Kronologi Kejadian Mobil Pembawa MBG Tabrak 19 Siswa SDN Kalibaru 01
Peristiwa kecelakaan yang melibatkan mobil pembawa Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kalibaru 01, Jakarta Utara, menjadi perhatian publik setelah videonya menyebar luas di media sosial.
Rekaman yang diunggah oleh akun Instagram @sekitaran_jakut memperlihatkan suasana panik di lapangan upacara sekolah tersebut.
Dalam video itu, tampak sejumlah murid berlarian sambil berteriak, sementara beberapa siswa terlihat tergeletak usai ditabrak kendaraan yang melaju tak terkendali.
Guru-guru tampak berusaha memberikan pertolongan pertama kepada para korban.
"Sebuah kecelakaan terjadi di SDN Kali Baru 01," demikian keterangan unggahan tersebut, dikutip Kamis, 11 Desember 2025.
Mobil bawa MBG tabrak siswa SD di Jakut
Menurut keterangan yang dibagikan akun tersebut, insiden terjadi sekitar pukul 06.30 WIB ketika para siswa sedang berbaris dan menjalani kegiatan belajar di lapangan upacara.
Kendaraan blindvan pengangkut MBG tiba-tiba masuk ke area lapangan tanpa kendali dan menghantam barisan siswa.
"Dari informasi yang didapatkan, diduga pengemudi ingin menginjak rem, namun yang diinjak pedal gas sehingga mobil nyelonong masuk ke lapangan upacara," terangnya.
Polda Metro Jaya memastikan bahwa total korban berjumlah 20 orang, terdiri dari 19 siswa dan satu guru.
"Korban 20 orang, 19 siswa dan 1 orang guru," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto.
Ia menjelaskan bahwa lima korban dibawa ke RS Koja, 14 orang dirawat di RSUD Cilincing, satu korban mendapat perawatan di Puskesmas Cilincing, sementara seorang lainnya sudah dipulangkan setelah kondisinya membaik.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, memastikan bahwa tidak ada korban meninggal dalam insiden tersebut.
"Korban meninggal nihil," tegasnya.
Sementara itu, aparat kepolisian bergerak cepat menangani kejadian tersebut. Pengemudi mobil telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Untuk supir sudah diamankan,” ujar Budi Hermanto.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan mendalam guna mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan. Insiden ini juga memunculkan pertanyaan publik terkait standar operasional kendaraan pengangkut program MBG, terutama ketika memasuki area sekolah pada jam kegiatan belajar. Pemerintah dan pihak sekolah diharapkan segera melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.