Cara Baru Hotel Tarik Minat Traveler via TikTok hingga Gandeng Influencer

Okupansi hotel, strategi promosi hotel, strategi promosi hotel di era digital, hotel gandeng influencer, cara hotel berpromosi, Cara Baru Hotel Tarik Minat Traveler via TikTok hingga Gandeng Influencer

Persaingan di industri perhotelan kian sengit, terutama di era digital saat para tamu membandingkan harga, fasilitas, hingga ulasan, sebelum memilih akomodasi.

Demi menarik perhatian calon tamu, sejumlah hotel melakukan berbagai strategi promosi, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial, seperti TikTok dan Instagram.

Sejumlah hotel juga mulai menggandeng influencer untuk menampilkan pengalaman menginap mereka secara lebih menarik dan autentik.

"Sekarang lebih ke digital ya, eranya lebih ke sana. Kami manfaatkan semua media sosial, termasuk bekerja sama dengan pegiat sosial media, seperti vlogger dan influencer," ungkap General Manager Mercure Garut City Centre, Winaryo, di sela media trip Accor-Jawa Barat, Rabu (19/11/2025).

Dari sekian banyak influencer yang berfokus pada konten hotel, Winaryo mengaku mengkurasi pegiat sosial yang diajak bekerja sama dengan memilih kreator konten lokal.

Kerja sama ini bertujuan mempromosikan Mercure Garut City Centre yang belum genap setahun berdiri sejak Januari 2025.

"Garut ini juga menuju destinasi wisata nasional, toh. Jadi, kami ingin menggaet lebih banyak turis nasional ke kota ini," ungkap dia.

Winaryo melalui menyebutkan angka pasti mengenai peningkatan okupansi yang diperoleh dari promosi lewat influencer.

Okupansi hotel, strategi promosi hotel, strategi promosi hotel di era digital, hotel gandeng influencer, cara hotel berpromosi, Cara Baru Hotel Tarik Minat Traveler via TikTok hingga Gandeng Influencer

General Manager Mercure Garut City Centre, Winaryo, di sela media trip Accor-Jawa Barat, Rabu (19/11/2025).

Namun, ia mengaku, melalui kampanye di media sosial, hotel ini berhasil menargetkan pasar secara lebih tepat berdasarkan demografi dengan kisaran usia tamu sekitar 25-44 tahun.

"TikTok itu sendiri berdampak besar buat Mercure Garut. Jadi, orang-orang datang ke Garut itu bukan hanya ke Mercure Garut, tapi melihat Garut itu sebagai destinasi wisata lewat TikTok," ujar Winaryo.

"Kami bisa percaya diri mengatakan bahwa pariwisata di Garut meningkat semenjak ada Mercure Garut, bisa dibilang lebih dari 200 persen," sambung dia.

Okupansi hotel, strategi promosi hotel, strategi promosi hotel di era digital, hotel gandeng influencer, cara hotel berpromosi, Cara Baru Hotel Tarik Minat Traveler via TikTok hingga Gandeng Influencer

Dodol Garut yang sudah dikemas di pabrik Dodol Picnic di Garut, Jawa Barat. Pabrik dodol Garut legendaris sejak 1949. Difoto Rabu (19/11/2025).

Kontribusi ini, lanjut dia, tak lepas dari naungan Accor Group yang fokus meningkatkan potensi wisata lokal, bekerja sama dengan UMKM dekat hotel.

Secara khusus, merek-merek kuliner legendaris di Garut, seperti Dodol Picnic yang dikenal sebagai pelopor dodol daerah ini.

Strategi promosi yang sama juga dilakukan merek hotel Accor Group lainnya, yakni Mercure Bandung City Centre.

Marketing Communication Manager Mercure Bandung City Centre, Dyah Annisa, mengatakan, saat ini pengaruh media sosial, khususnya, TikTok, cukup signifikan bagi promosi hotel.

Selama satu bulan terakhir, sekitar 30 kreator konten bekerja sama dengan online travel agent (OTA) untuk membuat konten di hotel ini.

"Kalau berapa persen kenaikannya, kami belum bisa bilang karena kami baru fokus sejak bulan lalu," kata Dyah di sela media trip Accor-Jawa Barat, Kamis (20/11/2025).

Tren video commerce

Okupansi hotel, strategi promosi hotel, strategi promosi hotel di era digital, hotel gandeng influencer, cara hotel berpromosi, Cara Baru Hotel Tarik Minat Traveler via TikTok hingga Gandeng Influencer

Ilustrasi pembuat konten atau content creator.

Sebelumnya, Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, mengatakan bahwa tren video commerce saat ini menjadi motor utama pertumbuhan digital di sektor e-commerce Indonesia.

“Indonesia adalah leader regional yang tidak terbantahkan untuk sektor ini. Video commerce sudah mendorong peningkatan masif dari tahun ke tahun dan mencapai angka fenomenal 2,6 miliar transaksi,” kata Veronica, dikutip dari Antara, Selasa (9/12/2025).

Transaksi melalui format video interaktif melonjak 90 persen dengan total mencapai 2,6 miliar transaksi dalam setahun terakhir, menjadikan Indonesia pemimpin regional di Asia Tenggara untuk sektor ini.

Veronica mengungkapkan, lonjakan ini turut didukung oleh peningkatan jumlah penjual daring di Indonesia yang tumbuh 75 persen selama setahun terakhir, menjadi sekitar 800.000 toko dan penjual aktif di berbagai platform.

Kategori fesyen, aksesori, serta produk kecantikan dan perawatan diri menjadi penyumbang hampir 50 persen dari total nilai transaksi rata-rata.

Ia juga menyoroti peran YouTube sebagai penggerak utama perilaku belanja berbasis video. Waktu tonton yang berkaitan dengan belanja meningkat lebih dari 400 persen dalam setahun terakhir.

“Artinya, audiens tidak hanya menonton, tetapi juga melakukan pembelian setelah menonton konten yang relevan," ujarnya

Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam cara konsumen mencari dan memutuskan produk, termasuk dengan pengaruh kreator konten yang berperan membangun kepercayaan antara merek dan pembeli.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang