Siswa SDN Margantoko 1 Sampang Belajar di Kelas Rusak dan Nyaris Ambruk

Siswa SDN Margantoko 1 Sampang Belajar di Kelas Rusak dan Nyaris Ambruk
Siswa SDN Margantoko 1 Sampang Belajar di Kelas Rusak dan Nyaris Ambruk

 Kondisi memprihatinkan dialami puluhan siswa SDN Margantoko 1, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Mereka terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di ruang kelas yang rusak parah dan berisiko ambruk.

Sejumlah bagian bangunan sekolah terlihat mengalami kerusakan serius. Atap dari kayu dan genteng runtuh hingga berserakan di depan ruang kelas. Di ruangan lain, plafon ambruk dan struktur bangunan tampak rapuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, beberapa ruang kelas sudah roboh total. Akibatnya, siswa kelas satu, dua, hingga empat tidak memiliki ruang belajar yang layak dan harus belajar lesehan di ruang guru.

Total terdapat 34 siswa yang masih bertahan belajar dalam kondisi terbatas tersebut.

Siswa SDN Margantoko 1 Sampang Belajar di Kelas Rusak dan Nyaris Ambruk

Kepala Sekolah: Sejak 2022 Sudah Rusak Parah

Kepala SDN Margantoko 1, Suranta, mengatakan kondisi bangunan sekolah memang sudah rusak berat sejak dirinya mulai bertugas pada 2022.

" Mulai saya berada disini ( sekitar tahun 2022 ) kondisi sekolah seperti ini. Mengalami rusak parah. Mau memperbaiki kerusakan yang kecil - kecil sudah tidak ada gunanya," tuturnya, kamis (12/2/26)

Menurut Suranta, pihak sekolah telah dua kali mengajukan permohonan perbaikan enam ruang kelas yang tidak layak pakai kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, yakni pada 2024 dan 2025. Namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan.

" Saya sudah mengajukan perbaikan geduang sekolah kepada dinas pendidikan Kabupaten Sampang. Pengajuannya Sudah dua kali mulai tahun 2024 dan 2025, tapi sampai sekarang terealisasi," terang Suranta.

Ia juga mengungkapkan, saat hujan turun di jam pelajaran, para siswa terpaksa menghentikan KBM dan berpindah ke ruang guru untuk berteduh.

" Saya berharap semoga gedung SD disini, segera bisa diperbaiki oleh pemerintah. kasian kepada anak - anak yang masa pertumbuhan belajar seperti ini. Kelas satu, dua, tiga dan empat belajar lesehan ruang guru. Kalau terjadi seperti ini ( lesehan ) terus menerus, saya khawatir anak - anak tulang belakang mengalami bengkak," ucap Suranto saat berada di depan ruang guru.

Dinas Pendidikan: Sudah Diajukan ke Kementerian

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Moh. Yusuf, menjelaskan bahwa kondisi SDN Margantoko 1 sudah masuk dalam daftar pengajuan perbaikan (refit) ke Kementerian Pendidikan.

Ia menyebut, berdasarkan data kementerian, terdapat 464 gedung SD di Kabupaten Sampang yang mengalami kerusakan. Namun kuota pengajuan yang diberikan hanya 138 sekolah.

" Terkait SD Margantoko satu, dan SD lainnya yang terjadi kerusakan dari data kementerian terdapat Empat ratus enam puluh empat ( 464 ) Gedung sekolah SD Sekabupaten Sampang. Sedangkan saya diberi Kouta seratus tiga puluh delapan pengajuan (138 ). Untuk SD Margantoko sudah kami ajukan. Tapi mendapatkan bantuan refit atau tidak, kami tidak bisa memastikan. Kami hanya mengajukan saja," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun mendapat kuota 138 pengajuan, tidak semua sekolah otomatis memperoleh bantuan perbaikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

" Meski kami mendapatkan Kouta 138 dari kementrian pendidikan pusat, tapi belum tentu dapat perbaikan gedung semuanya. misalnya, pada tahun kemarin, kami mendapat kuota 138, tapi yang dapat hanya tujuh refit untuk tahap pertama, dan tahap kedua juga tujuh sekolah. Setiap tahun pengajuan berubah ubah mas, kami hanya mengajukan sesuai Kouta yang diminta (kementrian)," ungkapan.

Kondisi ini membuat nasib siswa SDN Margantoko 1 masih bergantung pada keputusan pusat, sementara proses belajar tetap berjalan di tengah keterbatasan dan risiko keselamatan. (Laporan Farik Dimas, tvOne, Sampang-Madura)