Wisata ke Toko Roti Jadi Tren Dunia, Perancis hingga Jepang Paling Diminati

Bakery Tourism, Wisata ke Toko Roti Jadi Tren Dunia, Perancis hingga Jepang Paling Diminati

— Tren wisata kuliner global terus berkembang, salah satunya melalui bakery tourism atau wisata berbasis kunjungan ke toko roti dan patisserie.

Fenomena ini mendorong wisatawan menjadikan bakery ikonis sebagai destinasi utama dalam perjalanan mereka.

Dilansir NDTV melalui artikel Why Bakery Tourism Is The Sweetest Travel Trend Right Now, bakery tourism tumbuh seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman kuliner yang autentik, lokal, dan berakar pada tradisi.

Berikut sejumlah negara yang disebut sebagai destinasi penting dalam tren ini:

Paris menjadi simbol bakery tourism dunia dengan tradisi patisserie yang kuat.

Bakery Tourism, Wisata ke Toko Roti Jadi Tren Dunia, Perancis hingga Jepang Paling Diminati

ilustrasi bakery

Croissant, baguette, dan aneka kue klasik menjadikan bakery sebagai bagian tak terpisahkan dari wisata kota.

Banyak wisatawan menjadwalkan kunjungan khusus ke boulangerie legendaris untuk merasakan cita rasa autentik Perancis.

2. Jepang

Tokyo dikenal sebagai kota dengan pendekatan inovatif terhadap roti dan pastry.

Teknik baking ala Perancis dipadukan dengan presisi dan kreativitas Jepang, menghasilkan bakery modern yang menjadi tujuan wisata kuliner tersendiri.

3. Australia

Melbourne menonjol lewat budaya kafe dan bakery artisanal yang berkembang pesat. Roti sourdough, pastry modern, dan pendekatan farm-to-table menjadikan bakery sebagai bagian dari pengalaman wisata urban.

4. India

Kota seperti Mumbai dan Bengaluru menunjukkan pertumbuhan bakery artisanal yang signifikan.

Bakery Tourism, Wisata ke Toko Roti Jadi Tren Dunia, Perancis hingga Jepang Paling Diminati

Pastry croissant di Braud Cafe, kafe lokal di Bali yang tawarkan artisan bakery.

Bakery-bakery ini menggabungkan teknik Eropa dengan cita rasa lokal, menarik wisatawan domestik maupun internasional yang mencari pengalaman kuliner baru.

Viral karena media sosial

Menurut NDTV, popularitas bakery tourism juga dipengaruhi oleh media sosial.

Tampilan roti dan interior bakery yang estetis kerap menjadi konten viral, mendorong wisatawan untuk memasukkan kunjungan ke bakery dalam agenda perjalanan mereka.

Tren ini menegaskan bahwa wisata kuliner tidak lagi terbatas pada restoran atau makanan utama, tetapi juga merambah ke ruang-ruang kecil seperti bakery yang merepresentasikan identitas dan budaya suatu kota.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang