Geger Organisasi Australia Ini Tuding 3 Objek Wisata di Bali Menyiksa Gajah
Organisasi pecinta Satwa, People for The Ethical Treatment of Animal (PETA) Australia menyebut tiga destinasi wisata di Bali melakukan tindakan penyiksaan terhadap gajah. Tudingan ini mereka sampaikan dalam situs resmi mereka peta.org.au.
Dalam situs tersebut, organisasi nirlaba itu mengunggah sebuah video yang menampilkan kondisi gajah di sejumlah destinasi wista di Bali. Disebut mereka bahwa gajah-gajah tersebut dirantai di kandang gersang, bahkan terlihat memiliki bekas luka dan sayatan di kepala serta kaki gajah.
Dalam video yang diunggah di situs resminya, juga terlihat kepala serta kaki. Dalam video itu juga terlihat para pekerja memukul dan menusuk gajah berulang kali dengan bullhook, alat menyerupai pengaduk perapian yang memiliki kait logam tajam di ujungnya.
Fasilitas yang direkam dalam video investigasi PETA Asia tersebut antara lain Bakas Adventure Elephant Safari and Rafting, Mason Elephant Park & Lodge yang memasarkan dirinya sebagai “tempat penyelamatan gajah” serta Bali Zoo.
Dalam video, seorang mantan kontraktor di Mason Elephant Park & Lodge menjelaskan taktik penyiksaan yang digunakan untuk ’mematahkan’ mental gajah agar mau patuh.
“Kalau mereka tidak mengikuti perintah, kami tidak memberi mereka makan. Kamu harus memukul mereka keras agar lebih menurut. … Jika gajah tidak patuh dengan kait yang tumpul, para pawang akan memakai yang tajam, sampai gajahnya berdarah,” kata dia.
Melihat insiden tersebut, Senior Campaigns Advisor PETA Australia, Mimi Bekhechi menyebut industri seperti ini memisahkan gajah dari habitat alaminya dan menipu wisatawan yang tidak curiga untuk membayar kekerasan terhadap hewan
“PETA mengimbau para pelancong untuk mencari tahu lebih dulu dan menjauhi tempat-tempat ‘penyelamatan’ palsu yang memaksa gajah berinteraksi dengan wisatawan,” kata dia.
Dalam situs tersebut PETA menjelaskan bahwa di alam liar, gajah hidup dalam kelompok matriarkal, saling melindungi, dan berbagi tanggung jawab dalam merawat anak-anak di kelompoknya. Namun gajah yang dipaksa mengangkut wisatawan biasanya diambil dari induknya saat masih bayi, diikat dengan tali sangat kuat, lalu ditusuk menggunakan tongkat berduri atau benda tajam lainnya agar mereka patuh karena rasa takut. Gajah dewasa hidup dalam keterpaksaan, dan seperti yang terlihat dalam video, mereka dirantai saat tidak bekerja serta terus dihadapkan pada ancaman kekerasan fisik maupun tekanan psikologis.