Seberapa Aman Wisata ke Jepang Saat Ini Pasca Gempa 7,5 Magnitudo?

gempa, gempa jepang, Gempa Jepang, Liburan ke Jepang, travel news, Seberapa Aman Wisata ke Jepang Saat Ini Pasca Gempa 7,5 Magnitudo?

Wisatawan yang memiliki rencana perjalanan ke Jepang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul gempa berkekuatan Magnitudo 7,5 yang melanda wilayah utara negara tersebut, khususnya di lepas pantai Prefektur Aomori, pada Senin (8/12/2025) pukul 23.15 waktu setempat.

Meskipun peringatan tsunami sudah dicabut dan dilaporkan tidak ada kerusakan besar di kawasan wisata utama, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan bahwa potensi gempa susulan yang kuat masih tinggi.

Meksi begitu, pemerintah dan otoritas lokal telah menegaskan bahwa layanan publik dan transportasi, termasuk kereta dan bandara, sebagian besar sudah kembali normal dan kunjungan ke wilayah lain di Jepang relatif dapat dianggap aman, melansir situs resmi pemerintah Jnto.go.jp.

Fokus Kewaspadaan di Wilayah Utara dan Pesisir

Melansir dari The Independent, gempa jepang utama berpusat sekitar 50 mil dari pantai Aomori, yang terletak di ujung utara Pulau Honshu.

JMA mengingatkan adanya kemungkinan gempa yang lebih besar lagi atau mega-quake dalam beberapa hari ke depan, terutama di area yang telah mengalami guncangan kuat.

Kementerian Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris (FCDO) juga mengeluarkan imbauan serupa.

“Badan Meteorologi Jepang memperingatkan kemungkinan gempa susulan besar selama 7 hari ke depan. Harap ikuti arahan otoritas setempat," jelas FCDO, dikutip dari The Independent.

Wilayah pesisir dari Hokkaido hingga Prefektur Chiba termasuk dalam area yang memerlukan kewaspadaan tinggi.

Bagi wisatawan yang berada atau berencana menuju wilayah-wilayah ini, FCDO menyarankan untuk:

  • Mengikuti Arahan Lokal: Selalu memantau informasi dan instruksi dari otoritas lokal Jepang. Akses situs media publik Jepang seperti NHK yang menyediakan informasi dalam bahasa Inggris.
  • Waspada Risiko Susulan: JMA mengingatkan bahwa daerah yang mengalami guncangan kuat juga perlu waspada terhadap risiko rumah roboh dan longsor yang meningkat.

Pemerintah Jepang juga mengimbau warga untuk memeriksa jalur evakuasi, mengamankan perabotan, dan menyiapkan persediaan darurat (makanan, air, dan toilet portabel).

Kebijakan Transportasi dan Pembatalan Liburan

Meskipun operasional transportasi, khususnya penerbangan di Bandara New Chitose, Hokkaido, dilaporkan sebagian besar telah kembali normal setelah sempat terjadi pembatalan, wisatawan diminta siap menghadapi kemungkinan penundaan atau pembatalan mendadak jika terjadi gempa susulan.

Terkait kebijakan pembatalan liburan, FCDO tidak mengeluarkan larangan perjalanan ke Jepang.

Hal ini memiliki konsekuensi penting bagi wisatawan, yakni:

  • Pengembalian Dana: Perusahaan paket liburan tidak diwajibkan memberikan pengembalian dana penuh jika wisatawan membatalkan perjalanan atas inisiatif sendiri, kecuali jika ada perubahan resmi pada nasihat perjalanan pemerintah.
  • Klaim Asuransi: Klaim asuransi perjalanan karena masalah keselamatan tidak dapat diajukan kecuali ada perubahan nasihat pemerintah (misalnya, pemerintah negara asal Anda melarang perjalanan ke Jepang).

Wisatawan disarankan untuk menghubungi penyedia paket liburan atau maskapai terkait ketentuan pembatalan dan penundaan yang berlaku.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang