Kronologi Mobil Tabrak Siswa di SDN 01 Kalibaru Jakut, Terobos Pagar Sekolah
Sebuah mobil menabrak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Pagi, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2026) pagi.
Menurut pengakuan salah satu orangtua siswa SDN 01 Pagi, peristiwa tabrakan itu terjadi sekitar 06.30 WIB.
Dalam keterangan yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, kecelakaan terjadi saat mobil pengangkut makanan tiba di sekolah Kamis pagi.
Mobil tersebut dikendarai oleh sopir baru yang menggantikan pengemudi sebelumnya. Ia diduga kehilangan kendali ketika memasuki halaman sekolah.
Saat itu, pagar sekolah yang dalam kondisi tertutup rapat diterobos masuk dan mobil menabrak kerumunan siswa serta guru.
“Karena sopirnya ganti, padahal pintunya tertutup, masuk dengan kecepatan yang tidak terkontrol, menabrak murid dan guru, dan juga yang ada di sana,” kata Pramono, dikutip dari , Kamis (11/12/2025).
Dalam rekaman video yang Kompas.com terima, laju mobil terhenti ketika menabrak pagar besi pembatas sekolah.
Dalam video, sopir mobil juga terlihat nyaris diamuk warga sekolah dan dipaksa turun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Para guru, orangtua murid, dan petugas sekolah langsung berusaha mengevakuasi siswa yang menjadi korban.
Kini korban sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Mereka dirawat di dua rumah sakit, yakni RSUD Koja dan RSUD Cilincing.
Dan menurut pantauan Kompas.com di lokasi, bagian lapangan sekolah tempat mobil berada sudah dibatasi dengan garis polisi.
Terlihat pula sejumlah petugas polisi yang menjaga serta petugas PMI yang berada di dalam sekolah.
Biaya rumah sakit ditanggung pemda Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung para korban kecelakaan mobil yang menabrak halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Pagi Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, di RSUD Koja, Kamis (11/12/2025)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung para korban kecelakaan mobil yang menabrak halaman SDN 01 Pagi Kalibaru.
Pramono menyebut ada 21 orang terluka termasuk siswa dan guru dan telah dibawa untuk dirawat ke rumah sakit
“Sampai sekarang ini tercatat ada 21 korban. Lima dirawat di Rumah Sakit Koja, satu guru, empat SD, dan enam di RSUD Cilincing. Saya tadi sudah melihat lima yang di Koja ini, mudah-mudahan tidak ada hal yang lebih parah dari itu,” ujar Pramono.
Dalam kunjungannya, Pramono langsung menginstruksikan dua direktur rumah sakit yang menangani korban untuk memberikan perawatan terbaik.
“Saya tadi langsung memerintahkan kepada Direktur RSUD Koja dan juga RSUD Cilincing untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Kalau perlu ada tindakan bedah, saya minta diberikan support sepenuhnya,” pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Saya sudah sampaikan kepada dua direktur RSUD, termasuk juga kepada Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, biaya sepenuhnya ditanggung Pemerintah DKI Jakarta,” kata Pramono.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang