Nikah Siri dengan Inara Rusli, Insanul Fahmi Ngaku Menyesal Rumah Tangganya Jadi Hancur
Rasa penyesalan mendalam akhirnya diungkapkan Insanul Fahmi setelah rumah tangganya dengan Wardatina Mawa berada di ambang kehancuran. Kasus pernikahan siri dengan Inara Rusli yang terungkap ke publik menjadi titik balik yang membuat Insanul mengakui kesalahannya secara terbuka. Ia menyadari bahwa keputusan yang diambilnya telah merusak kepercayaan, melukai keluarga, serta memicu kegaduhan berkepanjangan.
Sebagai langkah awal menuju upaya islah atau perdamaian, Insanul Fahmi menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui sebuah video pernyataan yang beredar luas di media. Permintaan maaf ini bukan sekadar inisiatif pribadi, melainkan juga menjadi syarat pertama yang sebelumnya diajukan oleh Mawa agar proses penyelesaian masalah dapat berlanjut. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Insanul Fahmi.
Dalam video tersebut, Insanul tampil dengan nada tenang dan penuh penyesalan. Ia membuka pernyataannya dengan salam dan pengakuan bahwa dirinya adalah manusia biasa yang tidak luput dari dosa.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Insanul Fahmi. Melalui pernyataan ini, dengan segala kerendahan hati dan kesadaran penuh sebagai manusia yang tidak luput dari dosa, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada istri saya, Wardatina Mawa, beserta Ibu dan Ayah, juga keluarga besar tentunya yang sangat saya hormati,” ujar Insanul Fahmi mengutarakan permintaan maafnya yang dikutip pada Jumat, 23 Januari 2026.
Ia secara terbuka mengakui bahwa kekhilafan dan kelalaiannya telah menimbulkan luka yang dalam serta kegaduhan yang berdampak luas, tidak hanya bagi istrinya tetapi juga keluarga besar.
"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kekhilafan dan kelalaian saya selama ini telah menorehkan luka yang cukup dalam. Saya sadar, saya telah menghancurkan kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun. Serta menimbulkan kegaduhan yang membebani istri dan keluarga besar,” ujarnya lagi.
Pengakuan paling emosional disampaikan Insanul saat ia menegaskan penyesalan atas kegagalannya menjaga amanah rumah tangga. Ia menyebut egonya sebagai sumber utama dari kerusakan yang terjadi.
"Dari lubuk hati terdalam, saya mengakui penyesalan saya. Saya menyesal, telah gagal menjaga amanah dan kehormatan rumah tangga kami. Saya menyesal telah membiarkan ego saya melukai banyak pihak,” ucapnya.
Insanul juga menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut disampaikan tanpa pembelaan dan tanpa menyalahkan siapa pun selain dirinya sendiri.
"Namun izinkan, permohonan maaf ini menjadi langkah awal saya untuk mengakui kesalahan saya secara jantan, tanpa tapi dan tanpa pembelaan,” ucapnya lagi.
“Saya tegaskan di sini, tidak ada pihak lain yang patut disalahkan selain diri saya sendiri. Segala kekacauan ini adalah murni tanggung jawab saya sebagai laki-laki,” tambahnya.
Dalam pernyataan yang menyentuh, Insanul menyampaikan sikapnya terhadap keputusan Mawa ke depan. Ia mengaku siap menerima apa pun hasilnya dan tidak ingin memaksa.
"Kepada Mawa, saya menghormati sepenuhnya apapun perasaan dan keputusanmu saat ini. Saya sadar butuh waktu yang tidak sebentar untuk memulihkan hati yang terluka. Saya tidak... tidak akan memaksa. Namun saya tidak akan berhenti berharap. Saya siap menunggu pintu maaf itu terbuka,” terang Insanul.
Tak hanya itu, Insanul Fahmi juga menyatakan kesiapannya untuk menjalani seluruh konsekuensi hukum sebagai bentuk tanggung jawab.
"Sembari saya menjalani seluruh proses hukum dan konsekuensi hidup ini sebagai bentuk pertanggungjawaban saya di dunia dan akhirat,” tukasnya.
Permintaan maaf terbuka ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Insanul dan Mawa beserta keluarga. Dalam pertemuan tersebut, Insanul disebut telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung, meski belum mendapat respons verbal.
Mawa sendiri menegaskan bahwa ada dua syarat agar permintaan maaf dapat dipertimbangkan. Syarat pertama, yakni permintaan maaf secara terbuka melalui media, kini telah dipenuhi. Sementara syarat kedua masih menjadi perhatian publik, yaitu pembuktian pernikahan siri yang diklaim terjadi pada 7 Agustus.