Klarifikasi Asnawi Mangkualam Soal Ban Kapten di Laga China Vs Indonesia
Bek Port FC yang juga mantan kapten Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar, memberikan klarifikasinya soal pernyataan Exco PSSI, Arya Sinulingga, terkait ban kapten Timnas Indonesia ketika menghadapi China pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Pada sebuah siniar di kanal YouTube miliknya, Arya menyebutkan bahwa seharusnya Jay Idzes yang mengenakan ban kapten pada laga kontra China yang digelar pada Oktober 2024 silam.
Pada pertandingan tersebut, Timnas Indonesia takluk dari China dengan skor 1-2.
Pertandingan tersebut kemudian jadi salah satu episode tergelap dalam perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan rumor perpecahan ruang ganti yang mencuat seiring kekalahan tersebut.
Salah satu hal yang jadi sorotan adalah status Jay Idzes yang menjadi kapten skuad Garuda sejak Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 dicopot dan digantikan oleh kapten sebelumnya, Asnawi Mangkualam.
Arya Sinulingga pun menyinggung bahwa status kapten utama Timnas Indonesia di laga tersebut selayaknya dipegang oleh Jay Idzes, bukan Asnawi.
Komentar tersebut langsung memancing reaksi Asnawi. Dia mengemukakan responsnya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Eks penggawa PSM Makassar itu dirasa perlu meluruskan informasi agar tak terjadi kesalahpahaman di kalangan masyarakat, terutama suporter sepak bola nasional.
Pada unggahan pertama, dia turut meminta kepada mantan penerjemah Shin Tae-yong, Jeong Seok Seo, atau yang akrab disapa Jeje itu untuk membantu memberikan klarifikasi.
Kemudian, dia menyayangkan komentar Arya yang menurutnya lebih tahu kondisi Timnas Indonesia ketimbang seluruh pihak yang termasuk dalam internal tim.
Penegasan Asnawi Soal Ban Kapten
Dalam penjelasannya, Asnawi menegaskan dirinya memang ingin meneruskan ban kapten kepada pemain yang dianggap lebih layak menggantikannya.
Namun, ketika berbicara dengan Nova Arianto yang kala itu menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia, Asnawi mengatakan dirinya masih dipercaya menjadi kapten oleh Shin Tae-yong.
Asnawi juga mengutarakan bahwa dirinya masih berstatus kapten utama di laga kontra China. Sementara, Jay Idzes menjadi wakil kapten.
"Saya ingin mengklarifikasi soal kapten. Sudah terlalu lama masalah ini didiamkan dan menjadi bola liar di publik. Sedikit penjelasan masalah kapten. Saya pribadi sudah lama berniat untuk memberikan kapten itu ke pemain lain bahkan sebelum Piala Asia," ujar Asnawi.
Unggahan Asnawi Mangkualam perihal ban kapten pada laga China vs Timnas Indonesia pada ronde laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober 2024.
"Saya pribadi berbicara ke Coach Nova untuk diberikan ke Jordi (Amat). Tapi, ketika itu Coach Nova bilang 'kamu yang masih dipercaya Coach Chin'. Berlanjut lagi saya masih berusaha untuk memberikan ke pemain lain lagi yaitu Jay (Idzes) dari sebelum melawan Australia di GBK."
"Waktu itu setelah makan malam saya mengajak Jay, Sandy (Walsh), Thom (Haye), (Rizky) Ridho untuk membahas soal kapten ini ke pelatih siapa kapten utama, siapa wakilnya."
"Ketika itu Coach Shin tetap mempercayakan kapten utama ke saya dan Jay sebagai wakilnya. Dan di sini jelas dan bisa ditanyakan juga ke semua pemain yang saya sebutkan di atas," jelas dia.
Hal yang Disesalkan Asnawi
Lebih lanjut, pemain 26 tahun itu menyesalkan dirinya menjadi pihak yang tersudutkan dalam masalah ini.
"Saya rasa masalah ini jika paham bola tidak perlu dibahas karena memang jelas alurnya seperti itu. Ketika kapten utama bermain tetap akan memakai ban kapten. Tetapi jika tidak bermain diberikan ke wakil kapten," ujar Asnawi.
"Tapi kenapa seakan-akan saya selalu disudutkan di permasalahan ini. Dan kenapa juga sampai saat ini masih membahas pertandingan ketika melawan China. Sedangkan yang harus dilakukan bukan membahas yang sudah berlalu tapi memperbaiki buat ke depannya," tutur dia.
Asnawi pun mempertanyakan siapa yang memberikan info kepada Arya perihal pencopotan ban kapten darinya dan dialihkan ke Jay Idzes.
"Kalau memang perkataan bapak itu benar, Jay sudah ditentukan sebagai kapten utama melawan China, mohon beritahu saya siapa yang mengatakannya pada Anda?" ucap Asnawi.
"Jika saya diberikan kepercayaan saya bangga. Tapi, ketika diberikan yang jauh lebih baik saya ikhlas. Dan itu sudah lama saya berniat untuk memberikan ke yang lain."
"Alasan saya ingin memberikan ke yang lain karena waktu itu saya rasa performa saya menurun dan ada yang lebih pantas," tutur dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang