Masuk ke Pasar Modal Indonesia, Robinhood Akuisisi Buana Capital dan Pedagang Aset Kripto

Robinhood masuk pasar modal Indonesia.
Robinhood masuk pasar modal Indonesia.

 Perusahaan layanan keuangan asal Amerika Serikat (AS) Robinhood Market Inc  mengakuisisi perusahaan pialang Indonesia PT Buana Capital dan pedagang aset digital berlisensi di Indonesia PT Pedagang Aset Kripto.

Kepala Robinhood kawasan Asia Patrick Chan dalam Corporate Action Launch menegaksan,  kedua akuisisi menandai masuknya Robinhood secara resmi ke pasar modal Indonesia. Yang juga mempercepat ekspansi mereka di kawasan Asia Tenggara dan pasar global lainnya.

"Kami menantikan untuk menghadirkan layanan inovatif yang sama kepada masyarakat Indonesia, yang telah memperoleh kepercayaan pelanggan Robinhood di seluruh dunia,” ujar Patrick dikutip dari keterangannya, Senin, 8 Desember 2025.

Dia mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang tumbuh pesat untuk perdagangan. Hal itu menjadikannya tempat yang menarik untuk melanjutkan misi Robinhood dalam mendemokratisasi keuangan bagi semua orang.

Dalam proses akuisisi, Pieter Tanuri dari PT Buana Capital dan PT Pedagang Aset Kripto akan tetap terlibat sebagai penasihat strategis bagi Robinhood setelah transaksi selesai.

Presiden Direktur Buana Capital Benny Hardiman Setiabrata mengatakan proses akuisisi ini merupakan langkah besar yang akan memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia.

Melalui sinergi ini, katanya lagi, berpotensi menciptakan masyarakat yang semakin mudah mengakses investasi global dengan cara yang lebih terjangkau dan efisien, serta menciptakan peluang besar memajukan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

"Dengan pengalaman Robinhood yang sudah terbukti dalam membawa lebih dari 26 juta pengguna di AS untuk terlibat dalam investasi ritel, kami yakin bahwa kolaborasi ini akan membawa inovasi dan kemudahan akses bagi lebih banyak investor Indonesia untuk terlibat dalam pasar modal dan kripto global,” ujar Benny.

Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edi Broto menyebut masuknya Robinhood ke pasar Indonesia dapat berkontribusi terhadap peningkatan persaingan, mendorong layanan yang lebih baik dan biaya yang lebih efisien, diversifikasi produk yang lebih luas, serta transfer teknologi.

“Jika Robinhood memutuskan untuk masuk ke pasar Indonesia, kami mengharapkan kepatuhan penuh terhadap protokol lisensi lokal dan standar kelayakan. Kepatuhan ketat terhadap prinsip perlindungan investor, termasuk komunikasi yang transparan dan pemasaran yang bertanggung jawab," ujar Edi.

Edi meyakinkan bahwa pengguna di Indonesia dapat mendapatkan dukungan yang andal dan perlindungan hukum yang jelas, sesuai dengan peraturan keamanan siber dan perlindungan data Indonesia.

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan Masyita Crystallin menyampaikan selamat kepada Buana Capital serta Robinhood yang telah masuk ke pasar Indonesia.

“Ini adalah tanda yang baik. Dan di sini Anda ingin menggunakan lebih banyak teknologi, seperti yang Anda katakan, lebih memungkinkan sistem agar investor merasa nyaman menggunakannya, berinvestasi, dan merasa aman dalam melakukannya. Kami ingin memastikan bahwa bursa lebih terbuka terhadap teknologi baru dan inovasi. Sebagai bagian dari Undang-Undang Omnibus Sektor Keuangan, kami akan mendemutualisasi bursa tahun depan,” ujar Masyita.

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) BEI Risa E Rustam mengatakan kedua pihak mewakili sinergi yang kuat, yang menggabungkan pengalaman legendaris Robinhood, dan inovasi teknologi.

Selain itu, juga jangkauan global dengan keahlian lokal yang mendalam, pemahaman regulasi, serta hubungan klien yang terpercaya dari Buana Capital.

“Ini akan memberdayakan investor Indonesia dengan alat canggih dan mudah diakses untuk menavigasi tidak hanya pasar domestik tetapi juga, seiring waktu, dunia investasi yang lebih luas. Selain itu, kemitraan ini memperkenalkan budaya inovasi yang akan mengangkat seluruh ekosistem, mendorong persaingan sehat dan layanan yang lebih baik bagi semua investor,” ujar Risa pula.

Setelah akuisisi Buana Capital, Robinhood akan terus melayani klien brokerage existing dengan produk keuangan Indonesia. Dalam jangka panjang dan dengan persetujuan regulator, Robinhood berencana memperkenalkan layanan perdagangan sendiri, termasuk akses ke saham AS, aset kripto global, serta berbagai instrumen internasional lainnya secara besar-besaran.

Kedua akuisisi ini masih tunduk terhadap kondisi penutupan yang lazim, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan regulator terkait lainnya, yang ditargetkan akan diselesaikan pada paruh pertama tahun 2026.

Per Oktober 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 19 juta dan investor kripto mencapai 17 juta, yang menjadi salah satu pasar paling menarik untuk perdagangan saham dan aset digital. Sementara, per 8 Desember 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 22,80 persen ke level 8.694.00, atau dengan kinerja terbaik ketiga di kawasan ASEAN dan ketujuh di kawasan Asia-Pasifik.

Selain itu, momentum terdorong oleh penambahan 4,28 juta investor baru sepanjang 2025, atau tumbuh 58,4 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sebanyak 19 juta investor pasar modal Indonesia, sekitar 54,25 persen berusia di bawah 30 tahun, sebanyak 26,42 persen berusia antara 30 dan 41 tahun, dan sisanya berusia di atas 41 tahun. Sementara itu, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp409,56 triliun per akhir Oktober 2025.