Curahan Hati Khephren Thuram Soroti Aksi Rasisme Kepada Vinicius Jr

Khephren Thuram, Real Madrid, Vinicius Jr, rasisme, Juventus, Curahan Hati Khephren Thuram Soroti Aksi Rasisme Kepada Vinicius Jr

Pemain Juventus, Khephren Thuram merasa prihatin dengan aksi rasisme yang dialami oleh Vinicius Jr pada laga melawan Benfica di Liga Champions Februari lalu.

Khephren Thuram merasa jika dirinya ikut ‘diserang’ saat melihat bintang Real Madrid, Vinicius Jr, diduga mengalami pelecehan rasial.

Vinicius Jr diduga mendapat perlakuan rasis dari pemain asal Benfica, Gianluca Prestianni usai melakukan selebrasi atas golnya menit ke-50.

Ucapan Gianluca Prestianni kepada Vinícius Júnior memicu reaksi sang pemain yang langsung melapor kepada wasit sehingga protokol anti-rasisme diaktifkan. 

Rekan setim Vinicius, Kylian Mbappé, mengaku mendengar Prestianni menyebut Vinicius dengan kata “monyet” sebanyak lima kali.

Namun dalam laporannya kepada UEFA, Prestianni membantah melakukan tindakan rasis. 

Ia menyatakan terjadi kesalahpahaman atas ucapannya dan menegaskan tidak pernah melontarkan hinaan rasial kepada Vinicius. 

Prestianni mengklaim kata yang ia ucapkan merupakan hinaan bernada homofobik, bukan rasisme.

Mereka melaporkan bahwa ia telah memberikan bukti kepada UEFA yang menyatakan bahwa ia menyebut Vinicius dengan kata hinaan anti-gay "Maricon" dalam bahasa Spanyol, dan bukan "mono," yang dalam bahasa Spanyol berarti monyet.

Selalu Diserang Karena Warna Kulit

Dalam sebuah wawancara dengan Canal, Thuram mengungkapkan ketidakpuasan terhadap tindakan rasisme. 

Pemain asal Perancis itu langsung mencerminkan perasaannya setelah menyaksikan Vinicius Jr menjadi korban rasisme.

“Sulit menjadi seorang anak kulit hitam. Pada tahun 2026, kamu masih bisa diserang hanya karena warna kulitmu,” kata gelandang Juventus tersebut melalui L’Equipe.

Terlepas dari insiden terbaru ini, Vinicius sering menjadi sasaran pelecehan rasial di Spanyol dan Eropa.

“Vinicius diserang, dan seolah-olah saya yang diserang. Itu bisa saja terjadi pada saya. Dan semua ini hanya karena saya berkulit hitam?" 

"Saya tidak memiliki jawaban untuk menghentikannya. Saya tidak tahu bagaimana menghentikannya di stadion,” lanjut Thuram.

Khephren Thuram, Real Madrid, Vinicius Jr, rasisme, Juventus, Curahan Hati Khephren Thuram Soroti Aksi Rasisme Kepada Vinicius Jr

Penyerang Benfica Gianluca Prestianni menutupi mulutnya saat berdebat dengan penyerang Real Madrid Vinicius Junior yang mengeluhkan dugaan penghinaan rasis pada laga leg pertama playoff babak knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.

Dukung Tindakan Anti Rasisme

Lebih lanjut, Thuram merasa jika meninggalkan lapangan saat mendapat aksi rasisme adalah solusi terbaik.

Meski sadar ia bisa mendapat perlakuan rasisme, Thuram menegaskan komitmennya sebagai pesepakbola.

“Meninggalkan lapangan mungkin bisa menjadi solusi, tetapi saya ingin bermain sepakbola. Ini pekerjaan saya, dan saya menikmati apa yang saya lakukan,” tuturnya.

Thuram memberikan dukungan penuh agar aturan terkait rasisme bisa digalakkan. Menurutnya, pelaku seharusnya yang keluar dari lapangan, bukan korban.

“Harus ada tindakan yang lebih tegas bagi mereka yang berperilaku seperti itu. Kenapa saya harus menjadi orang yang meninggalkan lapangan? Dia seharusnya yang meninggalkan stadion." 

"Kita harus menghentikan omong kosong ini dan mulai mengambil tindakan serius,” sambungnya.

Sementara itu, Ayah Khephren Thuram, Lilian Thuram yang merupakan mantan bek Juventus dan Parma, dikenal sebagai aktivis anti-rasisme dan pendiri Yayasan Lilian Thuram, yang fokus pada pendidikan untuk melawan rasisme.

Dengan semangat anti rasisme yang sudah mengakar dari sang ayah, ia berharap agar insiden yang dialami Vinicius Jr tidak akan terjadi lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang