Curahan Hati Wardatina Mawa soal Anak Usai Insanul Fahmi Nikah Siri dengan Inara Rusli

Wardatina Mawa.
Wardatina Mawa.

 Curahan hati Wardatina Mawa mengenai anak tengah menjadi sorotan publik. Di tengah polemik rumah tangga yang melibatkan suaminya, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli, Mawa justru memilih berbicara dari sudut pandang seorang ibu. Unggahan terbarunya di Instagram dinilai penuh makna dan menyentuh sisi emosional banyak orang.

Seperti diketahui, Wardatina Mawa sebelumnya mengungkap dugaan perselingkuhan yang dilakukan Insanul Fahmi dengan Inara Rusli. Mawa bahkan telah melaporkan keduanya ke pihak kepolisian atas dugaan perzinahan. Situasi kian memanas setelah Insanul Fahmi dan Inara Rusli mengaku telah menikah siri secara diam-diam tanpa persetujuan Mawa sebagai istri sah. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Wardatina

Di tengah konflik tersebut, Mawa mencurahkan isi hatinya tentang anak. Ia menekankan bahwa anak-anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, melainkan kehadiran yang utuh dan aman.

“Anak-anak membutuhkan orang tua yang utuh, bukan orang tua yang sempurna. Mereka membutuhkan ayah yang tetap hadir, ibu yang merasa aman, dan rumah yang terasa lengkap,” tulisnya yang dikutip dari Instagram @wardatinamawa pada Minggu, 15 Desember 2025.  

Namun, Mawa menyadari bahwa tidak semua anak ditakdirkan tumbuh dengan kondisi keluarga yang lengkap. Ia pun menuliskan refleksi yang lebih dalam. 

“Namun qadarullah, tidak semua anak Allah beri orang tua yang utuh. Bukan karena mereka tidak layak dicintai, tapi karena ada orang dewasa yang memilih pergi, memilih perempuan lain, dan meninggalkan luka yang harus dipahami oleh hati sekecil itu,” tulisnya lagi. 

Menurut Mawa, anak-anak sejatinya tidak pernah meminta perpisahan orang tuanya. Mereka hanya menginginkan rumah yang sama dan rasa aman. Ia kembali menuliskan pesan yang menyentuh. 

“Anak tidak pernah meminta perpisahan, mereka hanya ingin pulang ke rumah yang sama,” ujarnya. 

Meski demikian, Mawa meyakini bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak yang terluka akibat keputusan orang dewasa. Keyakinan tersebut ia tuangkan dalam kalimat penuh penguatan. 

“Dan ketika itu tidak terjadi, Allah sendiri yang menjaga hatinya. Apa yang dirusak manusia, Allah perbaiki. Apa yang hilang dari peran orang tua, Allah ganti dengan kasih sayang-Nya yang tidak pernah pergi,” tandasnya. 

Tak berhenti di situ, Mawa juga menuliskan harapannya tentang masa depan sang anak. Ia percaya bahwa anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, meski harus melewati luka sejak dini.

“Dan kelak, anak itu akan tumbuh kuat. Bukan karena hidupnya mudah, tapi karena Allah sendiri yang memeluknya saat dunia mengecewakan. Our future is safe in Allah’s hands,” tuturnya.