kalau kembali (dibangun), akan longsor lagi. Ini jadi pelajaran bagi daerah lain," ujar Tito di lokasi kejadian, Minggu.
Pola Bencana yang Serupa di Berbagai Daerah
Dalam tinjauannya, Tito mengungkapkan bahwa karakteristik bencana di Cisarua memiliki kemiripan dengan rentetan bencana yang terjadi di wilayah lain seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Polanya hampir sama. Saya baru pulang dari Kabupaten Agam, Sumbar, Tapanuli Tengah, selatan, Aceh. Di daerah perbukitan seperti ini ketika struktur tanahnya itu lembut berpasir, apalagi tanahnya saya lihat gembur, subur di satu sisi untuk tanaman, tapi di sisi lain rawan," tutur mantan Kapolri tersebut.
Terkait dugaan alih fungsi lahan yang memicu longsor di lereng Gunung Burangrang tersebut, Tito enggan berkomentar lebih jauh. Ia menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah penanganan darurat.
"Kita belum tahu (soal alih fungsi lahan). Kita bicara jangka pendek dulu," katanya singkat.
Fokus Pencarian Korban dan Relokasi
Lanskap lokasi longsor dan lahan perkebunan di lereng Gunung Burangrang, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Minggu (25/1/2026).
Pemerintah saat ini memprioritaskan evakuasi warga yang diduga masih tertimbun material tanah serta memastikan kebutuhan pengungsi di posko terpenuhi."Yang pertama jangka pendek dulu, semaksimal mungkin untuk mencari korban yang hilang, dibantu keluarganya. Yang direlokasi juga sudah dibantu saya lihat, dari gubernur, bupati, dan lain-lain," jelas Tito.
Untuk jangka panjang, Tito memastikan warga terdampak harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
"Mereka harus direlokasi, dapat tempat yang baik, aman, kerjaan mereka dibantu," imbuhnya.
Kesaksian Warga: Suara Gemuruh Seperti Gempa
Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari itu menyisakan trauma mendalam bagi warga Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning. Meski terjadi saat warga terlelap, getaran hebat sempat membangunkan mereka.
Neng Evi (40), salah satu korban selamat, menceritakan kengerian saat tanah dari arah Gunung Burangrang menerjang perkampungan.
"Terdengar suara gemuruh dari atas. Jam 9 malam itu hujan angin. Setelah gemuruh kayak gempa gitu, kaca lemari sampai getar," ujar Evi saat ditemui di posko pengungsian.
Evi mengaku beruntung bisa menyelamatkan diri sebelum lumpur mencapai rumahnya.
"Jam 3 subuh banyak yang keluar rumah, paginya terlihat di atas ada tanah. Rumah saya nyaris kena sudah dekat lumpur," katanya lagi.
Duka lebih mendalam dirasakan oleh Ella Rohmatika (34). Ia harus kehilangan tujuh anggota keluarganya yang hingga kini masih dalam proses pencarian.
"Saudara 7 orang, bibi saya, paman saya, sama anaknya, terus cucu dan menantunya karena rumahnya pas di lokasi itu. Sekarang belum ditemukan, posisi rumah pas yang rata itu," ucap Ella dengan nada lirih.
Pantauan di lokasi menunjukkan material longsor memanjang menyerupai sungai kering, dipenuhi puing bangunan, kayu, dan bambu.
Dari kejauhan, bagian tengah Gunung Burangrang tampak "terbelah" oleh longsoran tanah berwarna cokelat yang kontras dengan vegetasi hijau di sekitarnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Mendagri Minta Titik Longsor di Cisarua Bandung Tak Lagi Dibangun Rumah
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang