Petr Yan Comeback! Kalahkan Dvalishvili dan Rebut Lagi Sabuk Bantamweight UFC di UFC 323
Petr Yan kembali membuktikan kelasnya sebagai salah satu petarung terbaik UFC setelah berhasil merebut kembali gelar bantamweight. Dalam laga utama UFC 323 di Las Vegas, Sabtu 6 Desember 2025 malam, Yan mengalahkan Merab Dvalishvili melalui keputusan mutlak setelah pertarungan keras selama lima ronde.
Duel ini berlangsung intens sejak awal, namun Yan tampil lebih efektif dan disiplin. Dua juri memberikan skor 49-46, sementara satu lainnya mencatat 48-47, semuanya untuk kemenangan sang petarung Rusia. Kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan besar bagi Yan, yang sebelumnya sempat kehilangan sabuk dan melewati periode sulit sebelum kembali memuncaki divisi bantamweight.
Dengan rekor baru 20 kemenangan dan 5 kekalahan, Yan menunjukkan perubahan signifikan dibanding pertemuan pertama mereka pada 2023. Saat itu, Dvalishvili tampil dominan dengan gaya khasnya yang agresif dan hampir 50 percobaan takedown, membuat Yan kelelahan dan kehilangan ritme. Tetapi skenario berbeda terjadi dalam duel ulang ini.
Dikenal sebagai “raja takedown” UFC dengan 117 keberhasilan sepanjang kariernya, Dvalishvili justru kesulitan mengeksekusi strateginya. Di dua ronde pembuka, ia gagal total mencatat satu pun takedown dari 13 percobaan. Secara keseluruhan, ia hanya berhasil dua dari 29 percobaan, jauh di bawah efektivitas biasanya.
Sebaliknya, Yan tampil lebih cerdas dengan memanfaatkan celah yang ada. Ia justru mencetak takedown pertama pada ronde kedua dan sukses lima kali dari sembilan percobaan. Namun faktor paling menentukan datang dari keunggulan striking-nya. Yan mendaratkan 60 persen pukulan signifikan, termasuk jab-jab tajam yang membuat wajah Dvalishvili berdarah, serta tendangan ke tubuh yang tampak membuat lawannya kesakitan.
“Saya sangat bahagia. Saya bekerja keras demi momen ini,” ujar Yan.
Di sisi lain, Dvalishvili mengungkap bahwa ia mencoba tampil lebih variatif dengan mengandalkan striking ketimbang grappling.
“Saya mencoba pertarungan yang menghibur untuk semua orang,” katanya. Namun perubahan gaya bertarung itu justru memberi ruang bagi Yan untuk menguasai jalannya laga.
Kemenangan ini memastikan Petr Yan kembali menduduki takhta bantamweight UFC sebagai juara dua kali. Sementara itu, di laga co-main event, Joshua Van meraih kemenangan penting sehingga kini hanya Valentina Shevchenko yang tersisa sebagai satu-satunya juara UFC yang mampu mempertahankan gelarnya musim ini, tanda betapa ketat dan tak terprediksinya persaingan gelar di UFC.