Kronologi Air Canada Tabrak Mobil Pemadam di LaGuardia, Pilot dan Kopilot Tewas
Minggu malam pesawat Air Canada menabrak mobil pemadam kebakaran saat mendadat dii Bandara LaGuardia, New York Amerika Serikat. Akibat insiden itu, dua orang dilaporkan tewas yakni pilot dan copilot pesawat tersebut.
Lantas seperti apa kronologi kejadiannya? Melansir laman Al Jazeerah, Selasa 24 Maret 2026, Insiden ini berawal saat pesawat jenis CRJ-900 yang dioperasikan oleh Jazz Aviation sebagai Air Canada Penerbangan AC8646 dari Montreal, sedang dalam proses pendaratan di Bandara LaGuardia, New York. Pesawat tersebut membawa 72 penumpang dan 4 awak kabin.
Beberapa menit sebelum kecelakaan, sebuah mobil pemadam kebakaran milik Port Authority sedang menuju lokasi kejadian lain, yakni penerbangan United Airlines yang melaporkan adanya bau tidak biasa di dalam kabin.
Sekitar pukul 23.40 waktu setempat pada Minggu malam atau sekitar pukul 11.40 WIB, Senin, pesawat Air Canada itu menabrak mobil pemadam kebakaran di landasan pacu saat proses pendaratan berlangsung.
Rekaman audio menunjukkan bahwa petugas pengendali lalu lintas udara awalnya sudah mengizinkan mobil tersebut melintas di landasan. Namun saat pesawat Air Canada mendekat, petugas itu langsung berusaha menghentikan kendaraan tersebut dan berulang kali berteriak, “Truck One, stop, stop, stop!” beberapa detik sebelum tabrakan terjadi.
Berdasarkan data dari situs pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat menabrak mobil pemadam dengan kecepatan sekitar 39 km/jam (24 mph). Data terakhir pesawat tercatat pada pukul 23.37 waktu setempat.
Apa penyebab tabrakan?
Otoritas Amerika Serikat dan Kanada masih melakukan penyelidikan. Namun, indikasi awal menunjukkan fokus utama mereka adalah pada koordinasi pengendali lalu lintas udara.
Perlintasan landasan pacu membutuhkan komunikasi yang sangat ketat antara petugas pengendali darat yang mengatur kendaraan di taxiway, dan petugas menara yang mengatur pergerakan pesawat. Kendaraan hanya boleh melintas jika landasan dipastikan aman.
Mantan inspektur jenderal Departemen Transportasi AS, Mary Schiavo, mengatakan bahwa salah satu fokus utama penyelidikan adalah bagaimana lalu lintas udara dan darat diatur saat kejadian berlangsung.
“Saya tidak tahu berapa banyak peringatan yang dibutuhkan FAA, tetapi ini sudah terjadi bertahun-tahun. Sayangnya, beberapa kecelakaan paling tragis dalam sejarah justru terjadi di darat, di bandara,” ujarnya.
Apakah kekurangan staf berperan?
Federal Aviation Administration (FAA) memang sudah lama mengalami kekurangan petugas pengendali lalu lintas udara, dengan perkiraan dibutuhkan setidaknya 3.000 orang tambahan.
Namun, mantan kepala pengendali lalu lintas udara FAA, Mike McCormick, mengatakan bahwa LaGuardia bukan bandara yang dikenal memiliki masalah kekurangan staf secara permanen.
Meski begitu, kecelakaan ini terjadi pada shift malam, saat jumlah petugas biasanya lebih sedikit. Penyelidik akan menilai kemungkinan faktor kelelahan, pola shift kerja, serta lembur.
Insiden ini terjadi di tengah kondisi yang cukup kacau di bandara-bandara AS.
Dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah bandara mengalami kekurangan staf di badan keamanan transportasi (TSA) akibat penutupan sebagian operasional Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang juga menaungi TSA, serta lembaga lain seperti ICE, sejak pertengahan Februari karena belum adanya kesepakatan anggaran di Kongres.
Presiden AS Donald Trump pada Minggu mengatakan bahwa agen ICE akan membantu mendukung operasi keamanan bandara di seluruh negeri.
Apa yang diketahui tentang para korban?
Pilot dan kopilot yang meninggal dunia diketahui berbasis di Kanada, karena bagian kokpit dan bagian depan pesawat hancur akibat insiden tabrakan tersebut.
Secara total, 41 penumpang sempat dibawa ke rumah sakit, bersama dua petugas pemadam kebakaran yang berada di dalam mobil tersebut. Sebanyak 32 orang telah diperbolehkan pulang, namun beberapa penumpang masih dirawat karena mengalami luka serius.
Seorang pramugari ditemukan masih hidup di luar pesawat dalam kondisi masih terikat di kursinya. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius, namun tidak mengancam jiwa.
Kursi tempat ia duduk dilaporkan terlempar melalui lubang di lantai pesawat.