Maarten Paes Singgung Emil Audero Usai Raih Gelar Kiper Terbaik di PSSI Awards 2026
Maarten Paes sukses menyabet gelar Men's Indonesian Goalkeeper of The Year (Kiper Terbaik) di PSSI Awards 2026.
Ajang PSSI Awards 2026 berlangsung pada Sabtu (28/3/2026) malam WIB sebagai wadah penghargaan kepada insan sepak bola di Indonesia.
Maarten Paes menjadi salah satu pemain yang masuk dalam dua kategori di ajang ini yaitu Men's Indonesian Goalkeeper dan Save of The Year.
Dari dua gelar tersebut, Maarten Paes berhasil membawa pulang trofi Men's Indonesian Goalkeeper of The Year.
Paes sukses mengungguli empat nominator lain seperti Emil Audero (Cremonese), Ernando Ari (Persebaya), Nadeo Argawinata (Borneo FC), dan Teja Paku Alam (Persib Bandung).
Ucapan Terima Kasih
Ucapan terima kasih langsung disampaikan oleh Maarten Paes kepada semua pihak usai menyabet gelar Kiper Terbaik di PSSI Awards 2026.
"Terima kasih untuk seluruh dukungan, terima kasih untuk voting. Saya ingin berterima kasih kepada Erick Thohir dan seluruh yang ada di PSSI yang sudah percaya dengan saya," kata Maarten Paes selepas menerima penghargaan PSSI Awards 2026.
Kiper Ajax Amsterdam itu mempersembahkan trofi penghargaan kepada keluarga. Secara khusus, ia mempersembahkan untuk mendiang sang nenek.
Penjaga gawang timnas Indonesia Maarten Paes beraksi saat menjalani sesi pemanasan menjelang pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis pada laga FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Menurut penuturannya melalui wawancara eksklusif kepada FIFA, Paes memang memiliki darah Indonesia dari sang nenek yang lahir di Kediri.
Namun, sang nenek tutup usia sebelum ia memulai perjalanannya bersama Timnas Indonesia.
"Gelar ini juga saya persembahkan untuk keluarga, terutama untuk dukungan yang diberikan oleh nenek saya," ujar Paes.
Berkat Kerja Sama Tim
Mantan kiper FC Dallas itu mengatakan jika keberhasilannya meraih penghargaan tersebut bukan karena kehebatannya.
Menurutnya, semua yang ia raih tak lain karena bantuan rekan-rekan setimnya baik di klub atau tim nasional.
Ia pun berhasrat untuk bisa meraih trofi bersama tim, setelah menyabet trofi individu ini.
"Saya rasa ini adalah bukti kerja keras saya. Ini selalu tentang kerja tim, jadi mari kita sebarkan semangat ini untuk meraih lebih banyak trofi tim," tandasnya.
Lebih lanjut, kiper didikan FC Utrecht tersebut juga menjelaskan hubungannya dengan para kiper timnas lainnya.
Menurutnya, seluruh kiper di Timnas Indonesia bekerja secara tim tak melihat latar belakang kompetisi atau klub.
"Ini bukan soal ego, ini soal proses tim. Saya senang bekerja dengan Emil, saya senang bekerja dengan Nadeo, Cahya, Ernando, dan semua orang yang bekerja bersama kami," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang